Jurusan Strata 1 dengan Subyek Lingkungan

environesia.co.id – Impian berkarir sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup, salah satu mewujudkannya dengan menempuh pendidikan khususnya pada Strata 1 dengan subyek lingkungan. Perlu diketahui, di Indonesia terdapat berbagai jurusan perkuliahan dengan topik lingkungan yang sekilas mirip akan tetapi berbeda.

Berikut informasi tentang jurusan perkuliahan yang mana memiliki subyek atau topik lingkungan yang terdaftar di Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Jurusan-jurusan tersebut antara lain:

Ilmu Lingkungan

Program studi yang masih baru termasuk jurusan dalam rumpun ilmu murni, hanya terdapat di 10 Kampus se Indonesia, baik negeri atau pun swasta. Pada jurusan ini memiliki mata kuliah seperti fisika lingkungan, biologi lingkungan, kimia Lingkungan, Sosiologi lingkungan, Manajemen lingkungan dan sebagainya. Lulusan pada program studi ini, lulusannya bergelar akademik “S.Ling.” Ada pun kampus yang menyelenggarakan jurusan atau program studi ini adalah Universitas Sebelas Maret (UNS),  Univeristas Negeri Semaran (UNNES, Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Madiun dan sebagainya.

Teknik Lingkungan

Salah satu Program studi rumpun teknik  yang cukup popular. Sebelumnya program studi ini merupakan salah satu konsentrasi dari jurusan teknik sipil.  Pada program studi ini membahas tentang teknik dan pengaplikasiannya pada lingkungan dan regulasi lingkungan. Kini banyak kampus yang menyelenggarakan jurusan ini. Mata kuliah yang terdapat pada program studi ini seperti Pemodelan lingkungan Pengelolaan limbah B3 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Manajemen Lingkungan dan sebagainya. Lulusan pada program studi ini menyandang gelar “S.T.” Sedangkan kampus yang menyelanggarakan perkuliahan pada program studi ini antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Univeristas Diponegoro (UNDIP), Univeristas Indonesia (UI), Univeristas Brawijaya (UNIBRAW), Univeristas Islam Indonesia (UII), Universitas Trisakti, Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) dan sebagainya.

Kesehatan Lingkungan

Program studi ini seblumnya merupakan bagian dari program studi kesehatan masyarakat, dengan konsentrasi kesehatan lingkungan. Berkembangnya kajian dan studi kesehatan lingkungan, kini prodi ini telah berdiri sebagai program studi tersendiri. Pada jurusan ini mempelajari interaksi dinamis berbagai pajanan atau agen lingkungan melalui wahana udara, air, limbah, makanan dan minuman, vektor atau binatang pembawa penyakit, dan manusia di lingkungan hidup. Mata kuliah pada program studi ini seperti Ekologi kesehatan, Penyakit berbasis lingkungan, Pencemaran udara dan kesehatan, Epidemologi kesehatan. Lulusan program ini bergelar akademik “S.KL/S.Kes.” Ada pun kampus yang menyelenggarakan perkuliah program studi ini seperti  Universitas Indonesias (UI), Universitas Sriwijaya (UNSRI), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Politeknik Kesehatan (Poltekkes) di bawah naungan Kementerian Kesehatan dan sebagainya.

Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan

Program studi rumpun teknik  membahas tentang teknik dan rekayasa pada pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan. Pada program studi ini memiliki mata kuliah seperti, Bangunan Pengolahan Air, Manajemen Infrastruktur, Perancana Instalasi Pengolahan Limbah Cair, Pengelolaan Lingkungan Air Terpadu dan sebagainya. Lulusan program studi ini bergelar akademik layaknya gelar akademik untuk lulusan teknik dan rekayasa lain yaitu  “S.T”. Sedangkan kampus yang menyelenggarakan perkuliahan ini seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Katolik Soegijapranata dan sebagainya.

