Laboratorium Lingkungan Terbaik dan Terdepan

environesia.co.id – Berbicara konsultan lingkungan tak lepas juga berbicara tentang laboratorium lingkungan. Hal tersebut karena berbagai pekerjaan konsultan lingkungan perlu didukung dengan pengujian sampel tertentu yang dilakukan oleh laboratorium lingkungan. Menurut pengertiannya, laboratorium lingkungan merupakan laboratorium yang melakukan pengujian parameter Fisika, Kimia dan biologi yang sejalan dengan Undang- Undang yang berlaku dalam kerangka kerja pengelolaan lingkungan.

Secara khusus laboratorium lingkungan melakukan analisis secara baik kimia, Biologi, bakteriologis dan radiologis pada sampel lingkungan termasuk di antaranya: air minum, air permukaan, air tanah, air laut, air limbah, sedimen, ambien udara, emisi udara, limbah padat, tanah dan limbah B3.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan standar bagi laboratorium lingkungan yang ada di Indonesia. Dikutip dari standardisasi.menlhk.go.id pada laboratorium lingkungan tersebut diwajibkan  mempunyai sertifikat akreditasi laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan dan mempunyai identitas registrasi. Sertifikat akreditasi yang dimaksud adalah sertifikat akreditasi sebagai laboratorium pengujian dengan lingkup parameter kualitas lingkungan yang diterbitkan oleh KAN.

PT Environesia Global Saraya, sejak tahun 2018 telah mambangun perusahaan di bawah naungan Environesia Company Group yang bergerak di bidang laboratorium lingkungan. Perusahaan tersebut terdaftar dengan nama GreenLab dengan entitas resmi PT Greenlab Indo Global. GreenLab sendiri sebagai laboratorium lingkungan hingga saat ini telah memiliki lebih dari 400 parameter. Adanya GreenLab tak lain sebagai pendukung operasional dari berbagai pekerjaan PT Environesia Global Saraya.

GreenLab Indonesia sendiri sebagai perusahaan di bidang laboratorium  lingkungan dan hygenitas industri yang  terdepan di antara yang terbaik di Indonesia. Untuk saat ini GreenLab melayani uji kualitas air, uji kualitas limbah air, uji kualitas udara, uji kualitas tanah, uji kualitas limbah padat, uji sedimentasi, uji mikrobiologi, uji hygenitas industri, uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP).

Keunggulan dari GreenLab yaitu; hasil laporan uji laboratorium terbit pada 10 hari kerja sejak sampel diterima. Di mana GreenLab telah terakreditas oleh KAN untuk ISO/IEC 17025:2017 dengan cakupan parameter yang luas. Tak hanya itu GreenLab juga telah terdaftar sebagai Laboratorium Lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) dan memenuhi persyaratan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup S.1335/Setjen/SLK/STD.2/12/2019. (admin/dnx)

Tutup Semester I, Environesia Capai Kinerja dengan Baik

environesia.co.id, Sleman – Menutup Semester I, PT Environesia Global Saraya yang merupakan perusahaan bergerak di bidang jasa konsultansi lingkungan kembali melaksanakan Rapat Program Triwulan II pada Senin (19/7). Berdasarkan peraturan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat, pelaksanaan Rapat Program Triwulan II kali ini dilaksanakan dengan suasana yang berbeda yaitu dilaksanakan dengan cara daring. Meskipun dari, akan tetapi tidak mengurangi nilai dari agenda Rapat Program Triwulan II tersebut.

Agenda perusahaan tersebut sebagai komunikasi internal per tiga bulan ke II dalam satu tahun yang dihadiri oleh Direktur dan seluruh manajer PT Environesi Global Saraya, antara lain; Direktur Environesia Global Saraya Saprian S.T. M.Sc., Manajer Konsultan Muhammad Iqbal Gifari S.T. M.Sc., Manajer QE-HESS (Quality Excellences – Health, Environment, Safety and Security) Andi Wim Ansharullah, S.T. M.Sc., Plt Manajer HRD (Human Resource and Development) Ayudia Kumala Dewi S.E. dan Manajer Finance Ayu Ramayani, S.E.

