RKL-RPL: Salah Satu Unsur Amdal

environesia.co.id – Salah satu dokumen yang dikerjakan oleh konsultan lingkungan dimana termasuk unsur penting dari dokumen Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), yaitu dokumen tentang pemantauan dan pengelolaan lingkungan kemdudian yang disebut dengan dokumen RKL-RPL (Rencana Pengelolaan Lingkungan- Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup). Dokumen tersebut wajib dilaporkan secara berkala dalam rentang waktu tertentu.

Dari Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perli N Du Ngan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Rencana Pengelolaan Lingkungan yang selanjutnya disingkat dengan RKL adalah upaya penanganan dampak terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan. Sedangkan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup yang  selanjutnya disingkat dengan RPL adalah upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwasanya RKL-RPL dan Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL) merupakan bagian dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Berdasarkan PP No 22 Tahun 2021 Pasal 49 ayat (6) poin F angka 6 pula, bahwasanya pada  RKL-RPL wajib disampaikan secara berkala setiap 6 bulan sekali. Hal ini yang menandakan bahwasanya RKL-RPL merupakan dokumen yang sangat penting, khususnya bagi pemrakarsa kegiatan, usaha yang membutuhkan dokumen Amdal.

Adanya dokumen RKL-RPL sendiri bermaksud sebagai rencana pengelolaan dampak penting agar dampak yang ditimbulkan proyek dapat memenuhi ketentuan baku mutu lingkungan dan / atau meminimalisasi kerusakan lingkungan sehingga dapat menghindari kemungkinan timbulnya dampak penting yang akan dapat berkembang menjadi isu lingkungan atau isu sosial yang merugikan berbagai pihak yang berkepentingan.

Selain dari pada itu, RKL-RPL juga sebagai rencana pemantauan dampak penting guna mengetahui efektivitas hasil pengelolaan lingkungan sehingga dapat menjadi dasar evaluasi dan penyusunan rencana tindak lanjut untuk menyempurnakan pengelolaan lingkungan secara terus menerus. (admin/dnx)

DPLH, Pernah Dengar?

environesia.co.id – Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup atau DPLH adalah dokumen yang memuat pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang dikenakan bagi usaha dan/atau kegiatan yang sudah beroperasi dan memiliki izin usaha, tetapi belum memiliki UKL-UPL. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 22 tahun 2021 memuat pengertian DPLH adalah dokumen evaluasi dampak tidak penting pada Lingkungan Hidup terhadap Usaha dan/atau Kegiatan ,yang terah berjalan untuk digunakan sebagai instrumen perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Jenis usaha yang wajib memiliki DPLH adalah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012 yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Daftar Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup atau Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup.

Di awal tahun 2017, Pemerintah melakukan pembinaan kembali dan himbauan kepada usaha/kegiatan yang sudah eksisting tetapi belum memiliki dokumen UKL-UPL untuk membuat dokumen lingkungan hidup berupa DPLH. Hal tersebut ditandai dengan diterbitkannya dua Surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang penyusunan DELH/DPLH, yaitu :

1. S.541/MENLHK/SETJEN/PLA.4/12/2016 tentang Perintah membuat DELH/DPLH untuk gedung Pemerintah/Pemerintah Daerah, gedung milik TNI, Polri, Kementerian dan non Kementerian, tanggal 28 Desember 2016. dan

2. SE.7/MENLHK/SETJEN/PLA.4/12/2016 tentang Kewajiban Memiliki Dokumen Lingkungan Hidup Bagi Orang Perseorangan Atau Badan Usaha Yang Telah Memiliki Izin Usaha dan/atau Kegiatan, tanggal 28 Desember 2016 yang ditujukan kepada kegiatan swasta yang sudah eksisting.

Sebagai salah satu dokumen lingkungan yang penting, Environesia sebagai konsultan lingkungan dapat membantu berbagai pihak dalam penyusunan DPLH, baik untuk Pemerintahan, BUMN maupun kegiatan yang dilakukan oleh pihak swasta. Tak hanya itu, layanan penyusunan DPLH maupun dokumen lingkungan lain tersebut juga dapat dilayani di seluruh Indonesia. (admin/dnx)

Pulau Sangihe: Rumah Flora Fauna di Utara Nusantara

Pulau Sangihe

environesia.co.id – Isu dimana keluanya izin tambang emas di Pulau Sangihe menjadi perbincangan masyarakat khususnya di lini media sosial di kalangan warganet Indonesia. Perbincangan tersebut tak lepas dari isu lingkungan di Pulau Sangihe jika tambang emas tersebut tetap berjalan. Ramainya perbincangan tersebut membuat publik penasaran tentang Pulau Sangihe itu sendiri.

Pulau Sangihe merupakan Pulau utama dari gugusan Kepulauan Sangihe. Secara administasi Pulau Sangihe terletak di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Pulau Sangihe juga merupakan lokasi bagi Kota Tahun yang merupakan Ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kondisi geografis Pulau ini tepat utara Pulau Sulawesi dan berbatasan langsung dengan negara Filipina. Pulau Sangihe sendiri terletak di jalur cincin api pasifik dimana wilayah ini sangat rawan terjadi gempa bumi dan tsunami.

Pulau Sangihe memiliki kondisi alam yang sangat indah  yang dihiasi oleh keanekaragaman flora dan fauna. Di Pulau tersebut khususnya di Hutan Lindung Gunung Sahendaruman terdapat sekitar 70 spesies pohon dari 32 famili semuanya termasuk dalam kelas magnolioopsida (dikotil), divisi magnoliophyta (tumbuhan berbunga).

Tak hanya itu Pulau Sangihe juga merupakan rumah bagi berbagai burung endemik langka yang dilindungi, seperti burung seriwang sangihe, burung serindit sangihe, burung udang sangihe, burung kacamata sangihe, burung anis bentet sangihe serta berbagai kehidupan hewani lain di dalamnya.

Pemandangan alam di Pulau Sangihe pun tak kalah indahnya. Pantai Embuhanga dengan hamparan pasir landai yang luas serta dihiasi dengan lambaian nyiru kelapa terlihat sangat indah. Pantai-pantai di Pulau tersebut dan di pulau sekitarnya juga melengkapi keindahan Kepulauan Sangihe tersebut. Tak sekedar Pemandangan di Pantai, pemandangan alam dari puncak Pusunge Lenganeng tampak keindahan Kota Tahunan dari atas.

Keindahan yang terdapat di Pulau Sangihe merupakan anugrah tuhan yang semestinya kita jaga dan kita lestarikan untuk kehidupan anak cucu kita kelak. Pulau Sangihe merupakan salah satu aset berharga bagi bangsa Indonesia yang memiliki berjuta keindahan lainnya. Pembangunan yang baik, dimana harus semestinya merencanakan pembangunan yang berkelanjutan dimana sangat memperhatikan aspek lingkungan. (admin/dnx)