Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Panduan Lengkap Mengenai Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Environesia Global Saraya

07 February 2025

Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 telah mengubah lanskap perizinan berusaha di Indonesia. Dengan mengadopsi pendekatan berbasis risiko, pemerintah berupaya untuk memberikan kepastian dan kemudahan hukum bagi para pelaku usaha. Artikel ini akan menguraikan secara rinci mengenai konsep perizinan berbasis risiko, jenis-jenis perizinan yang termasuk di dalamnya, serta prosedur yang harus diikuti oleh para pengusaha untuk mendapatkan izin usaha.

Dalam rangka menyederhanakan proses perizinan berusaha, pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 5 Tahun 2021. Peraturan ini memberikan definisi yang jelas mengenai Perizinan Berusaha sebagai izin resmi untuk menjalankan usaha. Selain itu, peraturan ini juga mengintroduksi konsep risiko sebagai kemungkinan terjadinya kerugian atau dampak negatif dari suatu kegiatan usaha. Berdasarkan konsep risiko inilah, kemudian dibentuk sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, di mana izin usaha diberikan dengan mempertimbangkan tingkat risiko yang melekat pada setiap jenis usaha.

Berdasarkan Pasal 4 PP Nomor 5 Tahun 2021, setiap pelaku usaha diharuskan memenuhi persyaratan legal tertentu sebelum memulai usahanya. Persyaratan ini meliputi izin pemanfaatan ruang, izin lingkungan, izin mendirikan bangunan, dan sertifikat layak fungsi. Ketentuan memiliki tujuan dalam memberikan kepastian hukum untuk menjalankan usaha serta melindungi kepentingan masyarakat.
Penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko bertujuan untuk mencapai beberapa sasaran penting dalam pengelolaan usaha dan investasi di Indonesia. Dengan adanya sistem ini, pemerintah berusaha untuk mengoptimalkan proses perizinan agar lebih efisien dan tepat sasaran. Berikut merupakan tujuan dari penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko meliputi:
  • Mengembangkan ekosistem investasi dan aktivitas bisnis yang lebih baik.
  • Menjalankan proses penerbitan perizinan usaha dengan cara yang lebih efisien dan sederhana.
  • Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan usaha yang transparan, terstruktur, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Analisis risiko merupakan proses penting dalam perizinan berusaha berbasis risiko. Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai potensi bahaya yang mungkin timbul dari suatu kegiatan usaha. Analisis ini didasarkan pada sejumlah variabel, meliputi:
  1. Klasifikasi jenis usaha
  2. Karakteristik spesifik usaha
  3. Lokasi operasional
  4. Ketersediaan sumber daya
  5. Tingkat ketidakpastian yang mungkin terjadi.
Jenis Perizinan Berdasarkan Tingkat Risiko dibagi untuk memudahkan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan yang sesuai dengan tingkat kompleksitas dan potensi bahaya dari kegiatan mereka. Sistem ini membantu pemerintah dalam mengatur dan mengawasi kegiatan usaha dengan lebih efektif dan efisien yang akan dijelaskan sebagai berikut:
  1. Usaha Risiko Rendah: Cukup memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas dan identitas usaha.
  2. Usaha Risiko Menengah: Membutuhkan izin tambahan sesuai dengan tingkat risiko, baik itu risiko menengah rendah atau menengah tinggi.
  3. Usaha Risiko Tinggi: Wajib memiliki izin khusus yang lebih ketat dan memenuhi standar yang lebih tinggi.
Prosedur perizinan berusaha berbasis risiko melibatkan beberapa langkah, termasuk serangkaian tahapan yang harus diikuti oleh pelaku usaha untuk memastikan bahwa semua persyaratan telah terpenuhi. Langkah-langkah ini dirancang untuk memberi kepastian dan kemudahan hukum bagi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan mereka. Prosedur perizinan berusaha berbasis risiko melibatkan beberapa langkah, termasuk:
  1. Pengajuan Permohonan: Pelaku usaha mengajukan permohonan perizinan melalui Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission - OSS).
  2. Analisis Risiko: Pemerintah melakukan analisis risiko untuk menentukan tingkat risiko kegiatan usaha.
  3. Penerbitan Izin: Berdasarkan hasil analisis risiko, pemerintah menerbitkan izin sesuai dengan tingkat risiko yang telah ditentukan.
Pengawasan terhadap pelaksanaan perizinan berusaha berbasis risiko dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pelaku usaha yang melanggar ketentuan dapat dikenai sanksi administratif seperti peringatan tertulis, denda, pembekuan izin, atau bahkan pencabutan izin usaha. Jenis dan tingkat sanksi yang diberikan akan disesuaikan dengan berat ringannya pelanggaran yang dilakukan. Hal ini telah diatur secara jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021.

Perizinan berusaha berbasis risiko yang diatur dalam PP Nomor 5 Tahun 2021 merupakan langkah strategis pemerintah untuk menyederhanakan proses perizinan dan meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Dengan memahami dan mengikuti ketentuan dalam peraturan ini, pelaku usaha menjalankan kegiatan usahanya dengan efisien dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pelaku usaha diharapkan untuk selalu memperhatikan risiko yang terkait dengan kegiatan usahanya dan dapat memenuhi semua persyaratan sesuai dengan regulasi untuk mendapatkan izin yang diperlukan. Maka dari itu, akan dapat tercipta ekosistem usaha yang lebih baik dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Sumber Referensi:
  • Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Environesia Global Saraya

13 May 2024

environesia.co.id, Yogyakarta - Pencemaran udara, yang berasal dari emisi dan mengalami transportasi, dispersi, atau pengumpulan, merupakan masalah serius yang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Unsur-unsur seperti iklim, cuaca, topografi, geografi, bangunan, dan faktor antropogenik secara komprehensif membentuk pola penyebaran bahan pencemar di atmosfer.