Pada Rapat Program Triwulan II Tahun 2021 berupa monitoring sasaran perusahaan/corrective action plan, rencana program kegiatan/bussines plan di setiap departemen dan evaluasi program yang telah berjalan pada triwulan kedua atau di semester I serta dalam agenda ini pula membahas target triwulan III Juli-September 2021 dan semester II berikutnya.

Dari keterangan yang disampaikan oleh Direktur Utama bahwa pada semester I ini telah terlaksana >50% program kerja dengan baik, dengan penyesuaian metode kerja tentunya, dengan pencapaian akumulasi omzet surplus dari target total semester I 2021.

Tak hanya itu Direktur juga mengapresiasi atas kinerja tim dalam semester I 2021 ini. “Sebuah pencapaian yang yang sangat tidak mudah di tengah kondisi turbulensi separah ini. Apresiasi tertinggi untuk semua tim di semua level tanpa terkecuali!” terang Saprian.

Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan berupaya tetap menjaga kultur perusahaan, termasuk Rapat Program Triwulan tersebut. Kultur tersebut dilakukan dan dijagatak lain demi menjaga performa perusahaan untuk jalannya program yang terbaik serta mutu manajemen dan pelayanan terjamin bagi untuk internal perusahaan dan seluruh mitra kerja Environesia. (admin/dnx)

Bulan Juni, Aksi Environesia dari Sumetera hingga Nusa Tenggara

environesia.co.id – PT Environesia Global Saraya yang merupakan konsultan lingkungan pada bulan Juni 2021 ini telah menjalankan beberapa proyek yang telah ditandatangani. Konsultan lingkungan yang memiliki jangkauan layanan se Indonesia ini telah memasuki beberapa progres pekerjaan di berbagai lokasi, antara lain; Kutoarjo Jawa Tengah, Mamuju Sulawesi Barat, Bima Nusa Tenggara Barat, Lubuklinggau Sumatera Barat dan Lamandau Kalimantan Tengah.

Untuk pekerjaan di Kutoarjo tepatnya di Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah tersebut dimana merupakan Proyek Penyusunan Dokumen Lingkungan pada Rencana Pembangunan Terminal B di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pada bulan Juni ini telah dilaksanakan survey lokasi perdana pada proyek terminal tersebut.

Kemudian pada proyek selanjutnya di Mamuju, Sulawesi Barat. Pada bulan Juni ini, Environesia telah melakukan survey lokasi pertama untuk Proyek Penyusunan Dokumen Lingkungan pada Pembangunan Ruas Jalan Salubatu – Bonehau – Kalumpang – Batuisi – Batas Toraja Utara, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Jika kita ketahui sebelumnya pada bulan Januari tahun ini Mamuju dilanda gempa bumi dan hingga saat ini masih dilakukan pemulihan dan pembangunan kembali di Kota Mamuju.

Sedangkan di Bima Nusa Tenggara Barat, Environesia telah melakukan sampling lingkungan di sekitar Pelabuhan Penyebrangan Sape, Bima. Dimana pada proyek ini PT PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) “Indonesia Ferry” (Persero) sebagai pemilik proyek, mempercayakan Environesia sebagai konsultan lingkungan pada Proyek Monitoring Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup Pelabuhan Penyebrangan Sape, Kabupaten Bima,
Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan lapangan selanjutnya adalah konsultasi publik pada 2 proyek dan lokasi yang berbeda. Pada proyek yang pertama Environesia membersamai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Lubuklinggau untuk melaksanakan konsultasi publik pada Penyusunan Dokumen AMDAL pada Proyek Pembangunan Kawasan Pariwisata Terpadu Petanang , Kota Lubuklinggau, Sumatera Barat.