Geografi Lingkungan

Program studi ini membahas tentang ilmu geografi dan ilmu lingkungan, ketrampilannya serta memanfaatkan konsep-konsep Geografi Manusia, Geografi Umum, dan Geografi Fisik Lingkungan dengan baik sesuai ruang dan waktu. Memiliki mata kuliah seperti Ekologi dan Ilmu Lingkungan Hydrometeorologi, Geografi Urban, Degradasi lingkungan dan sebagainya. Lulusan ini bergelar layaknya lulusan sarjana sains murni yaitu “S.Si.” Sedangkan Universitas Gadjah Mada merupakan kampus satu-satunya yang menyelenggarakan program studi ini.

Ekonomi dan Sumberdaya Lingkungan

Program studi yang mempelajari pengolahan sumberdaya dan lingkungan dari perspektif teori ekonomi serta mengkaji dampaknya terhadap masyarakat terhadap tiga bidang keilmuan yang dikembangkan yaitu Ekonomi Pertanian, Ekonomi Sumberdaya, dan Ekonomi Lingkungan. Mata kuliah pada program studi ini seperti Ekonomi Lingkungan, Ekonomi Sumberdaya Lahan, Analisis Neraca Sumberdaya Alam dan sebagainya. Lulusan pada program studi ini bergelar “S.E.” Sedangkan kampus yang menyelenggarakan perkuliahan program studi ini hanya Institut Pertanian Bogor (IPB).

Itulah, beberapa program studi dengan topik dan subyek lingkungan yang terdapat di Indonesia. Selain jurusan-jurusan tersebut masih terdapat jurusan lain yang memiliki subyek lingkungan. Beragam pembahasan kajian studi lingkungan dari berbagai sudut pandang pendekatan multidisiplin memberikan warna dalam kajian lingkungan. (admin/dnx)

Persetujuan Lingkungan Pasca UU Cipta Kerja Sah

environesia.co.id – Pasca pengesahan Undang-undang No 11 tahun 2020 atau dikenal sebagai UU Cipta Kerja, terdapat berbagai perubahaan dan penerbitan turunan peraturan terkait khususnya di bidang lingkungan hidup berdasarkan UU CK. Penyesuaian tersebut dengan diikuti atas revisi UU 32 tahun 2009 dan penerbitan peraturan turunan berupa Peraturan Pemerintah No 22 tahun 2021 tentang persetujuan lingkungan.

Dikutip dari laman katadata.co.id, substansi pada PP No 22 tahun 2021 berupa prosedur penyusunan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), UKL-UPL (Usaha Pengelolaan Lingkungan – Usaha Pemantauan Lingkungan) dan SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan), kemudian tentang bagaimana pelibatan publik dalam proses penyusunan Amdal dan UKL-UPL serta tentang pembentukan Lembaga Uji Kelayakan Lingkungan Hidup (LUKLH) dan Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup (TUKLH).

Mengacu pada dokumen Sosialisasi PP 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan & Pengelolaan Lingkungan Hidup (Sudjianto:2021) prinsip perubahan yanng terdapat dalam UU CK berupa perubahan nomenklatur perizinan, pengintegrasian izin lingkungan, transformasi komisi penilai amdal menjadi tim uji kelayakan, uji kelayakan dokumen Amdal oleh ahli bersertifikat serta pengaturan keterlibatan masyarakat secara lebih proporsional serta integrasi izin PPLH dan andalalin ke dalam dokumen lingkungan.

Pada PP No 22 tahun 2021 ini pula dijelaskan tentang integrasi perizinan lingkungan dan izin usaha yang sebelumnya terpisah, kini diintergrasikan menjadi satu dalam izin usaha. Hal tersebut di mana pengaturan integrasi persyaratan dan kewajiban aspek lingkungan kedalam perizinan berusaha. Menekankan kembali bahwasanya Izin lingkungan tidak dihilangkan namun tujuan dan fungsinya diintegrasikan ke dalam perizinan berusaha.

Prinsip berikutnya yang terdapat dalam PP No 22 tahun 2021 tentang pembentukan LUKLH dan TUKLH sebagai pengganti KPA (Komisi Penilai Amdal). Dasar pemikiran sistem KPA diganti dengan Sistem Uji Kelayakan tersebut adalah memastikan standarisasi pelaksanaan sesuai dengan NSPK (Norma, Standar, Prosedur, & Kriteria), mengembalikan Amdal sebagai kajian ilmiah dan mengatasi bottleneck penilaian Amdal.

