Baca Buku Ini! Untuk Kamu Yang Peduli Lingkungan

environesia.co.id – Kepedulian kita terhadap lingkungan hidup dapat kita perluas atau kita menularkan dengan berbagai cara. Salah satu cara untuk kita menumbuhkan rasa kepedulian kita terhadap lingkungan hidup dengan menambah wawasan bacaan kita dengan berbagai buku bacaan bertemakan lingkungan. Mengutip artikel yang ditulis oleh Zakiyatur Rosidah pada laman klik hijau, berikut buku rekomendasi bertemakan lingkungan.

How to Give Up Plastic: A Guide to Saving the World, One Plastic Bottle at a Time – Oleh Will McCallum

Will McCallum yang merupakan seorang aktivis lingkungan di mana ia mendedikasikan diri untuk melestarikan lautan dan alam dengan menjalani gaya hidup tanpa limbah yang ramah lingkungan. Buku yang ia tulis ini menyajikan data yang rumit namun relevan mengenai dampak pencemaran plastik pada saluran air dunia dan menginspirasi pembaca untuk #BreakFreeFromPlastic

More. Plastic.: What you can do to make a difference – the #2minutesolution – oleh Martin Dorey

Martin Dorey sendiri adalah pakar anti-plastik, di mana ia berupaya untuk menyelamatkan pantai kita dari plastik sekira 10 tahun terakhir. Dorey adalah penggagas Beach Clean Foundation dan selalu melakukan seruan global untuk senjata #2minutebeachclean kepada orang-orang di seluruh dunia.

Easy Green Living –  oleh Valerina Daniel

Buku menjadi media komunikasi yang memudahkan orangtua untuk mengenalkan gaya hidup hijau pada anak. Pada buku ini mengenalkan anak  dengan tajuk Easy Green Living yang  berisi kiat yang bisa dilakukan mulai dari diri sendiri dan di rumah untuk menyelamatkan bumi dan kisah inspiratif duta lingkungan.

Novel Anak Seri Mata – oleh Okky Madasari

Buku yang terdiri dari  Mata di Tanah Melus, Mata dan Rahasia Pulau Gapi dan Mata dan Manusia Laut, membawa pembaca untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak mengeksploitasi alam semena-mena.  Penggambaran menarik tokoh Matara dalam mempertahankan warisan sejarah yang akan digusur untuk dibangun pusat perbelanjaan dan sejenisnya juga menjadi bagian yang menari dalam seri ini.

Enjoy Life with Eco-Life –  Oleh Darhamsyah

Buku yang membawa pembahasan tentang lingkungan hidup dengan perspektif yang lebih ringan. Di mana menghadirkan  ulasan tentang apa yang disebut dengan kecerdasan lingkungan. Tak hanya itu, buku ini pula memberi inspirasi dan solusi keren  bagaimana menjaga lingkungan dan memanen kebahagiaan di baliknya.

Dengan buku kita akan membuka jendela dunia serta peduli dengan kehidupan lingkungan hidup masa depan dunia. (admin/dnx)

Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air

environesia.co.id – Salah satu aspek penting dalam pengelolaan lingkungan hidup yaitu Perlindungan  dan Pengelolaan Mutu Air. Pada pengertiannya didefinisikan sebagai upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk menjaga kualitas air melalui perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hukum. Dasar hukum yang digunakan disini mengacu Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Perlindungan dan pengelolaan mutu air  sendiri dilakukan terhadap air yang berada di dalam Badan Air. Sedangkan badan air yang dimaksud sendiri adalah  sungai, anak sungai, dan sejenisnya; danau dan sejenisnya yang berupa Tempat limpasan air permukaan dan/atau pada aliran air tanah yang berkumpul pada suatu titik yang nisbi lebih rendah daripada wilayah sekitarnya, baik secara alami maupun buatan ; kemudian yaitu rawa dan lahan basah lainnya berupa  wadah air beserta air dan daya air yang terkandung di dalamnya, tergenang secara terus-menerus atau musiman, terbentuk secara alami di lahan yang relatif datar atau cekung dengan endapan mineral atau gambut dan ditumbuhi vegetasi yang merupakan suatu ekosistem; serta selanjutany yaitu akuifer yang merupakan lapisan batuan jenuh air tanah yang dapat menyimpan dan meneruskan air tanah dalam jumlah cukup dan ekonomis..

Pada pendekatan dalam penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan air terdiri dari dalam berbagai bentuk kondisi antara lain berupa ;

DAS (Daerah Aliran Sungai) yang merupakan Suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami; yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

CAT (Cekungan Air Tanah) yaitu  suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung serta pada  ekosistem air itu sendiri.

Perencanaan Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air sebagaimana dimaksud sebelumnya dilaksanakan melalui  inventarisasi Badan Air; kemudian penyusunan dan penetapan Baku Mutu Air; selanjutnya dilakukan  perhitungan dan penetapan alokasi beban pencemar air;  serta melakukan penyusunan dan penetapan rencana Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air. (admin/dnx)

Operasional Environesia Selama Ramadan 1443

environesia.co.id, Sleman – Memasuki masa bulan suci Ramadan 1443, Environesia Company Group melakukan penyesuaian jam opersional pelaksanaan kantor. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kondusifitas operasional dan aktivitas di lingkungan kerja Environesia Company Group dan khususnya di PT Environesia Global Saraya. Selain dari pada itu, penyesuaian jam pekerjaan juga manjadikan Ramadan sebagai bulan penuh rahmat dengan segala kemuliaannya.

Opersional kantor Environesia Company Group selama bulan Ramadan 1443 sebagai berikut; untuk hari operasional kantor tidak ada perubahan signifikan seperti biasa, yaitu pada hari Senin-Jumat dan hari libur pada hari Sabtu dan Ahad. Untuk jam opersional kantor terdapat perubahn di mana yang sebelumnya berlangsung pada pukul 08.00-17.00 WIB (Waktu Indonesia Barat), selama bulan Ramadan 1443 berubah menjadi jam 09.00-16.00 WIB. Pada tanggal yang di mana terdapat Hari besar atau tanggal merah, maka operasional kantor diliburkan sebagaimana mestinya. Layanan di luar jam operasional kantor seperti proyek yang sedang berjalan dapat menyesuaikan oleh penanggungjawab pekerjaan masing-masing yang telah dikomunikasikan sebelumnya.

Demikian perubahan waktu operasional di lingkungan kerja Environesia Company Group yang telah ditetapkan. Semoga di bulan Ramadan 1443 H dapat memberikan keberkahan bagi kita semuanya yang selalu senantiasa berkarya untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. (admin/dnx).

Konsultansi Publik Dalam Proses Persetujuan Lingkungan

environesia.co.id – Konsultasi Publik adalah kegiatan berbentuk komunikasi dua arah yang dilakukan secara pasif dan/atau aktif untuk meminta pandangan dari masyarakat, berlangsung  pada tahapan persetujuan lingkungan. Pada konsultasi publik masyarakat yang terkena dampak langsung memiliki kesempatan untuk memberikan saran, pendapat dan tanggapan atas rencana usaha dan/kegiatan

Masyarakat yang perlu dilibatkan dalam konsultasi public antara lain kelompok masyarakat rentan (vulnerable groups) yaitu masyarakat rentan seperti anak, perempuan, penyandang disabilitas, pekerja migran, masyarakat adat, kelompok minoritas (kerumpunbangsaan, etnis, kebahasaan, minoritas keagamaan) dan lain-lain (terdiri dari orang dengan diferensiasi orientasi seksual dan orang-orang dengan penyakit tertentu.