Di tempat lain di Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah, Environesia juga telah membersamai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamandau, untuk melaksanakan konsultasi publik dalam Penyusunan Dokumen AMDAL pada proyek pembangunan RSUD Lamandau tersebut.

Harapannya di setiap proyek yang telah dikerjakan oleh Environesia dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan negeri dan bagi masyarakat luas. Environesia telag berkomitmen akan memberikan pelayanan terbaik sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia. (admin/dnx)

Mengenal dan Memahami Apa Itu KLHS

environesia.co.id – Apabila berbicara tentang KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) maka tak sefamiliar di telinga publik jika dibandingkan dengan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Hal tersebut dikarenakan masifnya pemberitaan tentang AMDAL pada suatu proyek tertentu di berbagai berita media massa baik lokal mau pun nasional. Tetapi sangat perlu juga publik mengetahui berbagai regulasi lingkungan yang ada termasuk juga salah satunya KLHS tersebut.

Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009 yang dimaksud KLHS adalah serangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.

lihat alur penyusunan KLHS

Kebijakan pemberlakuan KLHS tersebut ditujukan untuk memastikan penerapan pembangunan yang berkelanjutan pada suatu wilayah atau pada program pemerintahan. Pada eksekusinya, KLHS wajib tertuang pada RTRW suatu wilayah propinsi, kota atau pun kabupaten dan juga pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), dan Rencana Pembangunan Jangka Menengan (RPJM) nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Eksekusi penyusunan KLHS pada Pemerintah merupakan implementasi regulasi pada pasal 15UU 32/2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dimana mewajibkan pelaksanaan KLHS, yang berbunyi;

“Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.”

Oleh karena itu, sebagaimana klausul pasal tersebut kewajiban Pemerintah membuat KLHS sebagai hulu kebijakan pembangunan agar pembangunan tersebut tetap pada prinsip berkelanjutan pada lingkungan hidup

Jika kita merujuk pada Pasal 16 UU 32/2009 , dokumen KLHS tersebut ditujukan sebagai kajian yang memuat antara lain: a) kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan; b) perkiraan mengenai dampak dan risiko lingkungan hidup; c) kinerja layanan/jasa ekosistem; d) efisiensi pemanfaatan sumber daya alam; e) tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim; dan f) tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati.

baca juga partisipasi publik dalam penyusunan KLHS I & partisipasi publik dalam penyusunan KLHS II

Perbedaan mendasar antara KLHS dan AMDAL terletak pada ruang lingkupnya itu sendiri. Jika AMDAL sebagai hilir kebijakan pembangunan dengan pendekatan reaktif untuk mengevaluasi dan identifikasi dampak lingkungan. Sedangkan KLHS merupakan hulu kebijakan dengan pendekatan pro aktif untuk evaluasi konsekuensi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Penyusunan KLHS sendiri dapat dilakukan bersama pihak Konsultan Lingkungan yang berpengalaman dengan Tenaga Ahli yang berkompeten. Environesia sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia telah berpengalaman dalam penyusunan dokumen-dokumen lingkungan termasuk di antaranya KLHS, AMDAL, UKL-UPL serta pemantauan lingkungan dan dokumen untuk regulasi lingkungan lain. Pengalaman yang telah dikerjakan Environesia tersebut menjangkau seluruh pelosok Nusantara dari Sabang sampai Merauke di 33 Provinsi se Indonesia. (admin/dnx).

Halim, Abdul. KLHS, Kewajiban Pemerintah Untuk Lingkungan. (2017) diterbitkan di www.mongabay.co.id

ICEL. Kajian Lingkungan Hidup Strategis. (2020). Diterbitkan di icel.or.id

Satar, Musnanda. Apa sih Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) itu?. (2012) Diterbitkan di musnanda.com

Fatimah, Endrawati. KLHS Sebagai Salah Satu Filter Menuju Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan. Diterbitkan di sil.ui.ac.id

5 Tahun Environesia, Siap Berkompetisi Global

environesia.co.id, Sleman – Bertepatan bulan Ramadan, Environesia dengan entitas PT Environesia Global Saraya merayakan hari jadi ke 5 tahun pada Senin petang (3/5) dengan agenda 5 Years Anniversary Environesia Global Saraya & Iftar Environesia Company Group bertempat di Manohara Hotel, Sleman, D.I. Yogyakarta.  Pada agenda tersebut dihadiri oleh seluruh keluarga besar Environesia Company Group.

