Baca Buku Ini! Untuk Kamu Yang Peduli Lingkungan

environesia.co.id – Kepedulian kita terhadap lingkungan hidup dapat kita perluas atau kita menularkan dengan berbagai cara. Salah satu cara untuk kita menumbuhkan rasa kepedulian kita terhadap lingkungan hidup dengan menambah wawasan bacaan kita dengan berbagai buku bacaan bertemakan lingkungan. Mengutip artikel yang ditulis oleh Zakiyatur Rosidah pada laman klik hijau, berikut buku rekomendasi bertemakan lingkungan.

How to Give Up Plastic: A Guide to Saving the World, One Plastic Bottle at a Time – Oleh Will McCallum

Will McCallum yang merupakan seorang aktivis lingkungan di mana ia mendedikasikan diri untuk melestarikan lautan dan alam dengan menjalani gaya hidup tanpa limbah yang ramah lingkungan. Buku yang ia tulis ini menyajikan data yang rumit namun relevan mengenai dampak pencemaran plastik pada saluran air dunia dan menginspirasi pembaca untuk #BreakFreeFromPlastic

More. Plastic.: What you can do to make a difference – the #2minutesolution – oleh Martin Dorey

Martin Dorey sendiri adalah pakar anti-plastik, di mana ia berupaya untuk menyelamatkan pantai kita dari plastik sekira 10 tahun terakhir. Dorey adalah penggagas Beach Clean Foundation dan selalu melakukan seruan global untuk senjata #2minutebeachclean kepada orang-orang di seluruh dunia.

Easy Green Living –  oleh Valerina Daniel

Buku menjadi media komunikasi yang memudahkan orangtua untuk mengenalkan gaya hidup hijau pada anak. Pada buku ini mengenalkan anak  dengan tajuk Easy Green Living yang  berisi kiat yang bisa dilakukan mulai dari diri sendiri dan di rumah untuk menyelamatkan bumi dan kisah inspiratif duta lingkungan.

Novel Anak Seri Mata – oleh Okky Madasari

Buku yang terdiri dari  Mata di Tanah Melus, Mata dan Rahasia Pulau Gapi dan Mata dan Manusia Laut, membawa pembaca untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak mengeksploitasi alam semena-mena.  Penggambaran menarik tokoh Matara dalam mempertahankan warisan sejarah yang akan digusur untuk dibangun pusat perbelanjaan dan sejenisnya juga menjadi bagian yang menari dalam seri ini.

Enjoy Life with Eco-Life –  Oleh Darhamsyah

Buku yang membawa pembahasan tentang lingkungan hidup dengan perspektif yang lebih ringan. Di mana menghadirkan  ulasan tentang apa yang disebut dengan kecerdasan lingkungan. Tak hanya itu, buku ini pula memberi inspirasi dan solusi keren  bagaimana menjaga lingkungan dan memanen kebahagiaan di baliknya.

Dengan buku kita akan membuka jendela dunia serta peduli dengan kehidupan lingkungan hidup masa depan dunia. (admin/dnx)

Penyelenggaraan Bank Sampah serta Payung Regulasinya

environesia.co.id – Sebagai salah satu cara untuk menjawab permasalahan lingkungan hidup adalah dengan menyelenggarakan program Bank Sampah. Di mana Bank Sampah adalah fasilitas untuk mengelola Sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle), sebagai sarana edukasi, perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, dan pelaksanaan Ekonomi Sirkular, yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat, badan usaha, dan/atau pemerintah daerah.

Pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No  14 Tahun  2021 Tentang Penyelenggaraan Bank Sampah merupakan regulasi yang memayungi penyelenggraan Bank Sampah. Oleh karena itu, dengan adanya regulasi yang dibuat akan memberikan kemudahan masyarakat dan pemerintah sendiri dalam menyelenggarajan program Bank Sampah sebagai wujud pembangunan di bidang lingkungan hidup.

Pada penyelenggaraan bank sampah sendiri dilakukan oleh Pemerintah baik pusat dan  daerah kemudian oleh masyarakat dapat membentuk penyelenggaraan Bank Sampah itu sendiri.Selain dari pada itu terdapat dua jenis penyelenggaraan Bank Sampah, yaitu Bank Sampah Unit dan Bank Sampah  Induk.

Bank Sampah Unit yang selanjutnya disingkat BSU adalah Bank Sampah yang area pelayanannya mencakup wilayah administratif setingkat rukun tetangga, rukun warga, kelurahan, atau desa/sebutan lainnya. Pada jenis ini pengelolaan dapat dilakukan oleh kelompok masyarakat di tingkatan kecil secara swadaya dengan pembinaan oleh pemerintrah daerah setempat.