Selain dari pada itu, perlu pula dilibatkan masyarakat-masyarakat adat (indigenous people) yang merupakan kelompok masyarakat yang memiliki sejarah asal-usul dan menempati wilayah adat secara turun-temurun. Masyarakat Adat memiliki kedaulatan atas tanah dan kekayaan alam, kehidupan sosial-budaya yang diatur oleh hukum adat, dan lembaga adat yang mempertahankan keberlanjutan kehidupan masyarakat Adat sebagai komunitas adat. Selain dari pada itu, pelibatan juga harus dilaksanakan pada kelompok laki-laki dan kelompok perempuan dengan  memperhatikan kesetaraan gender

Pada pelaksanaan konsultasi public, terdapat  beberapa metode yang dapat digunakan, antara lain; lokakarya, serninar,  focus group discussion temu warga forum dengar pendapat.

Pemrakarsa atau pemilik usaha dan/kegiatan wajib menyampaikan pada konsultasi public antara lain; deskripsi rencana Usaha dan/atau Kegiatan dampak potensial yang akan timbul dari identifikasi awal penanggung jawab Usaha dan/ Kegiatan meliputi penurunan kualitas air permukaan, penurunan kualitas Udara Ambien, Kerusakan Lingkungan, keresahan masyarakat, gangguan lalu Iintas, gangguan kesehatan  masyarakat, kesempatan kerja, dan peluang berusaha; dan yang terakhir komponen lingkungan yang akan terkena dampak dari rencana Usaha dan/atau Kegiatan. (admin/dnx)

Penyusunan Amdal Oleh Konsultan Lingkungan Environesia

environesia.co.id – Sebagai perusahaan konsultan lingkungan di mana salah satu layanannya berupa penyusunan dokumen Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), PT Environesia Global Saraya telah mendapatkan pengesahan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusun Amdal (LPJP) dengan No: 001/LPJP/AMDAL-I/LRK/KLHK sejak tahun 2018.

Selain dari pada itu, PT Environesia Global Saraya didukung oleh Tenaga Ahli  dari berbagai bidang dengan kualifikasi dan jam terbang pengalaman yang tinggi. Tenaga ahli tersebut merupakan lulusan Sarjana-Doktor dari Perguruan Tinggi Ternama di Indonesia.

Pada tahun 2021, 32% dari seluruh total pekerjaan merupakan proyek penyusunan dokumen Amdal di berbagai pendekatan studi, usaha dan/ kegiatan. Terlebih, portofolion pekerjaan penyusunan dokumen Amdal yang dilakukan oleh Environesia tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua. Pekerjaan atau proyek tersebut datang dari berbagai kalangan mitra baik Pemerintahan baik pusat dan daerah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) serta dari perusahaan swasta nasional.

Secara mutu, Environesia telah teruji dengan tersertifikasinya sistem manajemen terpadu, antara lain sertifikasi Sistem Manajemen Terpadu yang terdiri atas ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan dan ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja oleh British Standars Institution.

Untuk pengalaman dalam penyusunan Amdal khususnya terbagi dalam berbagai jenis pendekatan studi, Environesia telah berpengalaman dalam penyusunan di semua jenis pendekatan studi, antara lain;

Pendekatan Studi Amdal Terpadu atau dikenal juga Amdal Multisektor, merupakan Analisis mengenai dampak lingkungan hidup yang terpadu yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan melibatkan kewenangan lebih dari satu usaha dan/kegitan dimana juga lebih dari satu instansi yang bertanggung jawab. Sebagai contoh Amdal Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Labang, Prov. Kalimantan Utara oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan  Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Pada proyek PLBN Labang terdapat lebih dari satu usaha dan/kegiatan seperti pembangunan jalan raya, pemukiman, perkantoran dan sebagainya. Dimana dalam proyek PLBN Labang tersebut di bawah Kementerian PUPR dan BNPP.