Dalam agenda tersebut Direktur Environesia, Saprian S.T, M.Sc. menyampaikan bahwa di dalam bisnis terdapat masa-masa sulit di tahun pertama masa membangun, tahun ke 2 sampai ke 3 adalah masa-masa. Bisnis pada tahun ke 3 atau ke 5 akan ada goncangan. Hal tersebut disebabkan dengan adanya sistem perusahaan yang semakin kompleks, personalia tim yang semakin bertambah dan permintaan pelayanan dari klien semakin tinggi.

Direktur Environesia tersebut memaparkan bahwa di usia ke 5 tahun, eksistensi Environesia semakin diperhitungkan. Ia menambahkan dalam perjalan sampai usia 5 tahun, Environesia telah banyak melewati gesekan dan berbagai konflik, dibalik konflik semua itu sebagai proses perusahaan untuk siap berkompetisi secara global. “Adanya gesekan, adanya konflik adalah tanda bahwa perusahaan sudah siap bertarung di kompetisi global.” Ungkap Saprian.

Tak hanya itu di depan seluruh keluarga Environesia Company Group yang hadir pada agenda 5 Years Anniversary Environesia Global Saraya & Iftar Environesia Company Group, CEO Environesia Company Group tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada semua yang telah tergabung di keluarga Environesia.

“Selamat kepada rekan-rekan semua karena dapat bergabung menjadi keluarga Environesia Company Group. Environesia Global Saraya adalah cikal bakal dari lahirnya perusahaan-perusahaan kita selanjutanya. Ada Bikin.co, ada GreenLab, ada Cita Rasa (red Kangen Jogja) itu adalah satu entitas kita semua.” Tutur Saprian.

Saprian S.T., M.Sc. – CEO Environesia Company Group/Direktur PT Environesia Global Saraya

Kedepannya, Environesia akan menginisiasi Holding Company yang akan menaungi seluruh entitas perusahaan yang ada di Environesia Company Group. Oleh karena itu, antara satu entitas perusahaan dengan perusahaan dapat menguatkan koneksi satu sama lain. Hal tersebut dikatakan sangat penting karena sebagai penguat relasi internal yang dibangun.

Environesia sebagai Konsultan Lingkungan telah berdiri sejak 3 Mei 2016 di Sleman, D.I Yogyakarta. Saat ini memasuki usia ke 5, dan telah menjadi core bisnis empat perusahaan lain di bawah naungan Environesia Company Group, antara lain; PT GreenLab Indo Global atau yang dikenal sebagai GreenLab, PT Bikin Indonesia Berdaya sebagai start up E-Commerce dikenal dengan Bikin.co, PT Citarasa Global Nusa sebagai produsen Bakpia Kukus Kangen Jogja.

Di Usia ke 5 tahun ini pula Environesia telah memiliki jangkauan pekerjaan di seluruh wilayah Nusantara dari Sabang hingga Merauke di 32 provinsi se Indonesia. Kedepannya pada tahun 2025 Environesia sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia. (admin/dnx)

Rapat Program Triwulan Environesia Perdana Di 2021

Environesia.co.id, Sleman – PT Environesia Global Saraya di penghujung bulan Maret melaksanakan Rapat Program Triwulan I Tahun 2021 pada Selasa (30/3) di Ruang Meeting Grha Environesia, Sleman. Agenda perusahaan konsultan lingkungan tersebut sebagai komunikasi internal per tiga bulan dalam satu tahun yang dihadiri oleh Direktur dan seluruh manajer PT Environesi Global Saraya.