Bank Sampah Induk yang selanjutnya disingkat BSI adalah Bank Sampah yang area pelayanannya mencakup wilayah administratif kabupaten/kota. Berbeda ddengan BSU, pengelolaan BSI dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk mengelola dengan memberikan ke masyarakat yang lebih luas khususnya di tingkatan daerah.

Penyelenggaraan Bank Sampah juga dapat dilakukan dengan cara kemitraan yang berupa kerja sama antara masyarakat, badan usaha dengan pemerintah daerah disertai pembinaan dan pengembangan oleh pemerintah daerah dengan  memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan’

Ada pun sampah yang dikelola oleh bank sampah adalah sampah rumah tangga yang berupa sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik . Kemudian sampah sejenis sampah rumah tangga yang berupa sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya.

Penyelenggaraan Bank Sampah juga harus memenuhi persyaratan yang berlaku seperti antara lain; Pengelolaan Sampah; fasilitas Bank Sampah; dan tata kelola Bank Sampah itu sendiri. (admin/dnx)

Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air

environesia.co.id – Salah satu aspek penting dalam pengelolaan lingkungan hidup yaitu Perlindungan  dan Pengelolaan Mutu Air. Pada pengertiannya didefinisikan sebagai upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk menjaga kualitas air melalui perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hukum. Dasar hukum yang digunakan disini mengacu Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Perlindungan dan pengelolaan mutu air  sendiri dilakukan terhadap air yang berada di dalam Badan Air. Sedangkan badan air yang dimaksud sendiri adalah  sungai, anak sungai, dan sejenisnya; danau dan sejenisnya yang berupa Tempat limpasan air permukaan dan/atau pada aliran air tanah yang berkumpul pada suatu titik yang nisbi lebih rendah daripada wilayah sekitarnya, baik secara alami maupun buatan ; kemudian yaitu rawa dan lahan basah lainnya berupa  wadah air beserta air dan daya air yang terkandung di dalamnya, tergenang secara terus-menerus atau musiman, terbentuk secara alami di lahan yang relatif datar atau cekung dengan endapan mineral atau gambut dan ditumbuhi vegetasi yang merupakan suatu ekosistem; serta selanjutany yaitu akuifer yang merupakan lapisan batuan jenuh air tanah yang dapat menyimpan dan meneruskan air tanah dalam jumlah cukup dan ekonomis..

Pada pendekatan dalam penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan air terdiri dari dalam berbagai bentuk kondisi antara lain berupa ;

DAS (Daerah Aliran Sungai) yang merupakan Suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami; yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

CAT (Cekungan Air Tanah) yaitu  suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung serta pada  ekosistem air itu sendiri.

Perencanaan Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air sebagaimana dimaksud sebelumnya dilaksanakan melalui  inventarisasi Badan Air; kemudian penyusunan dan penetapan Baku Mutu Air; selanjutnya dilakukan  perhitungan dan penetapan alokasi beban pencemar air;  serta melakukan penyusunan dan penetapan rencana Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air. (admin/dnx)

Sekilas Penetapan Limbah B3 Pada PP No 22 tahun 2021

environesia.co.id  – Pengelolaan  limbah  bahan berbahaya dan beracun (B3) wajib dilakukan oleh setiap masyarakat atau instansi yang menghasilkan limbah B3 tersebut dalam beragam aktivitasnya. Hal tersebut tercantum dalam  Pasal 276 Peraturan Pemerintah no 22 Tahun 2021 Tentang Persetujuan Lingkungan.

Penetapan limbah B 3 berdasarkan karakter limbah B3 itu sendiri antara lain seperti mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, korosif dan beracun. Jika didasarkan pada uji karakteristik identifikasi limbah B3 maka ibagi dalam 3 kategori seperti; kategori 1 yang merupakan Limbah B3 yang berdampak akut dan langsung terhadap manusia dan dapat- dipastikan akan berdampak negatif terhadap Lingkungan Hidup.  Kemudian pada kategori 2 merupakan Limbah B3 yang mengandung B3 di mana memiliki efek tunda (delayed effect), dan berdampak tidak langsung terhadap manusia dan Lingkungan Hidup serta memiliki toksisitas subkronis atau kronis. Serta yang terakhir limbah Non B3 yang merupakan sisa suatu Usaha dan/atau Kegiatan yang tidak menunjukkan karakteristik Limbah B3.