Pendekatan Studi Amdal Kawasan, merupakan Analisis mengenai dampak lingkungan hidup yang diperuntuhkan lebih dari satu usaha atau kegiatan dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan menyangkut kewenangan satu instansi yang bertanggung jawab. Sebagaimana contoh Amdal Bakauheni Harbour City, Prov Lampung oleh  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Pada proyek Bakauheni Harbour City terdapat berbagai usaha dan kegiatan seperti pelabuhan, hotel, fasilitas pariwisata dan sebagainya dimana semuanya di bawah satu pihak yang bertanggung jawab yaitu PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Sebagaimana contoh pendekatan studi amdal dihadirkan sebelumnya, masing-masing merupakan pekerjaan yang telah dan sedang dikerjakan oleh PT Environesia Global Saraya. Maka dari itu, dapat diambil kesimpulan bahwa Environesia telah berpengalaman dalam penyusunan berbagai pendekatan studi amdal serta berbagai jenis usaha dan kegiatan. (admin/dnx)

Pendekatan Studi Amdal

environesia.co.id – Amdal atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup berdasarkan Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup merupakan kajian dampak penting pada lingkungan hidup dari suatu usaha atau/dan kegiatan yang direncanakan untuk digunakan sebagai prasyarat pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan serta termuat dalam Perizinan Berusaha, atau persetujuan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

Pada Pasal 22 regulasi yang sama, disebutkan bahwasanya dalam penyusunan Amdal berdasarkan penanggung jawab dan kegiatan dan/ usaha, pendekatan studi Amdal terbagi menjadi tiga jenis antara lain;

Pendekatan Studi Amdal Tunggal, merupakan Analisis mengenai dampak lingkungan hidup yang diperuntuhkan untuk satu usaha atau kegiatan dalam satu kesatuan hamparan ekosistem yang melibatkan satu instansi yang bertanggung jawab. Sebagai contoh Amdal Pembangunan Gedung Perkuliahan Politeknik Negeri Bengkalis, merupakan satu kegiatan/usaha dimana di bawah satu pihak yang bertanggung jawab yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendekatan Studi Amdal Terpadu atau dikenal juga Amdal Multisektor, merupakan Analisis mengenai dampak lingkungan hidup yang terpadu yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan melibatkan kewenangan lebih dari satu usaha dan/kegitan dimana juga lebih dari satu instansi yang bertanggung jawab. Sebagai contoh Amdal Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Labang, Prov. Kalimantan Utara oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan  Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Pada proyek PLBN Labang terdapat lebih dari satu usaha dan/kegiatan seperti pembangunan jalan raya, pemukiman, perkantoran dan sebagainya. Dimana dalam proyek PLBN Labang tersebut di bawah Kementerian PUPR dan BNPP.

Pendekatan Studi Amdal Kawasan, merupakan Analisis mengenai dampak lingkungan hidup yang diperuntuhkan lebih dari satu usaha atau kegiatan dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan menyangkut kewenangan satu instansi yang bertanggung jawab. Sebagaimana contoh Amdal Bakauheni Harbour City, Prov Lampung oleh  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Pada proyek Bakauheni Harbour City terdapat berbagai usaha dan kegiatan seperti pelabuhan, hotel, fasilitas pariwisata dan sebagainya dimana semuanya di bawah satu pihak yang bertanggung jawab yaitu PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Sebagaimana contoh pendekatan studi amdal dihadirkan sebelumnya, masing-masing merupakan pekerjaan yang telah dan sedang dikerjakan oleh PT Environesia Global Saraya. Maka dari itu, dapat diambil kesimpulan bahwa Environesia telah berpengalaman dalam penyusunan berbagai pendekatan studi amdal serta berbagai jenis usaha dan kegiatan. (admin/dnx)

Detail Engineering Design (DED)

environesia.co.id – Detail Engineering Design (DED) adalah produk perencanaan (detail gambar kerja) yang dibuat konsultan perencana untuk pekerjaan bangunan sipil seperti gedung, kolam renang, jalan, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lainnya. Selain sebagai rencana gambar kerja, DED juga bisa digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan perawatan dan perbaikan sebuah gedung atau bangunan.

