Life Cycle Analysis (LCA) dan Pengenalan Dasar

environesia.co.id – Life Cycle Analysis (LCA) atau sering juga disebut Life Cycle Assessment merupakan sebuah metode berbasis cradle to grave (analisis keseluruhan siklus dari proses produksi hingga pengolahan limbah) yang digunakan untuk mengetahui jumlah energi, biaya, dan dampak lingkungan yang disebabkan oleh tahapan daur hidup produk dimulai dari saat pengambilan bahan baku sampai dengan produk itu selesai digunakan oleh konsumen.

Dikutip dari Jurnal yang ditulis oleh Parameswari, P. P., Yani, M., & Ismayana, A. Pada tahun 2019, dikatakan bahwa pada LCA dibutuhkan data mengenai input dan output secara lengkap, yang meliputi bahan baku, proses, distribusi, transportasi, konsumsi, hasil samping dan dampak ligkungan. LCA sendiri terdiri dari beberapa elemen, di antaranya; (1) identifikasi dan mengukur faktor-faktor yang terlibat, (2) evaluasi faktor-faktor yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan, dan (3) analisis untuk mengurangi dampak lingkungan. Pada jurnal yang sama pula dikatakan bahwa Analisis LCA dapat menjadi alternatif sebagai upaya meminimalisasi limbah dan pengelolaan limbah di pabrik. Pengurangan jumlah limbah dan pengelolaannya akan memberikan dampak luas terhadap tingkat produktivitas dari industri.

Pada jurnal yang ditulis oleh Harjanto, Fahrurrozi, & Bendiyasa pada tahun 2012, mengatakan bahwa setiap langkah LCA tersebut secara lebih lanjut dijelaskan dalam standar internasional ISO 14040 dan ISO 14041 . Langkah tersebut berulang dengan senantiasa, di mana tingkat dari detail dan usaha akan tergantung pada tujuan penelitian yang didasari atas World Business Council for Sustainable Development pada tahun 2002. Langkah-langkah yang dilalui tersebut antara lain; pendefinisian tujuan dan ruang lingkup, analisis inventori, analisis/penakaran dampak serta yang terakhir mengenai interpretasi (ISO 14040, 2006).

Terdapat empat pilihan utama menentukan batas-batas sistem yang digunakan berdasarkan standard ISO 14044 dalam studi LCA; Cradle to grave: termasuk bahan dan rantai produksi energi semua proses dari ekstraksi bahan baku melalui tahap produksi, transportasi dan penggunaan hingga produk akhir dalam siklus hidupnya. Cradle to gate: meliputi semua proses dari ekstraksi bahan baku melalui tahap produksi (proses dalam pabrik), digunakan untuk menentukan dampak lingkungan dari suatu produksi sebuah produk. Gate to grave: meliputi proses dari penggunaan pasca produksi sampai pada akhir-fase kehidupan siklus hidupnya, digunakan untuk menentukan dampak lingkungan dari produk tersebut setelah meninggalkan pabrik. Dan Gate to gate: meliputi proses dari tahap produksi saja, digunakan untuk menentukan dampak lingkungan dari langkah produksi atau proses. (dnx)

Recommended Posts