Proses penetapan limbah B3 dilakukan melalui uji karakteristik pada limbah B3 tersebut. Pada kategori 1 ditetapkan beracun jika dilakukan uji TCLP ( Toxicity Characteristic Leaching Procedure) menunjukan hasil konsentrasi zat pencemar melebihi dari kadar yang tercantum pada kolom TCLP A Lampiran XI PP No 22 Tahun 2021. Kemudian pada Uji Toksikologi LD50 lebih kecil dari atau sama  dengan 50 mg/kg  (lima puluh miligram per kilogram)  berat badan hewan  uji.

Pada limbah B3 Kategori 2  ditetapkan beracun jika dilakukan uji TCLP ( Toxicity Characteristic Leaching Procedure) menunjukan hasil konsentrasi zat pencemar lebih kecil dari kadar yang tercantum pada kolom TCLP-A dan merriliki konsentiasi zat pencemar lebih besar dari konsentrasi zat pencemar pada kolom TCLP-B pada Lampiran XI PP No 22 Tahun 2021. Kemudian pada uji Toksikologi LD50 lebih besar dari 50 mg/kg  (lima puluh miligram per kilogram) berat badan hewan  uji dan lebih kecii dari atau sama dengan 5000 mg/kg (lima ribu miligramper kilogram).

Pada tahapan evaluasi oleh tim ahli lmbah B3 melakukan i identifikasi dan analisis terhadap hasil uji karakteristik Limbah, proses produksi pada usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan Limbah, bahan baku dan/atau bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi. (dnx/admin)

Environesia Career Opportunity

environesia.co.id – Environesia Global Saraya membuka lowongan pekerjaan kesempatan berkarir bagi putra-putri terbaik untuk berkarya bersama dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Kesempatan karir di konsultan lingkungan ini sebagai langkah Environesia untuk melangkahkan perjalanan kedepan yang lebih jauh lagi sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia.

Budaya kerja yang ramah akan generasi muda khususnya generasi milenial dan generasi Z merupakan ciri dari Environesia yang hadir perusahaan konsultan lingkungan dengan budaya barunya. Walaupun diisi oleh para milenial, jangkauan pekerjaan atau proyek yang dikerjakan oleh Environesia menyebar di 33 Propinsi se Indonesia dan didukung oleh tenaga ahli di bidang lingkungan hidup yang telah berpengalaman. Berbagai pihak baik swasta, pemerintah dan BUMN telah mempercayakan Environesia sebagai mitra di bidang konsultasi jasa terkait lingkungan.

Oleh karena itu para kandidat  The New Environesia Crew untuk mempersiapkan yang terbaik dalam kesempatan ini.

Operational Consultant

Operational Consultant merupakan tim inti dari pengembangan bisnis Environesia yang bertanggung jawab akan seluruh operasional berbagai proyek konsultasi lingkungan di seluruh Indonesia.

Siapa saja yang dapat bergabung dengan Operasional Consultant?
· Lulusan Sarjana (S1) dari semua bidang jurusan
· Memiliki minimal 1 tahun pengalaman dalam pembuatan dokumen lingkungan seperti AMDAL, UKL-UPL, DELH dll
· Memiliki orientasi terhadap detil, terorganisir, berdedikasi tinggi dan bertanggungjawab
· Memiliki kemampuan berkomunikasi, berkepribadian yang baik serta mampi mengelola pekerjaan dengan baik
· Terbuka bagi fresh graduate

Marketing & Development Services

MDS Team merupakan tim yang mengelola prospek, pendaftaran, penawaran, pengawasan tender dan negosiasi di berbagai bidang proyek Environesia.

Siapa saja yang dapat bergabung dengan MDS?
· Lulusan Sarjana (S1) dari semua bidang jurusan
· Memiliki minimal 1 tahun pengalaman pekerjaan
· Mampu menyusun dokumen dan melakukan kegiatan administrasi lainnya
· Berorientasi terhadap detil, terorganisir, berdedikasi tinggi dan bertanggungjawab
· Memiliki pengetahuan tentang proses tender
· Memiliki kemampuan berkomunikasi, berkepribadian yang baik serta mampi mengelola pekerjaan dengan baik
· Terbuka bagi fresh graduate

Lamaran lamaran beserta dokumen pendukung berupa CV, KTP, Ijazah, Transkip Nilai, Sertifikat dan Pas foto terbaru 4×6 ke email : career@egs.co.id dengan tenggat waktu 22 April 2022.