Proyek yang membutuhkan DED pada umumnya merupakan proyek EPC (Engineering, Procurement, dan Construction), dimana yang dimaksud EPC sendiri yaitu sistem proyek pembangunan berbasis proses dengan lingkup tanggung jawab kegiatan pada teknik, pengadaan dan bangunan yang dilaksanakan oleh suatu unit usaha atau perusahaan kontraktor.

Perusahaan Kontraktor di bidang EPC tersebut, dapat memulai pekerjaan dari tahap atau pada tahap penyusunan DED (Detail Engineering Design). Pada tahap DED sendiri merupakan bagian dari tahap FEED (FrontDetail Engineering Design). Pada proses penyusunan DED diperlukan pantauan langsung oleh pemilik konstruksi itu sendiri dan persetujuannya.

Ruang Lingkup Penyusunan DED  sendiri dari:

1) Penyusunan konsep dasar program perencanaan pembangunan melalui pendekatan dan analisis terhadap 4 (empat) aspek utama, antara lain Aspek fungsional yang memuat mengenai pendekatan pelaku kegiatan di lapangan, jenis kegiatan yang akan dilakukan, serta fungsi dan kebutuhan ruang. Aspek berikutnya yaitu, aspek teknis yang menjabarkan mengenai konsep sistem struktur dan sistem konstruksi yang akan dikembangkan di lapangan. Kemudian aspek kinerja (utilitas) yang mana menjabarkan antara lain mengenai konsep pencahayaan, penghawaan, jaringan listrik, jaringan komunikasi, pemadam kebakaran, penangkal petir, jaringan air bersih, air kotor, pengolahan limbah, pembuangan sampah, dan jaringan transportasi yang dianggap sesuai dan mendukung jika bangunan nantinya sudah berdiri dan bisa digunakan. Serta yang terkahir pada aspek arsitektura yang dilakukan untuk analisis mengenai bentuk dan penampilan bangunan, penataan ruang, serta penekanan desain yang akan dikembangkan.

2) Menyusun preliminary design berupa gambar denah bangunan dan konsep utilitasnya.

Penyusunan Dokumen DED dan Komponen-Kompenennya. Hal yang pertama kali harus dilakukan oleh Konsultan Perencana adalah identifikasi lapangan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting keadaan di lapangan serta perhitungan volume pekerjaan komponen arsitektural maupun utilitas. Kegiatan identifikasi ini menghasilkan dokumen berupa volume pekerjaan maupun metode pelaksanaan. Selanjutnya dokumen tersebut digunakan untuk merancang Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta penjadwalan kegiatan pelaksanaan pekerjaan.Detail Engineering Design (DED) bisa berupa gambar detail namun dapat dibuat lebih lengkap yang terdiri dari beberapa komponen seperti di bawah ini:

1. Gambar detail bangunan/gambar bestek, yaitu gambar desain bangunan yang dibuat lengkap untuk konstruksi yang akan dikerjakan

2. Engineer’s Estimate (EE) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB)

3. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)

4. Laporan akhir tahap perencanaan, meliputi:

laporan arsitektur; laporan perhitungan struktur termasuk laporan penyelidikan tanah (Soil Test); laporan perhitungan mekanikal dan elektrikal; laporan perhitungan IT (Informasi & Teknologi)

Untuk keterangan lebih jelasnya mengenai isi dari DED berikut ini:

Gambar detail bangunan atau bestek bisa terdiri dari gambar rencana teknis. Gambar rencana teknis ini meliputi arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal, serta tata lingkungan. Semakin baik dan lengkap gambar akan mempermudah proses pekerjaan dan mempercepat dalam penyelesaian pekerjaan konstruksi.