Untuk keanggotaan pada TUKLH terdiri dari unsur Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah dan ahli bersertifikat. Maka akan disusun mekanisme pemenuhan sertifikasi kompetensi bagi anggota TUKLH, yang mana sertifikasi kompetensi merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh anggota Tim TUKLH. Pada penugasan khusus TUKLH dapat ditugaskan sewaktu waktu dan di mana pun sesuai dengan kebutuhan untuk melakukan penilaian uji kelayakan lingkungan hidup. (admin/dnx)

bersambung … TUKLH sebagai pengganti KPA

Laboratorium Lingkungan Terbaik dan Terdepan

environesia.co.id – Berbicara konsultan lingkungan tak lepas juga berbicara tentang laboratorium lingkungan. Hal tersebut karena berbagai pekerjaan konsultan lingkungan perlu didukung dengan pengujian sampel tertentu yang dilakukan oleh laboratorium lingkungan. Menurut pengertiannya, laboratorium lingkungan merupakan laboratorium yang melakukan pengujian parameter Fisika, Kimia dan biologi yang sejalan dengan Undang- Undang yang berlaku dalam kerangka kerja pengelolaan lingkungan.

Secara khusus laboratorium lingkungan melakukan analisis secara baik kimia, Biologi, bakteriologis dan radiologis pada sampel lingkungan termasuk di antaranya: air minum, air permukaan, air tanah, air laut, air limbah, sedimen, ambien udara, emisi udara, limbah padat, tanah dan limbah B3.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan standar bagi laboratorium lingkungan yang ada di Indonesia. Dikutip dari standardisasi.menlhk.go.id pada laboratorium lingkungan tersebut diwajibkan  mempunyai sertifikat akreditasi laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan dan mempunyai identitas registrasi. Sertifikat akreditasi yang dimaksud adalah sertifikat akreditasi sebagai laboratorium pengujian dengan lingkup parameter kualitas lingkungan yang diterbitkan oleh KAN.

PT Environesia Global Saraya, sejak tahun 2018 telah mambangun perusahaan di bawah naungan Environesia Company Group yang bergerak di bidang laboratorium lingkungan. Perusahaan tersebut terdaftar dengan nama GreenLab dengan entitas resmi PT Greenlab Indo Global. GreenLab sendiri sebagai laboratorium lingkungan hingga saat ini telah memiliki lebih dari 400 parameter. Adanya GreenLab tak lain sebagai pendukung operasional dari berbagai pekerjaan PT Environesia Global Saraya.

GreenLab Indonesia sendiri sebagai perusahaan di bidang laboratorium  lingkungan dan hygenitas industri yang  terdepan di antara yang terbaik di Indonesia. Untuk saat ini GreenLab melayani uji kualitas air, uji kualitas limbah air, uji kualitas udara, uji kualitas tanah, uji kualitas limbah padat, uji sedimentasi, uji mikrobiologi, uji hygenitas industri, uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP).

Keunggulan dari GreenLab yaitu; hasil laporan uji laboratorium terbit pada 10 hari kerja sejak sampel diterima. Di mana GreenLab telah terakreditas oleh KAN untuk ISO/IEC 17025:2017 dengan cakupan parameter yang luas. Tak hanya itu GreenLab juga telah terdaftar sebagai Laboratorium Lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) dan memenuhi persyaratan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup S.1335/Setjen/SLK/STD.2/12/2019. (admin/dnx)

Bagaimana Mengetahui Konsultan Lingkungan Terbaik?

environesia.co.id – Memiliki proyek dengan cakupan tertentu pastinya kita perlu memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhi lingkungan di mana proyek tersebut dilaksanakan. Hal tersebut merupakan kewajiban yang telah tertera di berbagai regulasi baik Undang-undang dan peraturan turunannya. Kewajiban tersebut berlaku bagi semua pihak demi menjaga kelangsungan kelestarian lingkungan hidup di sekitar proyek tersebut. Sebagai pemilik proyek yang otomatis sebagai pemrakarsa dokumen lingkungan tak bisa menyusun dokumen tersebut kecuali didamping oleh lembaga khusus yang dikenal sebagai konsultan lingkungan.