Hadir dalam Rapat Program Triwulan I Tahun 2021 ini antara lain; Direktur Environesia Global Saraya Saprian S.T. M.Sc., Manajer Konsultan Muhammad Iqbal Gifari S.T. M.Sc., Manajer QE-HESS (Quality Excellences – Health, Environment, Safety and Security) Andi Wim Ansharullah, S.T. M.Sc., Plt Manajer HRD (Human Resource and Development) Ayudia Kumala Dewi S.E. dan Manajer Finance Ayu Ramayani, S.E.

Pembahasan dalam Rapat Program Triwulan I Tahun 2021 berupa monitoring sasaran perusahaan/corrective action plan, rencana program kegiatan/bussines plan di setiap departemen dan evaluasi program yang telah berjalan pada triwulan pertama serta dalam agenda ini pula membahas target triwulan II April-Juni 2021 berikutnya.

Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan berupaya tetap menjaga kultur perusahaan, termasuk Rapat Program Triwulan tersebut. Kultur tersebut dilakukan dan dijagatak lain demi menjaga performa perusahaan untuk jalannya program yang terbaik serta mutu manajemen dan pelayanan terjamin bagi untuk internal perusahaan dan seluruh mitra kerja Environesia. (admin/dnx)

Environesia Teken Kontrak SKPT Moa: Dukung Kemajuan Kemaritiman Indonesia

environesia.co.id, Jakarta – PT Environesia Global Saraya Environesia sebagai konsultan lingkungan yang diwakilkan langsung oleh Direktur Saprian S.T. M.Sc. bersama Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan diwakilkan oleh Ir. Suharyanto, S.T. M.Sc.  telah menandatangani kontrak untuk proyek Penyusunan Dokumen Izin Lingkungan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Moa pada Rabu (17/3) di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Saprian sebagai Direktur Environesia mengungkapkan kebahagiaannya dengan turut sertanya Environesia dalam proyek ini. Direktur Environesia tersebut juga berharap dengan hadirnya proyek SKPT Moa tersebut dapat memberikan dampak positif untuk kemajuan Indonesia sebagai negara maritim.

“In Shaa Allah dengan terbangunnya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Moa ini akan akan turut mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional dengan memanfaatkan sumber daya kelautan untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.” Ungkap Saprian.

Proyek SKPT Moa ini dibawahi langsung oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, dimana dalam pendanaannya merupakan hibah dari The Japan International Cooperation Agency (JICA), Jepang.

Proyek tersebut yang dilaksanakan di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, Propinisi Maluku. Latar belakang proyek ini diturunkan langsung dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, untuk “Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.” Dimana sasaran dari proyek ini tak lain merupakan sasaran dari pembangunan kelautan tersebut diantaranya termanfaatkannya sumber daya kelautan untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.

Upaya pengembangan SKPT tidak semata-mata bergantung pada penguatan sektor hulu atau pasokan bahan baku perikanan, tetapi juga pada sektor hilir yaitu sektor pengolahan seperti sarana dan prasarana pendukung, misalnya; Cold Storage  (CS) / Integrated Cold Storage (ICS), Pabrik Es, dan lain-lain, serta sistem manajemen sumber daya perikanan berkelanjutan. Untuk melakukan aksi pengembangan SKPT ini diharapkan dapat mempercepat personifikasi pulau-pulau kecil dan / atau kemandirian masyarakat daerah perbatasan.

Sebagai Konsultan Lingkungan, Environesia berkomitmen untuk mendukung pembangunan Indonesia khususnya di bidang maritim dalam pengembangan proyek ini, dengan memberikan pelayanan terbaik dan profesional. Hadirnya profesionalitas dan pelayanan terbaik meneguhkan bahwa Environesia sebagai “The Leading Company for Environmental Consulting Services in Indonesia.” (admin/dnx)

Raker 2021: Environesia Company Group Kejar Target

environesia.co.id, Sleman – Mengawali tahun 2021, tiga perusahaan di bawah naungan Environesia Company Group yang terdiri dari PT Envronesia Global Saraya, PT Greenlab Indo Global dan PT Bikin Indonesia Berdaya melaksanakan agenda Rapat Kerja 2021 bertempat di Hotel The Manohara, pada Jumat-Sabtu (22-23/01/21). Rapat Kerja 2021 Environesia Company Group mengusung jargon “in turning the visible into the best”, dimana agenda ini merupakan agenda tahunan, dimana masing-masing entitas bisnis menyampaikan capaian pada tahun sebelumnya dan target pada satu tahun kedepannya.