Operasional Environesia Selama Ramadan 1443

environesia.co.id, Sleman – Memasuki masa bulan suci Ramadan 1443, Environesia Company Group melakukan penyesuaian jam opersional pelaksanaan kantor. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kondusifitas operasional dan aktivitas di lingkungan kerja Environesia Company Group dan khususnya di PT Environesia Global Saraya. Selain dari pada itu, penyesuaian jam pekerjaan juga manjadikan Ramadan sebagai bulan penuh rahmat dengan segala kemuliaannya.

Opersional kantor Environesia Company Group selama bulan Ramadan 1443 sebagai berikut; untuk hari operasional kantor tidak ada perubahan signifikan seperti biasa, yaitu pada hari Senin-Jumat dan hari libur pada hari Sabtu dan Ahad. Untuk jam opersional kantor terdapat perubahn di mana yang sebelumnya berlangsung pada pukul 08.00-17.00 WIB (Waktu Indonesia Barat), selama bulan Ramadan 1443 berubah menjadi jam 09.00-16.00 WIB. Pada tanggal yang di mana terdapat Hari besar atau tanggal merah, maka operasional kantor diliburkan sebagaimana mestinya. Layanan di luar jam operasional kantor seperti proyek yang sedang berjalan dapat menyesuaikan oleh penanggungjawab pekerjaan masing-masing yang telah dikomunikasikan sebelumnya.

Demikian perubahan waktu operasional di lingkungan kerja Environesia Company Group yang telah ditetapkan. Semoga di bulan Ramadan 1443 H dapat memberikan keberkahan bagi kita semuanya yang selalu senantiasa berkarya untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. (admin/dnx).

Konsultansi Publik Dalam Proses Persetujuan Lingkungan

environesia.co.id – Konsultasi Publik adalah kegiatan berbentuk komunikasi dua arah yang dilakukan secara pasif dan/atau aktif untuk meminta pandangan dari masyarakat, berlangsung  pada tahapan persetujuan lingkungan. Pada konsultasi publik masyarakat yang terkena dampak langsung memiliki kesempatan untuk memberikan saran, pendapat dan tanggapan atas rencana usaha dan/kegiatan

Masyarakat yang perlu dilibatkan dalam konsultasi public antara lain kelompok masyarakat rentan (vulnerable groups) yaitu masyarakat rentan seperti anak, perempuan, penyandang disabilitas, pekerja migran, masyarakat adat, kelompok minoritas (kerumpunbangsaan, etnis, kebahasaan, minoritas keagamaan) dan lain-lain (terdiri dari orang dengan diferensiasi orientasi seksual dan orang-orang dengan penyakit tertentu.

Selain dari pada itu, perlu pula dilibatkan masyarakat-masyarakat adat (indigenous people) yang merupakan kelompok masyarakat yang memiliki sejarah asal-usul dan menempati wilayah adat secara turun-temurun. Masyarakat Adat memiliki kedaulatan atas tanah dan kekayaan alam, kehidupan sosial-budaya yang diatur oleh hukum adat, dan lembaga adat yang mempertahankan keberlanjutan kehidupan masyarakat Adat sebagai komunitas adat. Selain dari pada itu, pelibatan juga harus dilaksanakan pada kelompok laki-laki dan kelompok perempuan dengan  memperhatikan kesetaraan gender

Pada pelaksanaan konsultasi public, terdapat  beberapa metode yang dapat digunakan, antara lain; lokakarya, serninar,  focus group discussion temu warga forum dengar pendapat.

Pemrakarsa atau pemilik usaha dan/kegiatan wajib menyampaikan pada konsultasi public antara lain; deskripsi rencana Usaha dan/atau Kegiatan dampak potensial yang akan timbul dari identifikasi awal penanggung jawab Usaha dan/ Kegiatan meliputi penurunan kualitas air permukaan, penurunan kualitas Udara Ambien, Kerusakan Lingkungan, keresahan masyarakat, gangguan lalu Iintas, gangguan kesehatan  masyarakat, kesempatan kerja, dan peluang berusaha; dan yang terakhir komponen lingkungan yang akan terkena dampak dari rencana Usaha dan/atau Kegiatan. (admin/dnx)

Due Diligence PT PLN UIP Kalimantan Bagian Barat

environesia.co.id, Sleman – Menindaklanjuti proyek pekerjaan Penyusunan Laporan  dan Pelaporan Pelaksanaan UKL-UPL di Provinsi Kalimantan Barat, PT Environesia Global Saraya  melakukan pelaksanaan due diligence (uji kelayakan) bersama PT PLN UIP (Unit Induk Pembangunan) Kalimantan Bagian Barat di ruang meeting Grha Environesia, Sleman pada selasa pagi (22/3).

Disambut oleh tim dari Marketing & Development Services, tim dari PTL PLN (UIP) Kalimantan Bagian Barat hadir di Grha Environesia untuk melaksanakan kegiatan Due Diligence.