Untuk penyusunan Amdal, maka perlu diperhatikan sebagai penyusun dokumen Amdal wajib terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan Dokumen (LPJP) AMDAL dengan tenaga ahli tetap yang telah terdaftar pula. Terdaftarnya lembaga tersebut sebagai syarat minimal bahwa lembaga tersebut benar-benar dapat menjadi konsultan khususnya dalam penyusunan Amdal.

Tentunya, untuk hasil yang terbaik memilih mitra dalam konsultansi jasa lingkungan diperlukan tidak hanya terdaftar saja tapi telah teruji bagaimana kualitas dan track record lembaga tersebut. Hal yang termudah untuk mengetahui bahwa lembaga tersebut memiliki kualitas yang baik berupa bukti bahwa lembaga tersebut dengan sistem manajemen yang teruji. Dalam standar Internasional dikenal ISO 9001 tentang Sistem Manajemen Mutu. Jika Lembaga tersebut mengantongi sertifikat ISO 9001 yang dikeluarkan langsung oleh lembaga bergengsi, maka lembaga tersebut telah memiliki sistem manajamen mutu yang telah teruji. Alangkah lebih baik lagi, jika konsultan lingkungan tersebut juga mengantongi sertifikasi sistem manajemen mutu lain yang sejalan dengan bidang pekerjaan konsultan lingkungan tersebut.

Tak hanya dari bagaimana sistem yang telah tersertifikasi, dapat dilihat pula bagaimana portofolio yang telah disusun oleh lembaga tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari sisi kualitas dan kuantitas pekerjaan yang telah di selesaikan. Konsultan lingkungan dengan protofolio yang baik, tak akan ragu menampilkan pekerjaan apa saja yang telah dituntaskan dengan berbagai mitra kerjanya.

Bagaimana dengan Environesia? Sebagai perusahaan konsultan lingkungan dengan visi “The Leading Company for Environmental Consulting Services in Indonesia in 2025” dengan makna perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia pada tahun 2025, PT Environesia Global Saraya sejak awal berdiri telah bervisi kedepan. Dorongan dengan adanya visi tersebut, kini Environesia telah tersertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan dan ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Tak hanya terbukti dengan sertifikasi, Environesia telah terbukti juga dengan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang telah dan sedang di selesaikan. Telah berjalan selama 5 tahun, Environesia hingga saat ini telah dan sedang menyelesaikan lebih dari 200 proyek di 33 Provinsi se Indonesia dengan berbagai macam mitra, baik Pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara dan Swasta. Jelas, hal ini menjadikan Environesia sebagai konsultan lingkungan yang tidak perlu diragukan. (admin/dnx)

ESIA (Environmental and Social Impact Assessment)

environesia.co.id – ESIA (Environmental and Social Impact Assessment) dalam padanannya merupakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)  yang diterbitkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Dapat dikatakan, bahwa ESIA merupakan Amdal dengan standar Internasional yang diterapkan oleh anggota IUCN yang terdiri dari berbagai lembaga pemerintahan dan lembaga non pemerintahan se dunia.

Tak berbeda dengan Amdal yang telah banyak kita mengenal, pada dokumen yang diterbitkan oleh iucn.org dikatakan bahwa implementasi ESIA sendiri juga merupakan proses menentukan dan mengevaluasi risiko dampak lingkungan dari suatu proyek pada tahap awal perencanaan. Dimana dalam dokumen ESIA tersebut sebagai panduan untuk melakukan analisis mengenai dampak lingkungan dan sosial serta untuk menyiapkan laporan ESIA secara berjangka itu sendiri.

Pada pelaksanaannya, ESIA berlaku untuk proyek yang telah diidentifikasi oleh penyaringan Sistem Manajemen Lingkungan dan Sosial atau dengan istilah Environmental and Social Management System (ESMS), yang dimana proyek tersebut berisiko tinggi atau sedang, dimana proyek tersebut memerlukan ESIA secara penuh atau sebagian.

ESIA sendiri memiliki ruang lingkup yang bergantung pada sifat, kompleksitas, dan signifikansi masalah yang telah teridentifikasi, sebagaimana ditetapkan oleh penyaringan ESMS. Pada ESIA yang berlaku secara penuh, ruang lingkup tersebut ditentukan oleh studi cangkupan yang melibatkan stake holder yang relevan untuk mengkonfirmasi risiko yang diidentifikasi oleh penyaringan ESMS, sebagaimana untuk menetapkan prioritas pada pemberlakuan ESIA dan untuk menentukan jenis penilaian yang diperlukan untuk ESIA.

Elemen-elemen kunci yang berlaku pada ESIA dimana menentukan apakah akan menerapkan ESIA secara penuh atau hanya diwajibkan ESIA secara parsial atau sebagian. Elemen tersebut antara lain; 1) Ringkasan non-teknis, 2) Deskripsi proyek, 3) Analisis kerangka kebijakan, hukum dan administrasi, 4) Identifikasi dan analisis pemangku kepentingan, 5) Dasar lingkungan dan sosial, 6) Penilaian dampak lingkungan dan sosial, 7) Analisis alternatif, 8) Environmental and social management plan atau rencana pengelolaan lingkungan dan sosial (ESMP), dan 9) Hasil konsultasi pemangku kepentingan.

Penerapan ESIA secara penuh, 9 elemen tersebut wajib dipenuhi, sedangkan untuk penerapan  ESIA parsial tidak membutuhkan banyak latar belakang dan data dasar sebagai ESIA lengkap. Untuk analisis kerangka kebijakan, hukum dan administrasi; dasar lingkungan dan sosial serta analisis alternatif tidak diperlukan dalam pemberlakuan ESIA parsial. (dnx/admin)

Environesia Berqurban, Kontribusi Untuk Masyarakat

environesia.co.id, Sleman – Pada perayaan Hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 H yang jatuh pada 20 Juli 2021, dimana Environesia Company Group berkesempatan menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi melalui Masjid Al-Huda Karangasem, Sukoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman. Penyembelihan hewan kurban Environesia tersebut dilaksanakan oleh Panitia Kurban Masjid Al-Huda dimana disaksikan langsung oleh CEO (Chief Executive Officer) Environesia Company Group, Saprian. S.T, M.Sc  pada Rabu pagi (21/7).

“Bagi kami Di Environesia Company Group, bisnis tidak melulu tentang omzet, profit dan pencapaian-pencapaian bersifat duniawi semata. Memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta adalah salah satu cara kami meraih dan mempertahankan prestasi selama ini.” Pungkas Saprian.

Tak hanya itu menurut CEO Environesia Company Group tersebut, bahwa dalam kondisi yang penuh ketidakpastian ini, Alhamdulillah Environesia Company Group kembali turut merayakan ibadah qurban. Semoga kiranya pandemi segera berlalu dan kita dapat memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat sekitar.

Turut sertanya Environesia Company Group dalam perayaan Hari Raya Idul Adha, sebagai salah satu langkah dalam Corporate Social Responsibility atau CSR. Kegiatan CSR tersebut sebagai usaha yang dilakukan Environesia sebagai tanggung jawab korporat untuk berkontribusi dalam pengembangan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan sedikit banyak yang telah dilakukan oleh Environesia dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi segenap masyarakat.

Environesia sendiri dalam langkah CSR memiliki empat komitmen, antara lain; patuh terhadap hukum, meningkatkan kepuasan pelanggan, peduli lingkungan dan kontribusi pada masyarakat. Pada kegiatan kurban kali ini, Environesia melaksanakan komitmen akan kontribusa pada masyarakat.

Sebagai konsultan lingkungan Environesia selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, dimana saling memberikan manfaat, baik dari lingkup terkecil hingga bagi nusa dan bangsa Indonesia. Sehingga dapat terwujud Environesia sebagai konsultan terdepan di Indonesia yang selalu peduli kepada masyarakat juga. (admin/dnx)

Tutup Semester I, Environesia Capai Kinerja dengan Baik

environesia.co.id, Sleman – Menutup Semester I, PT Environesia Global Saraya yang merupakan perusahaan bergerak di bidang jasa konsultansi lingkungan kembali melaksanakan Rapat Program Triwulan II pada Senin (19/7). Berdasarkan peraturan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat, pelaksanaan Rapat Program Triwulan II kali ini dilaksanakan dengan suasana yang berbeda yaitu dilaksanakan dengan cara daring. Meskipun dari, akan tetapi tidak mengurangi nilai dari agenda Rapat Program Triwulan II tersebut.

Agenda perusahaan tersebut sebagai komunikasi internal per tiga bulan ke II dalam satu tahun yang dihadiri oleh Direktur dan seluruh manajer PT Environesi Global Saraya, antara lain; Direktur Environesia Global Saraya Saprian S.T. M.Sc., Manajer Konsultan Muhammad Iqbal Gifari S.T. M.Sc., Manajer QE-HESS (Quality Excellences – Health, Environment, Safety and Security) Andi Wim Ansharullah, S.T. M.Sc., Plt Manajer HRD (Human Resource and Development) Ayudia Kumala Dewi S.E. dan Manajer Finance Ayu Ramayani, S.E.

Pada Rapat Program Triwulan II Tahun 2021 berupa monitoring sasaran perusahaan/corrective action plan, rencana program kegiatan/bussines plan di setiap departemen dan evaluasi program yang telah berjalan pada triwulan kedua atau di semester I serta dalam agenda ini pula membahas target triwulan III Juli-September 2021 dan semester II berikutnya.

Dari keterangan yang disampaikan oleh Direktur Utama bahwa pada semester I ini telah terlaksana >50% program kerja dengan baik, dengan penyesuaian metode kerja tentunya, dengan pencapaian akumulasi omzet surplus dari target total semester I 2021.

Tak hanya itu Direktur juga mengapresiasi atas kinerja tim dalam semester I 2021 ini. “Sebuah pencapaian yang yang sangat tidak mudah di tengah kondisi turbulensi separah ini. Apresiasi tertinggi untuk semua tim di semua level tanpa terkecuali!” terang Saprian.

Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan berupaya tetap menjaga kultur perusahaan, termasuk Rapat Program Triwulan tersebut. Kultur tersebut dilakukan dan dijagatak lain demi menjaga performa perusahaan untuk jalannya program yang terbaik serta mutu manajemen dan pelayanan terjamin bagi untuk internal perusahaan dan seluruh mitra kerja Environesia. (admin/dnx)

Gandeng Environesia, Kota Sukabumi Persiapkan Pusat Pemerintahan

environesia.co.id, Sukabumi – Sebagai konsultan lingkungan terpilih, PT Environesia Global Saraya yang diwakili langsung oleh Direktur Utama Saprian, S.T, M.Sc. menandatangani kontrak kerjasama bersama Pemerintah Kota Sukabumi yang diwakili oleh Mohammad Sahid S.IP, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemerintah Kota Sukabumi pada Selasa (13/7) di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Penandatangan kontrak yang dilakukan tersebut merupakan titik dimulainya Proyek Jasa Konsultasi Konstruksi AMDAL Pembangunan Pusat Pemerintahan Kota Sukabumi.

Dari keterangan dokumen yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, dikatakan bahwa dalam proyek tersebut Pemerintah Kota Sukabumi tengah mempersiapkan upaya pemindahan pusat pemerintahan. Rencananya, kawasan pusat pemerintahan akan dipindahkan ke Kecamatan Cibeureum. Hal tersebut atas dasar bahwa lokasi kantor organisasi perangkat daerah (OPD) tidak dalam satu titik melainkan menyebar di beberapa tempat, meskipun dikatakan pusatnya berada di Kecamatan Cikole.

PT Environesia Global Saraya sebagai pihak penyedia jasa konsultasi penyusunan dokumen Amdal dimana terdiri dari Kerangka Acuan ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan), ANDAL, RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan) dan RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan) untuk Pembangunan Pusat Pemerintahan Kota Sukabumi. Nantinya dalam penyusunan dokumen lingkungan tersebut menjadi bahan sasaran seperti; bahan bagi perencanaan Pembangunan Pusat Pemerintahan Kota Sukabumi, membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan kegiatan, serta memberikan rekomendasi untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha dan kegiatan.

Pekerjaan besar yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi memerlukan dukungan terbaik, agar pembangunan yang akan dilakukan dapat tepat sasaran. Oleh karena itu Environesia sebagai konsultan lingkungan mempersiapkan dengan terbaik dengan dukungan tenaga ahli yang telah berpengalaman. Pada penyusunan Amdal untuk proyek pembangunan pusat pemerintah tersebut bertindak sebagai Ketua Tim adalah Harsono, S.T, M.Si yang membersamai enam anggota tim lainnya.

Pekerjaan besar membutuhkan persiapan terbaik dimana kedepannya pembangunan dapat berjalan serta mendukung kehidupan yang berkelanjutan serta kesinambungan pada fungsi ekologis, fungsi ekonomi dan fungsi sosial. PT Environesia Global Saraya selalu berkomitmen untuk melakukan yang terbaik terhadap pembangunan yang berkelanjutan tersebut. (admin/dnx)

Hati-hati Pola Makan saat WFH!

environesia.co.id – Rutinitas  work from home atau WFH menjadi aktivitas yang banyak dilakukan untuk saat ini. Walaupun memiliki berbagai kelebihan, melakukan aktivitas pekerajaan dari rumah rupanya dapat menimbulkan problem baru bagi Kesehatan. Problem tersebut berupa berat badan semakin meningkat Saat melakukan WFH. Dikarenakan lingkungan rumah atau kost mudah untuk menjangkau berbagai makanan dan minuman pendamping kerja serta untuk mengurangi hawa jenuh di tengah pekerjaan kala di rumah, rasa nafsu untuk menambah makanan semakin tinggi.

Ahli gizi dari University of California Los Angeles (UCLA) bernama Cynthia Sass, MPH, RD. Mengungkapkan untuk para pekerja yang melakukan pekerjaannya di rumah memberikan saran untuk melakukan beberapa hal. Adapun hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menghindaro nafsu makan berlebih khususnya ketika masa-masa WFH, antara lain;

1. Menahan Nafsu Makan dengan Membuat Jadwal Makan

Aktivitas WFH sering kali merubah jadwal makan yang telah berjalan seperti biasanya. Jika kita sudah terbiasa bekerja di Kantor, aktivitas makan kita akan menyesuaikan jam makan kantor juga. Akan tetapi pada masa WFH seperti ini, jadwal makan pun berubah. Jika pada jam kerja normal, kita jam 7 sarapan dan jam 12 makan siang pada WFH kita sering mengulur sedikit waktu jam sarapan dan makan siang kita. Terlebih, bisa saja ketika WFH porsi makan kita justru lebih banyak dari pada biasanya.

Supaya jam makan kita terlaksana secara teratur, disarankan untuk menentukan jam makan secara teratur. Pada penelitian yang diterbikan dalam The Journal of Clinical Endocrinology &Metabolism pada tahun 2020 menunjukkan bahwa makan dengan jadwal yang teratur dapat menjaga kadar gula darah dan insulin dalam tubuh. Berikan jeda waktu 3 hingga 5 jam antara sarapan, makan siang, dan makan malam, sehingga makanan dapat tercerna oleh tubuh dengan baik dan maksimal.

2. Hindari Nafsu Makan Berlebih dengan Tidak Makan Saat Bekerja

Disaat jam kerja adakalanya kita merasa jenuh dan lapar. Untuk mengatasi hal tersebut kita sering kali memakan cemilan yang banyak atau pun memakan makanan berat sekalian. Hal tersebut dapat terjadi lebih ketika kita WFH, dimana kita mengkonsumsi makanan kita disamping melakukan pekerjaan. Pada penelitian yang diterbikan dalam The Journal of Clinical Endocrinology &Metabolism pada tahun 2020  juga bahwa perilaku makan yang tidak fokus dapat menyebabkan gangguan pemrosesan rasa, sehingga nafsu makan berlebih pun biasanya muncul.

Oleh karena itu, untuk menghindari nafsu makan berlebih saat sedang menikmati makanan, usahakan menikmati makanan dengan fokus, dan berhentilah untuk makan ketika sudah merasa kenyang. Makan berlebihan, selain dapat meningkatkan berat badan, juga dapat membuat kita merasa lesu dan mengantuk saat bekerja.