Saprian S.T, M.Sc. sebagai CEO Environesia Company Group mengungkapkan harapanya akan tercapainya goals atau sasaran yang telah ditetapkan oleh masing-masing entitas bisnis yang ada di bawah naungan Environesia Company Group.

Tak hanya itu, Saprian menambahkan untuk 2021 ini menargetkan pada entitas-entitas bisnis tersebut untuk settle (red: mandiri) lebih cepat dari blue print yang telah ditetapkan. Sehingga dapat segera mungkin mandiri dan memberikan manfaat tidak hanya pada tim, tetapi juga kepada publik yang bersentuhan dengan bisnis yang tergabung pada Environesia Company Group.

PT Environesia Global Saraya sebagai entitas utama bisnis Environesia Company Group yang bergerak di bidang konsultasi lingkungan, pada Rapat Kerja 2021 ini menargetkan pada target besar EGS 2021 yang utama.

Sebagai manajer konsultan, Muhammad Iqbal Gifari menyampaikan bahwa Environesia akan tetap mencapai target omzet, lalu diikuti dengan perbaikan mutu produk (red: dokumen) sehingga citra Environesia semakin baik dimata nasional sebagai konsultan lingkungan.

Perusahaan dari Environesia Company Group yang bergerak di bidang Laboratorium Lingkungan,  PT Greenlab Indo Global atau GreenLab menyambut hangat pelaksanaan Rapat Kerja tahun 2021 ini. Iman Ferisendy sebagai direktur berharap di tahun ini semakin padunya sinergitas yang dibangun antar entitas bisnis di lingkungan Environesia Company Group dan tentunya juga terus melakukan beberapa penjajakan kerjasama di berbagai lembaga/instasi pemerintah maupun swasta.

Direktur GreenLab yang kerap disapa Eris tersebut mengungkapkan target Greenlab di tahun 2021 ini secara umum sesuai dengan apa yang sudah kita susun pada saat Rapat Kerja baik di level internal Greenlab sendiri dan dilevel holding. Eris menambahkan secara khusus target Greenlab di tahun ini fokus untuk proses penambahan ruang lingkup akreditasi, terus menjaga kualitas layanan dan mutu pengujian sehingga terjaganya kepuasan pelanggan yang optimal.

Senada dengan 2 perusahaan sebelumnya, Fauzan Madani sebagai Direktur PT Bikin Indonesia Berdaya atau Bikin.co pada Raker 2021 ini memiliki harapan kepada tim Bikin.co agar memiliki perencanaan yang matang sehingga dapat bersinergi dalam mencapai hasil terbaik. Tak hanya itu, entitas binis Environesia yang bergerak di bidang marketplace konveksi ini, ingin berusaha mampu untuk memberikan dampak sosial ekonomi positif bagi mitra produsen industri kreatif di Indonesia.

Fauzan menambahkan, pada 2021 bikin.co memiliki target peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan teknologi sehingga dapat melayani lebih banyak pelanggan serta meningkatkan kepuasan pelanggan bikin.co.

Secara garis besar jajaran direksi Environesia Companya Group berpesan kepada seluruh pihak khususnya internal di setiap perusahaan untuk tetap bersama-sama dalam memajukan seluruh entitas bisnis naungan Environesia Company Group. Kedepannya, dengan perusahaan-perusahaan tersebut bisa saling berkarya hingga membangun prestasi bagi nusa dan bangsa Indonesia. (Admin/dnx)