Rencana Anggaran Biaya atau RAB adalah perhitungan keseluruhan harga dari volume masing-masing satuan pekerjaan. RAB dibuat berdasarkan gambar. Kemudian dapat dibuat juga Daftar Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) serta spesifikasi dan harga. Susunan dari RAB nantinya akan direview, perhitungannya dikoreksi dan diupdate harganya disesuaikan dengan harga pasar sehingga dapat menjadi Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini mencakup persyaratan mutu dan kuantitas material bangunan, dimensi material bangunan, prosedur pemasangan material dan persyaratan-persyaratan lain yang wajib dipenuhi oleh penyedia pekerjaan konstruksi. RKS kemudian menjadi syarat yang harus dipenuhi penyedia sehingga dapat dimasukan ke dalam Standar Dokumen Pengadaan (SDP).

Awal 2022, Environesia Company Group Menggelar Pra Raker

environesia.co.id, Sleman – Menyambut tahun kerja 2022, tiga perusahaan di bawah naungan Environesia Company Group yaitu PT Environesia Global Saraya, PT Greenlab Indo Global dan PT Bikin Indonesia Berdaya melaksanakan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) 2022 pada Senin (10/1/22). Pelaksanaan Pra Raker 2022 tersebut bertempat di Ruang Wahyu Tumurun Hotel Grand Keysha, Sleman.

Pra Raker 2022 ini, dihadiri oleh seluruh jajaran Top Management dari ketiga perusahaan tersebut. Hadir dari PT Environesia Global Saraya yang terdiri dari Direktur Saprian S.T.,M.Sc., Consulting Manager M Iqbal Gifari S.T.,M.Sc., QE-HESS (Qualty Excelence – Health Environment Safety & Scurity) Manager Andi Wim Ansharullah S.T.,M.Sc., Finance Manager Ayu Ramayani S.E. Sementara hadir dari PT Greenlab Indo Global hadir di antaranya Direktur Iman Ferisendy S.T.,M.Sc., General Affairs Manager Dwita Subhi Ramadhani S.T.,M.Sc., Department Finance Chantika Husna Afifah S.Ak., dan Technical Manager Ullin Nur Rohmi Amd.Si. Serta hadir dari PT Bikin Indonesia Berdaya, Direktur Fauzan Madani S.T. dan Manager Marketing Achmad Feby Kusumoaji.

Pra Raker 2022 ini merupakan agenda tahunan Environesia Company Group, sebagai sarana untuk pemaparan capaian program kerja pada tahun 2021 khususnya oleh PT Greenlab Indo Global dan PT Bikin Indonesia Berdaya kepada PT Environesia Global Saraya yang merupakan holding utama Environesia Company Group.

Penyelenggaraan Pra Raker 2022 ini pula merupakan jembatan dan persiapan dalam agenda Rapat Kerja Environesia Company Group yang direncanakan penyelenggaraannya pada Jumat-Ahad (21-22/01/22) nantinya. Adanya Pra Raker dan Raker sendiri merupakan bagian dari budaya lingkungan kerja sebagai penentuan perencanaan pada proses bisnis untuk setiap tahunnya. Dengan harapan, dengan evaluasi dan perencanaan yang baik dapat menjadi jalan akan pencapaian target bisnis yang terukur untuk setahun ke depan. Nantinya Environesia Company Group menjadi grup perusahaan dengan proses bisnis yang baik dan pencapaian sesuai yang diharapkan. (amd/dnx)

PROPER 2021, 47 Perusahaan Raih Peringkat Emas

environesia.co.id, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan peringkat PROPER (Program Kinerja Penilaian Peringkat Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) periode 2020-2021, pada laman resmi yang  diterbitkan pada Selasa (28/12).