Salah satu faktor yang mempengaruhi penyebaran polutan adalah stabilitas atmosfer. Stabilitas atmosfer adalah metode untuk mengklasifikasikan kemampuan atmosfer dalam mencampur dan mencairkan polutan dengan udara. Konsentrasi polutan di suatu lokasi tertentu dipengaruhi oleh sejumlah variabel seperti tingkat emisi, jarak penyebaran, pengaruh angin, dan kondisi atmosfer.

Kecepatan penyebaran polutan juga dipengaruhi oleh faktor meteorologi, salah satunya adalah kecepatan angin. Polutan di udara menyebar secara horizontal dan vertikal karena dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin. Kecepatan angin yang besar dapat menyebabkan pengenceran polutan udara dan mempercepat dispersi pencemar di udara.

Variasi suhu udara juga memainkan peran penting dalam penyebaran polutan. Suhu udara dapat mempengaruhi turbulensi atmosfer dan terjadinya reaksi kimia. Suhu udara yang tinggi dapat mengurangi konsentrasi polutan dan memungkinkan pembentukan partikel-partikel ringan dari bahan pencemar udara.

Selain itu, topografi juga memiliki pengaruh yang signifikan. Misalnya, di dataran rendah, angin cenderung membawa polutan terbang jauh ke seluruh penjuru, sementara di pegunungan udara dingin yang terperangkap akan menahan polutan tetap di lapisan permukaan bumi. Faktor-faktor seperti ketinggian, tata letak, kontur tanah, dan vegetasi juga perlu dipertimbangkan dalam analisis penyebaran polutan.

Dalam mengatasi masalah pencemaran udara, pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi penyebaran polutan sangat penting. Dengan pemahaman ini, langkah-langkah mitigasi yang efektif dapat diambil untuk melindungi kualitas udara dan kesehatan masyarakat. (admin/dkx)

Penulis: Andi Muhammad Faisal, S.T.

Referensi:

  • Machdar Izarul. 2018. Pengantar Pengendalian Pencemaran (Pencemaran Air, Pencemaran Udara, dan Kebisingan). Yogyakarta: Budi Utama
  • Tri Cahyono. 2017. Penyehatan Udara. Yogyakarta: Andi Offset

Environesia Global Saraya

15 February 2024

environesia.co.id, Yogyakarta - Perkembangan sebuah kota sebagai pusat berbagai aktivitas seperti pemerintahan, perdagangan, industri, dan jasa telah memberikan dampak yang signifikan pada arus urbanisasi dan pertambahan penduduk. Namun, urbanisasi juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan, terutama melalui produksi polusi dan modifikasi sifat fisik dan kimia atmosfer. Dampak tersebut juga tercermin dalam peningkatan emisi CO2, yang telah terbukti menjadi penyumbang terbesar terhadap perubahan iklim.

Menurut data dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), konsentrasi karbon dioksida (CO2) dalam atmosfer terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan pada periode April-Juni 2022, konsentrasi CO2 mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pertumbuhan penduduk dan konsumsi energi fosil di Indonesia juga menjadi faktor utama dalam peningkatan emisi CO2.

Dalam mengatasi tantangan ini, penting untuk mengadopsi konsep pembangunan kota hijau yang berkelanjutan yang mencakup penggunaan energi baru terbarukan sebagai solusi untuk mengurangi emisi karbon. Beberapa sumber energi terbarukan yang potensial di Indonesia meliputi angin, geothermal, hydropower, surya, dan biomassa. Selain itu, perubahan pola hidup manusia juga perlu didorong untuk mencapai dekarbonisasi. Ini termasuk aspek infrastruktur, bangunan, dan mobilitas.

  1. Infrastruktur Cerdas: Pembangunan infrastruktur cerdas dapat membantu menekan penggunaan energi dengan efisiensi yang lebih baik. Contohnya adalah penggunaan meteran listrik yang cerdas, penyediaan stasiun pengisian listrik, dan penggunaan energi terbarukan dalam infrastruktur kota seperti lampu jalan tenaga surya.
  2. Bangunan Cerdas: Bangunan yang cerdas dapat membantu mengurangi konsumsi energi individu dengan memanfaatkan dan menyimpan energi matahari, memaksimalkan penggunaan cahaya alami, dan menggunakan otomatisasi untuk efisiensi energi.
  3. Mobilitas Cerdas: Sistem transportasi yang cerdas dapat membantu menekan penggunaan energi melalui penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik.

Selain itu, penulis juga menekankan pentingnya Pendidikan Hijau sebagai investasi penting untuk masa depan. Pendidikan hijau ini akan membantu generasi sekarang (anak-anak) untuk memahami dan menerapkan pola hidup rendah karbon. Pembangunan sektor manusia ini akan membentuk low carbon society dimasa yang akan mendatang sehingga dapat memahami, menerapkan, serta menggunakan peralatan dan teknologi yang rendah karbon. (admin/dkx)

Penulis: Andi Muhammad Faisal, S.T.

Referensi:

  • Jacob Corvidae. 2021. Net Zero Cabon Cites: An Integrated Approach. World Economic Forum; Insight Report January 2021
  • Zulaicha et al. 2020. Analisis Determinasi Emisi CO2 di Indonesia Tahun 1990 – 2018. Directory Journal of Economic. Vol 2 No. 2
  • Zulkifli, Arif. 2015. Pengelolaan Kota Berkelanjutan. Yogyakarta: Grha Ilmu

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas