Jurusan Strata 1 dengan Subyek Lingkungan

environesia.co.id – Impian berkarir sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup, salah satu mewujudkannya dengan menempuh pendidikan khususnya pada Strata 1 dengan subyek lingkungan. Perlu diketahui, di Indonesia terdapat berbagai jurusan perkuliahan dengan topik lingkungan yang sekilas mirip akan tetapi berbeda.

Berikut informasi tentang jurusan perkuliahan yang mana memiliki subyek atau topik lingkungan yang terdaftar di Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Jurusan-jurusan tersebut antara lain:

Ilmu Lingkungan

Program studi yang masih baru termasuk jurusan dalam rumpun ilmu murni, hanya terdapat di 10 Kampus se Indonesia, baik negeri atau pun swasta. Pada jurusan ini memiliki mata kuliah seperti fisika lingkungan, biologi lingkungan, kimia Lingkungan, Sosiologi lingkungan, Manajemen lingkungan dan sebagainya. Lulusan pada program studi ini, lulusannya bergelar akademik “S.Ling.” Ada pun kampus yang menyelenggarakan jurusan atau program studi ini adalah Universitas Sebelas Maret (UNS),  Univeristas Negeri Semaran (UNNES, Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Madiun dan sebagainya.

Teknik Lingkungan

Salah satu Program studi rumpun teknik  yang cukup popular. Sebelumnya program studi ini merupakan salah satu konsentrasi dari jurusan teknik sipil.  Pada program studi ini membahas tentang teknik dan pengaplikasiannya pada lingkungan dan regulasi lingkungan. Kini banyak kampus yang menyelenggarakan jurusan ini. Mata kuliah yang terdapat pada program studi ini seperti Pemodelan lingkungan Pengelolaan limbah B3 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Manajemen Lingkungan dan sebagainya. Lulusan pada program studi ini menyandang gelar “S.T.” Sedangkan kampus yang menyelanggarakan perkuliahan pada program studi ini antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Univeristas Diponegoro (UNDIP), Univeristas Indonesia (UI), Univeristas Brawijaya (UNIBRAW), Univeristas Islam Indonesia (UII), Universitas Trisakti, Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) dan sebagainya.

Kesehatan Lingkungan

Program studi ini seblumnya merupakan bagian dari program studi kesehatan masyarakat, dengan konsentrasi kesehatan lingkungan. Berkembangnya kajian dan studi kesehatan lingkungan, kini prodi ini telah berdiri sebagai program studi tersendiri. Pada jurusan ini mempelajari interaksi dinamis berbagai pajanan atau agen lingkungan melalui wahana udara, air, limbah, makanan dan minuman, vektor atau binatang pembawa penyakit, dan manusia di lingkungan hidup. Mata kuliah pada program studi ini seperti Ekologi kesehatan, Penyakit berbasis lingkungan, Pencemaran udara dan kesehatan, Epidemologi kesehatan. Lulusan program ini bergelar akademik “S.KL/S.Kes.” Ada pun kampus yang menyelenggarakan perkuliah program studi ini seperti  Universitas Indonesias (UI), Universitas Sriwijaya (UNSRI), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Politeknik Kesehatan (Poltekkes) di bawah naungan Kementerian Kesehatan dan sebagainya.

Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan

Program studi rumpun teknik  membahas tentang teknik dan rekayasa pada pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan. Pada program studi ini memiliki mata kuliah seperti, Bangunan Pengolahan Air, Manajemen Infrastruktur, Perancana Instalasi Pengolahan Limbah Cair, Pengelolaan Lingkungan Air Terpadu dan sebagainya. Lulusan program studi ini bergelar akademik layaknya gelar akademik untuk lulusan teknik dan rekayasa lain yaitu  “S.T”. Sedangkan kampus yang menyelenggarakan perkuliahan ini seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Katolik Soegijapranata dan sebagainya.

Geografi Lingkungan

Program studi ini membahas tentang ilmu geografi dan ilmu lingkungan, ketrampilannya serta memanfaatkan konsep-konsep Geografi Manusia, Geografi Umum, dan Geografi Fisik Lingkungan dengan baik sesuai ruang dan waktu. Memiliki mata kuliah seperti Ekologi dan Ilmu Lingkungan Hydrometeorologi, Geografi Urban, Degradasi lingkungan dan sebagainya. Lulusan ini bergelar layaknya lulusan sarjana sains murni yaitu “S.Si.” Sedangkan Universitas Gadjah Mada merupakan kampus satu-satunya yang menyelenggarakan program studi ini.

Ekonomi dan Sumberdaya Lingkungan

Program studi yang mempelajari pengolahan sumberdaya dan lingkungan dari perspektif teori ekonomi serta mengkaji dampaknya terhadap masyarakat terhadap tiga bidang keilmuan yang dikembangkan yaitu Ekonomi Pertanian, Ekonomi Sumberdaya, dan Ekonomi Lingkungan. Mata kuliah pada program studi ini seperti Ekonomi Lingkungan, Ekonomi Sumberdaya Lahan, Analisis Neraca Sumberdaya Alam dan sebagainya. Lulusan pada program studi ini bergelar “S.E.” Sedangkan kampus yang menyelenggarakan perkuliahan program studi ini hanya Institut Pertanian Bogor (IPB).

Itulah, beberapa program studi dengan topik dan subyek lingkungan yang terdapat di Indonesia. Selain jurusan-jurusan tersebut masih terdapat jurusan lain yang memiliki subyek lingkungan. Beragam pembahasan kajian studi lingkungan dari berbagai sudut pandang pendekatan multidisiplin memberikan warna dalam kajian lingkungan. (admin/dnx)

Pulau Sangihe: Rumah Flora Fauna di Utara Nusantara

Pulau Sangihe

environesia.co.id – Isu dimana keluanya izin tambang emas di Pulau Sangihe menjadi perbincangan masyarakat khususnya di lini media sosial di kalangan warganet Indonesia. Perbincangan tersebut tak lepas dari isu lingkungan di Pulau Sangihe jika tambang emas tersebut tetap berjalan. Ramainya perbincangan tersebut membuat publik penasaran tentang Pulau Sangihe itu sendiri.

Pulau Sangihe merupakan Pulau utama dari gugusan Kepulauan Sangihe. Secara administasi Pulau Sangihe terletak di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Pulau Sangihe juga merupakan lokasi bagi Kota Tahun yang merupakan Ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kondisi geografis Pulau ini tepat utara Pulau Sulawesi dan berbatasan langsung dengan negara Filipina. Pulau Sangihe sendiri terletak di jalur cincin api pasifik dimana wilayah ini sangat rawan terjadi gempa bumi dan tsunami.

Pulau Sangihe memiliki kondisi alam yang sangat indah  yang dihiasi oleh keanekaragaman flora dan fauna. Di Pulau tersebut khususnya di Hutan Lindung Gunung Sahendaruman terdapat sekitar 70 spesies pohon dari 32 famili semuanya termasuk dalam kelas magnolioopsida (dikotil), divisi magnoliophyta (tumbuhan berbunga).

Tak hanya itu Pulau Sangihe juga merupakan rumah bagi berbagai burung endemik langka yang dilindungi, seperti burung seriwang sangihe, burung serindit sangihe, burung udang sangihe, burung kacamata sangihe, burung anis bentet sangihe serta berbagai kehidupan hewani lain di dalamnya.

Pemandangan alam di Pulau Sangihe pun tak kalah indahnya. Pantai Embuhanga dengan hamparan pasir landai yang luas serta dihiasi dengan lambaian nyiru kelapa terlihat sangat indah. Pantai-pantai di Pulau tersebut dan di pulau sekitarnya juga melengkapi keindahan Kepulauan Sangihe tersebut. Tak sekedar Pemandangan di Pantai, pemandangan alam dari puncak Pusunge Lenganeng tampak keindahan Kota Tahunan dari atas.

Keindahan yang terdapat di Pulau Sangihe merupakan anugrah tuhan yang semestinya kita jaga dan kita lestarikan untuk kehidupan anak cucu kita kelak. Pulau Sangihe merupakan salah satu aset berharga bagi bangsa Indonesia yang memiliki berjuta keindahan lainnya. Pembangunan yang baik, dimana harus semestinya merencanakan pembangunan yang berkelanjutan dimana sangat memperhatikan aspek lingkungan. (admin/dnx)

Proyek di Provinsi ke 33, Kontribusi Pemulihan Pasca Gempa

environesia.co.id, Mamuju – PT Environesia Global Saraya sebagai konsultan lingkungan diwakili langsung Direktur Saprian S.T. M.Sc. menandatangani kontrak kerjasama bersama Dinas Pekerajaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat untuk pengerjaan Penyusunan Dokumen Lingkungan pada Pembangunan Jalan Ruas Salubatu – Bonehau – Kalumpang – Batuisi – Batas Toraja Utara, Kabupaten Mamuju pada Rabu (2/5).

Proyek tersebut menjadi proyek perdana di Provinsi Sulawesi Barat dan menjadikan Provinsi Sulawesi Barat sebagai provinsi ke 33 pada jangkauan kerja Environesia se Indonesia. Hal ini memberikan kebanggaan bagi Environesia karena telah dipercaya sebagai mitra Pemerintah Daerah setempat dalam proses pemulihan pembangunan pasca gempa yang terjadi pada 5 bulan yang lalu.

“Alhamdulillah sebuah kehormatan tersendiri turut terlibat dalam percepatan pembangunan provinsi sulawesi barat dan pemulihan pasca bencana.” Tutur Direktur.

Sebelumnya salah satu staff Environesia mengalami kejadian yang menarik pada pembuktian dokumen pra kualifikasi di Kota Mamuju tersebut. Dimana kondisi Kota Mamuju saat itu dalam proses pemulihan pasca gempa pada 5 bulan yang lalu tepatnya pada 24 Januari 2021. Sehingga pada kegiatan pembuktian dokumen pra kualifikasi tersebut dilakukan di bawah tenda darurat, Hal tersebut tidak terkira di benak staff yang diterjunkan ke lokasi tersebut.

Dari keterangan yang diterbitkan oleh Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat, menerangkan tujuan penyusunan dokumen lingkungan tersebut sebagai identifikasi rencana kegiatan yang akan dilakukan terutama dimana berpotensi menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; serta identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting.

Tak hanya itu tujuan dokumen lingkungan tersebut juga sebagai prakiraan dan evaluasi rencana kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup dan juga sebagai proses penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup pendukung berupa Kerangka Acuan (KA), Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).

Serta dalam proses tersebut di lapangan sebagai bahan informasi kepada masyarakat mengenai dampak yang mungkin timbul dari pelaksanaan Pembangunan Ruas Jalan Salubatu – Bonehau – Kalumpang – Batuisi – Batas Toraja Utara Kab. Mamuju. (admin/dnx)

3 Tahun GreenLab dengan Pencapaian Sangat Cepat

environesia.co.id, Sleman – PT Greenlab Indo Global (Greenlab) pada Jumat pagi (26/3) merayakan ulang tahun perusahaan untuk ke 3 tahun. Perayaan Anniversary 3 tahun GreenLab tersebut dilakukan syukuran sederhana dengan pemotongan Nasi Tumpeng yang dihadiri oleh seluruh crew Environesia Company Group di halaman depan Grha Environesia, Sleman.

Iman Ferisendy S.T. M.Sc yang kerap disapa Eris sebagai Direktur GreenLab mengungkapkan kebanggaannya akan tim dari GreenLab  yang telah bersama-sama membangun GreenLab yang usianya sangat muda. Tak hanya itu Eris merasa bahwa di usianya yang muda bagaikan bayi yang berumur 3 tahun.

“GreenLab yang berusia 3 tahun ini, seperti bayi. Kalau kita lihat bayi umurnya tiga tahun itu baru bisa lari, terkadang lambat terkadang terlalu cepat dan disini dapat dikatakan GreenLab berlari terlalu cepat.” Tutur Eris.

Pencapaian yang telah diraih oleh GreenLab tak lain karena sistem manajemen mutu dan kualitas pelayanan yang terjamin. Salah satu upaya tersebut dengan dilakukannya asesmen  survailen 1, verifikasi lapangan serta penambahan ruang lingkup pada pedoman standar ISO 17025:2017 yang akan dilakukan pada bulan april ini.

GreenLab sebagai Laboratorium Lingkungan dengan waktu tiga tahun telah memiliki persebaran pekerjaan se Nusantara merupakan prestasi yang luar biasa. Maka dari itu kualitas mutu yang telah dimiliki, perlu dijaga serta ditingkatkan sehingga lebih baik, disampaikan oleh Komisaris GreenLab Andi Wim Ansharullah, S.T. M.Sc.

Kebanggaan juga diungkapkan oleh Saprian S.T. M.Sc. sebagai Komisaris Utama GreenLab yang juga sebagai CEO Environesia Company Group.  Kebanggaan tersebut atas pencapaian GreenLab dengan usia yang sangat beliau telah menghasilkan pencapaian-pencapaian besar.

“Salah satu anak perusahaan kita, PT Greenlab Indo Global hari ini menginjakan usia yang ketiga. Di umur yang ke tiga tahun harusnya ada banyak hal yang perlu kita syukuri. Pencapaian-pencapaian besar bahkan dapat dikatakan ini terlalu prematur (red: terlalu cepat). Jadi pencapaian yang belum saatnya kalau di periode normal. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih atas hasil yang dicapai tentunya bukan hanya dari segelintir orang tapi seluruh tim yang bekerja.” Ujar Saprian.

Usia yang muda GreenLab sebagai Laboratorium Lingkungan telah menjangkau layanan di seluruh pelosok Nusantara. Untuk menjaga kualitas mutu sendiri, GreenLab telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015, ISO 14001:2014 dan ISO 45001: 2018 dari British Standard Institution, serta ISO 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional. Untuk layanan laboratorium sendiri, GreenLab memberikan layanan 10 Hari kerja kepada customer. (admin/dnx)

Raker 2021: Environesia Company Group Kejar Target

environesia.co.id, Sleman – Mengawali tahun 2021, tiga perusahaan di bawah naungan Environesia Company Group yang terdiri dari PT Envronesia Global Saraya, PT Greenlab Indo Global dan PT Bikin Indonesia Berdaya melaksanakan agenda Rapat Kerja 2021 bertempat di Hotel The Manohara, pada Jumat-Sabtu (22-23/01/21). Rapat Kerja 2021 Environesia Company Group mengusung jargon “in turning the visible into the best”, dimana agenda ini merupakan agenda tahunan, dimana masing-masing entitas bisnis menyampaikan capaian pada tahun sebelumnya dan target pada satu tahun kedepannya.

Saprian S.T, M.Sc. sebagai CEO Environesia Company Group mengungkapkan harapanya akan tercapainya goals atau sasaran yang telah ditetapkan oleh masing-masing entitas bisnis yang ada di bawah naungan Environesia Company Group.

Tak hanya itu, Saprian menambahkan untuk 2021 ini menargetkan pada entitas-entitas bisnis tersebut untuk settle (red: mandiri) lebih cepat dari blue print yang telah ditetapkan. Sehingga dapat segera mungkin mandiri dan memberikan manfaat tidak hanya pada tim, tetapi juga kepada publik yang bersentuhan dengan bisnis yang tergabung pada Environesia Company Group.

PT Environesia Global Saraya sebagai entitas utama bisnis Environesia Company Group yang bergerak di bidang konsultasi lingkungan, pada Rapat Kerja 2021 ini menargetkan pada target besar EGS 2021 yang utama.

Sebagai manajer konsultan, Muhammad Iqbal Gifari menyampaikan bahwa Environesia akan tetap mencapai target omzet, lalu diikuti dengan perbaikan mutu produk (red: dokumen) sehingga citra Environesia semakin baik dimata nasional sebagai konsultan lingkungan.

Perusahaan dari Environesia Company Group yang bergerak di bidang Laboratorium Lingkungan,  PT Greenlab Indo Global atau GreenLab menyambut hangat pelaksanaan Rapat Kerja tahun 2021 ini. Iman Ferisendy sebagai direktur berharap di tahun ini semakin padunya sinergitas yang dibangun antar entitas bisnis di lingkungan Environesia Company Group dan tentunya juga terus melakukan beberapa penjajakan kerjasama di berbagai lembaga/instasi pemerintah maupun swasta.

Direktur GreenLab yang kerap disapa Eris tersebut mengungkapkan target Greenlab di tahun 2021 ini secara umum sesuai dengan apa yang sudah kita susun pada saat Rapat Kerja baik di level internal Greenlab sendiri dan dilevel holding. Eris menambahkan secara khusus target Greenlab di tahun ini fokus untuk proses penambahan ruang lingkup akreditasi, terus menjaga kualitas layanan dan mutu pengujian sehingga terjaganya kepuasan pelanggan yang optimal.

Senada dengan 2 perusahaan sebelumnya, Fauzan Madani sebagai Direktur PT Bikin Indonesia Berdaya atau Bikin.co pada Raker 2021 ini memiliki harapan kepada tim Bikin.co agar memiliki perencanaan yang matang sehingga dapat bersinergi dalam mencapai hasil terbaik. Tak hanya itu, entitas binis Environesia yang bergerak di bidang marketplace konveksi ini, ingin berusaha mampu untuk memberikan dampak sosial ekonomi positif bagi mitra produsen industri kreatif di Indonesia.

Fauzan menambahkan, pada 2021 bikin.co memiliki target peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan teknologi sehingga dapat melayani lebih banyak pelanggan serta meningkatkan kepuasan pelanggan bikin.co.

Secara garis besar jajaran direksi Environesia Companya Group berpesan kepada seluruh pihak khususnya internal di setiap perusahaan untuk tetap bersama-sama dalam memajukan seluruh entitas bisnis naungan Environesia Company Group. Kedepannya, dengan perusahaan-perusahaan tersebut bisa saling berkarya hingga membangun prestasi bagi nusa dan bangsa Indonesia. (Admin/dnx)