Agenda due Diligence yang dimulai pada 09.15 dan berakhir pada pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat berjalan dengan lancar.

Tim dari PT PLN UIP Kalimantan Bagian Barat ketika berkesan kala berkunjung di Grha Environesia karena suasana kantor yang nyaman. Tak hanya itu, kesigapan dan persiapan tim dari Environesia terkait agenda tersebut.

Kebanggaan bagi Environesia menerima kunjungan dari berbagai pihak untuk datang ke Grha Environesia untuk menjajaki kerjasama di berbagai bisnis yang dibidangi oleh Environesia.

Pengumuman Rencana Usaha

Pada Proses Persetujuan Lingkungan (Penyusunan Amdal)

environesia.co.id – Pada proses persetujuan lingkungan salah satu langkah yang wajib dilakukan adalah penting yang wajib dilakukan adalah melakukan pengumuman rencana akan Kegiatan dan/Usaha kepada masyarakat/. Langkah tersebut merupakan bagian dari pelibatan masyarakat dalam proses persetujuan lingkungan termasuk didalamnya penyusunan dokumen lingkungan seperti Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup).

Pada saat mengumumkan rencana kegiatan dan/usaha, Penanggung jawab Usaha dan/atau Kegiatan tersebut wajib menyampaikan informasi secara ringkas, benar, dan tepat mengenai apa nama dan alamat penanggung jawab dari rencana, jenis rencana kegiatan dan/usaha, jumlah dari skala, besaran dari rencana, dan lokasi rencana kegiatan dan/usaha tersebut.

Selain dari itu, para penanggung jawab diwajibkan pula menyampaikan bagaimana dampak potensial terhadap lingkungan yang akan timbul dad konsep umum pengendalian Dampak Lingkungan Hidup; selanjutnya kapan tanggal pengumuman mulai dipasang dan batas waktu penyampaian saran, pendapat, dan tanggapan dari masyarakat, serta yang terakhir apa nama dan alamat penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang menerima saran, pendapat, dan tanggapan dari masyarakat.

Pada alur Pengumuman rencana Usaha dan/atau Kegiatan, yang memuat informasi penanggung jawab kegiatan dan/usaha dapat memanfaat berbagai saluran seperti media massa, pengumuman pada lokasi Usaha dan/atau Kegiatan.

Selain media yang diwajibkan pada informasi sebelumnya rencana usaha dan/kegiatan dapat memanfaatkan melalui media cetak seperti brosur, pamflet, atau spanduk; dapat juga memanfaatkan media elektronik melalui televisi, laman, jejaring sosial, pesan elektronik, dan/atau radio, tak hanya itu, penanggungjawab juga dapat menggunakan papan pengumuman di instansi Lingkungan hidup dan instansi yang membidangi Usaha dan/atau kegiatan pada setiap tingkatan serta media lain yang dapat digunakan sebagai sarana mengumumkan usaha atau kegiatan yang direncanakan. (admin/dnx)

Penyelenggaran KLHS

environesia.co.id – KLHS sendiri merupakan  Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip Pembangunan Berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/ atau Kebijakan, Rencana, dan/ atau Program. Penyelenggaraan KLHS nmengacu pada Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib membuat KLHS (kajian Lingkungan Hidup Strategis) untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan Berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau Kebijakan, Rencana, dan/ atau Program.

Bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, penyelenggaraan KLHS wajib dilaksanakan ke dalam penyusunan atau evaluasi  Rencana tata ruang wilayah beserta rencana rincinya, RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang)  nasional, RPJP daerah, RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) nasional, dan RPJM daerah; serta pada Kebijakan, Rencana, dan/ atau Program yang berpotensi menimbulkan dampak dan/ atau risiko Lingkungan Hidup

Ada pun penyelenggaraan KLHS dilakukan dengan tahapan yang pertama pembuatan dan pelaksanaan KLHS antara lain penjaminan kualitas dan pendokumentasian KLHS dan validasi KLHS itu sendiri.

Terkait mekanisme pembuatan dan pelaksanaan KLHS dilakukan melalui pengkajian pengaruh Kebijakan, Rencana, dan/atau Program terhadap kondisi Lingkungan Hidup; perumusan alternatif penyempurnaan Kebijakan, Rencana, dan/ atau Program;serta  penyusunan rekomendasi perbaikan untuk pengambilan keputusan Kebijakan, Rencana, dan/ atau Program yang mengintegrasikan prinsip Pembangunan Berkelanjutan.(admin/dnx)