3. Makan Makanan yang Utuh dan Minim Proses

Makanan instan menjadi favorit banyak orang kala melakukan WFH. Dimana memiliki rasa yang sedap, makanan instan tersebut sangat mudah untuk disajikan. Akan tetapi di balik sedapnya makanan instan tersebut terdapat bermacam-macam dampak buruk bagi Kesehatan.

Makanan instan instan sendiri diproduksi dengan cara melalui berbagai proses, sehingga di tengah panjanganya proses tersebut makanan tersebut kehilangan banyak nutrisi dan serat alami. Sehingga kandungan yang terdapat pada makanan instan tersebut dapat merusak metabolisme tubuh.

Oleh karena itu saat melakukan WFH selalu usahakan makan makanan yang alami dan minim dalam proses produksinya. Makanan utuh, seperti buah-buahan dan sayuran, tidak hanya sehat, tetapi juga dapat memperpanjang efek kenyang. Makanan utuh dapat membantu kita menghindari makan berlebihan.

4. Temukan Cara Alternatif untuk Mengatasi Stres saat WFH

Saat pekerjaan ketika WFH dapat menimbulkan stress berlebih. Dimana kita sering memakan makanan favorit  sebagai obat demi mengatasi stres tersebut. Ketika kita mulai merasa stres, bisa saja juga kehilangan nafsu makan. Kebiasaan tersebut tidak baik dilakukan dan berbahaya bagi kesehatan. Tak hanya menyebabkan kenaikan berat badan, kebiasaan makan berlebihan saat stres juga dapat mengganggu tidur dan melemahkan sistem imun pada tubuh.

Carilah alternatif dan alihkan perhatian untuk mengurangi makan secara emosional selama stres. Seperti mendengarkan musik, sedikit bermain game di tengah pekerjaan kita. (admin/dnx)

ref: greeners.co

DPLH, Pernah Dengar?

environesia.co.id – Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup atau DPLH adalah dokumen yang memuat pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang dikenakan bagi usaha dan/atau kegiatan yang sudah beroperasi dan memiliki izin usaha, tetapi belum memiliki UKL-UPL. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 22 tahun 2021 memuat pengertian DPLH adalah dokumen evaluasi dampak tidak penting pada Lingkungan Hidup terhadap Usaha dan/atau Kegiatan ,yang terah berjalan untuk digunakan sebagai instrumen perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Jenis usaha yang wajib memiliki DPLH adalah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012 yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Daftar Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup atau Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup.

Di awal tahun 2017, Pemerintah melakukan pembinaan kembali dan himbauan kepada usaha/kegiatan yang sudah eksisting tetapi belum memiliki dokumen UKL-UPL untuk membuat dokumen lingkungan hidup berupa DPLH. Hal tersebut ditandai dengan diterbitkannya dua Surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang penyusunan DELH/DPLH, yaitu :

1. S.541/MENLHK/SETJEN/PLA.4/12/2016 tentang Perintah membuat DELH/DPLH untuk gedung Pemerintah/Pemerintah Daerah, gedung milik TNI, Polri, Kementerian dan non Kementerian, tanggal 28 Desember 2016. dan

2. SE.7/MENLHK/SETJEN/PLA.4/12/2016 tentang Kewajiban Memiliki Dokumen Lingkungan Hidup Bagi Orang Perseorangan Atau Badan Usaha Yang Telah Memiliki Izin Usaha dan/atau Kegiatan, tanggal 28 Desember 2016 yang ditujukan kepada kegiatan swasta yang sudah eksisting.

Sebagai salah satu dokumen lingkungan yang penting, Environesia sebagai konsultan lingkungan dapat membantu berbagai pihak dalam penyusunan DPLH, baik untuk Pemerintahan, BUMN maupun kegiatan yang dilakukan oleh pihak swasta. Tak hanya itu, layanan penyusunan DPLH maupun dokumen lingkungan lain tersebut juga dapat dilayani di seluruh Indonesia. (admin/dnx)