Penyerahaan PROPER khususnya pada Peringkat Emas digelar di Istana Wakil Presiden RI Jakarta. Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan oleh Kementerian LHK, penghargaan Proper Emas 2021 diserahkan langsung oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang didampingi langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Penetapan tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.1307/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2021 Tentang Hasil Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2020 – 2021 yang ditandatangani langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Berdasarkan evaluasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan terhadap 2593  perusahaan yang terdiri dari 299 jenis industri pada tahun 2021. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendapatkan hasil evaluasi yang menunjukkan tingkat ketaatan sebesar 75%.

Berikutnya, hal pemeringkatan menunjukan sebagai berikut; pada  peringkat Hitam tidak ditemukan pada Perusahaan atau nol, kemudian peringkat merah menunjukan terdapat dengan jumlah 645 perusahaan, kemudian pada peringkat biru dengan jumlah sebesar 1670 perusahaan, dan pada peringkat Hijau terdapat jumlah sebesar 186 perusahaan. Serta peringkat paling bergengsi, yaitu peringkat Emas diraih oleh sebanyak 47 perusahaan. (admin/dnx)

Pentingnya AMDAL Bagi Pembangunan

environesia.co.id – AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan memiliki peranan penting bagi pembangunan. Pembangunan sendiri tak bisa dilepaskan akan kebutuhan dan sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat secara luas. Akan tetapi pembangunan tersebut tidak boleh lepas akan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu demi menjaga prinsip yang telah ditetapkan, diperlukan aturan atau syarat khusus untuk mengidentifikasi dampak dari pembangunan kepada lingkungan hidup dengan persetujuan lingkungan.

Di Indonesia sendiri, pra syarat persetujuan lingkungan menggunakan AMDAL dan UKL-UPL sebagai paramater apakah usaha atau kegiatan tersebut layak untuk dilanjutkan dan diizinkan untuk berusaha atau berkegiatan.

Adanya AMDAL memiliki funsi yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan khususnya pada kelestarian lingkungan hidup serta kehidupan di dalamnya. Adapun Fungsi AMDAL adalah sebagai berikut;

  • Bahan perencanaan pembangunan wilayah
  • Membantu proses dalam pengambilan keputusan terhadap kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  • Memberikan masukan dalam penyusunan rancangan rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  • Memberi masukan dalam penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
  • Memberikan informasi terhadap masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan
  • Tahap pertama dari rekomendasi tentang izin usaha
  • Merupakan Scientific Document dan Legal Document
  • Izin Kelayakan Lingkungan

Selain fungsinya yang sangat strategis, adanya Amdal juga memberikan manfaat untuk juga baik untuk pemegang dan penentu kebijakan dalam hal ini pemerintah, bagi pemrakarsa atau pemiliki usaha atau kegiatan yang berkepentingan serta bagi masyarakat itu sendiri. Manfaat adanya AMDAL bagi berbagai pihak antara lain:

Bagi Pemerintah

  • Mencegah dari pencemaran dan kerusakan lingkungan.
  • Menghindarkan konflik dengan masyarakat.
  • Menjaga agar pembangunan sesuai terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan.
  • Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Bagi Pemrakarsa.

  • Menjamin adanya keberlangsungan usaha.
  • Menjadi referensi untuk peminjaman kredit.
  • Interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar untuk bukti ketaatan hukum.

Bagi Masyarakat

  • Mengetahui sejak dari awal dampak dari suatu kegiatan.
  • Melaksanakan dan menjalankan kontrol.
  • Terlibat pada proses pengambilan keputusan.

Environesia telah terbukti juga dengan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang telah dan sedang di selesaikan. Telah berjalan selama 5 tahun, Environesia hingga saat ini telah dan sedang menyelesaikan lebih dari 200 proyek di 33 Provinsi se Indonesia dengan berbagai macam mitra, baik Pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara dan Swasta. Jelas, hal ini menjadikan Environesia sebagai konsultan lingkungan atau Konsultan Amdal yang tidak perlu diragukan. (admin/dnx)