Awal 2022, Environesia Company Group Menggelar Pra Raker

environesia.co.id, Sleman – Menyambut tahun kerja 2022, tiga perusahaan di bawah naungan Environesia Company Group yaitu PT Environesia Global Saraya, PT Greenlab Indo Global dan PT Bikin Indonesia Berdaya melaksanakan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) 2022 pada Senin (10/1/22). Pelaksanaan Pra Raker 2022 tersebut bertempat di Ruang Wahyu Tumurun Hotel Grand Keysha, Sleman.

Pra Raker 2022 ini, dihadiri oleh seluruh jajaran Top Management dari ketiga perusahaan tersebut. Hadir dari PT Environesia Global Saraya yang terdiri dari Direktur Saprian S.T.,M.Sc., Consulting Manager M Iqbal Gifari S.T.,M.Sc., QE-HESS (Qualty Excelence – Health Environment Safety & Scurity) Manager Andi Wim Ansharullah S.T.,M.Sc., Finance Manager Ayu Ramayani S.E. Sementara hadir dari PT Greenlab Indo Global hadir di antaranya Direktur Iman Ferisendy S.T.,M.Sc., General Affairs Manager Dwita Subhi Ramadhani S.T.,M.Sc., Department Finance Chantika Husna Afifah S.Ak., dan Technical Manager Ullin Nur Rohmi Amd.Si. Serta hadir dari PT Bikin Indonesia Berdaya, Direktur Fauzan Madani S.T. dan Manager Marketing Achmad Feby Kusumoaji.

Pra Raker 2022 ini merupakan agenda tahunan Environesia Company Group, sebagai sarana untuk pemaparan capaian program kerja pada tahun 2021 khususnya oleh PT Greenlab Indo Global dan PT Bikin Indonesia Berdaya kepada PT Environesia Global Saraya yang merupakan holding utama Environesia Company Group.

Penyelenggaraan Pra Raker 2022 ini pula merupakan jembatan dan persiapan dalam agenda Rapat Kerja Environesia Company Group yang direncanakan penyelenggaraannya pada Jumat-Ahad (21-22/01/22) nantinya. Adanya Pra Raker dan Raker sendiri merupakan bagian dari budaya lingkungan kerja sebagai penentuan perencanaan pada proses bisnis untuk setiap tahunnya. Dengan harapan, dengan evaluasi dan perencanaan yang baik dapat menjadi jalan akan pencapaian target bisnis yang terukur untuk setahun ke depan. Nantinya Environesia Company Group menjadi grup perusahaan dengan proses bisnis yang baik dan pencapaian sesuai yang diharapkan. (amd/dnx)

PROPER 2021, 47 Perusahaan Raih Peringkat Emas

environesia.co.id, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan peringkat PROPER (Program Kinerja Penilaian Peringkat Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) periode 2020-2021, pada laman resmi yang  diterbitkan pada Selasa (28/12).

Penyerahaan PROPER khususnya pada Peringkat Emas digelar di Istana Wakil Presiden RI Jakarta. Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan oleh Kementerian LHK, penghargaan Proper Emas 2021 diserahkan langsung oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang didampingi langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Penetapan tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.1307/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2021 Tentang Hasil Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2020 – 2021 yang ditandatangani langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Berdasarkan evaluasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan terhadap 2593  perusahaan yang terdiri dari 299 jenis industri pada tahun 2021. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendapatkan hasil evaluasi yang menunjukkan tingkat ketaatan sebesar 75%.

Berikutnya, hal pemeringkatan menunjukan sebagai berikut; pada  peringkat Hitam tidak ditemukan pada Perusahaan atau nol, kemudian peringkat merah menunjukan terdapat dengan jumlah 645 perusahaan, kemudian pada peringkat biru dengan jumlah sebesar 1670 perusahaan, dan pada peringkat Hijau terdapat jumlah sebesar 186 perusahaan. Serta peringkat paling bergengsi, yaitu peringkat Emas diraih oleh sebanyak 47 perusahaan. (admin/dnx)

Pentingnya AMDAL Bagi Pembangunan

environesia.co.id – AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan memiliki peranan penting bagi pembangunan. Pembangunan sendiri tak bisa dilepaskan akan kebutuhan dan sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat secara luas. Akan tetapi pembangunan tersebut tidak boleh lepas akan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu demi menjaga prinsip yang telah ditetapkan, diperlukan aturan atau syarat khusus untuk mengidentifikasi dampak dari pembangunan kepada lingkungan hidup dengan persetujuan lingkungan.

Di Indonesia sendiri, pra syarat persetujuan lingkungan menggunakan AMDAL dan UKL-UPL sebagai paramater apakah usaha atau kegiatan tersebut layak untuk dilanjutkan dan diizinkan untuk berusaha atau berkegiatan.

Adanya AMDAL memiliki funsi yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan khususnya pada kelestarian lingkungan hidup serta kehidupan di dalamnya. Adapun Fungsi AMDAL adalah sebagai berikut;

  • Bahan perencanaan pembangunan wilayah
  • Membantu proses dalam pengambilan keputusan terhadap kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  • Memberikan masukan dalam penyusunan rancangan rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  • Memberi masukan dalam penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
  • Memberikan informasi terhadap masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan
  • Tahap pertama dari rekomendasi tentang izin usaha
  • Merupakan Scientific Document dan Legal Document
  • Izin Kelayakan Lingkungan

Selain fungsinya yang sangat strategis, adanya Amdal juga memberikan manfaat untuk juga baik untuk pemegang dan penentu kebijakan dalam hal ini pemerintah, bagi pemrakarsa atau pemiliki usaha atau kegiatan yang berkepentingan serta bagi masyarakat itu sendiri. Manfaat adanya AMDAL bagi berbagai pihak antara lain:

Bagi Pemerintah

  • Mencegah dari pencemaran dan kerusakan lingkungan.
  • Menghindarkan konflik dengan masyarakat.
  • Menjaga agar pembangunan sesuai terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan.
  • Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Bagi Pemrakarsa.

  • Menjamin adanya keberlangsungan usaha.
  • Menjadi referensi untuk peminjaman kredit.
  • Interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar untuk bukti ketaatan hukum.

Bagi Masyarakat

  • Mengetahui sejak dari awal dampak dari suatu kegiatan.
  • Melaksanakan dan menjalankan kontrol.
  • Terlibat pada proses pengambilan keputusan.

Environesia telah terbukti juga dengan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang telah dan sedang di selesaikan. Telah berjalan selama 5 tahun, Environesia hingga saat ini telah dan sedang menyelesaikan lebih dari 200 proyek di 33 Provinsi se Indonesia dengan berbagai macam mitra, baik Pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara dan Swasta. Jelas, hal ini menjadikan Environesia sebagai konsultan lingkungan atau Konsultan Amdal yang tidak perlu diragukan. (admin/dnx)

Kesempatan Karir di Konsultan Lingkungan Environesia [Tim Operasional]

environesia.co.id, Sleman – Environesia Global Saraya sebagai Konsultan Lingkungan terdepan di Indonesia membuka kesempatan berkarir bagi putra-putri terbaik di posisi Operational Consultant. lowongan kerja di konsultan lingkungan pada akhir 2021 ini sebagai langkah Environesia untuk melangkahkan perjalanan kedepan yang lebih jauh lagi sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia. Oleh karena itu para kandidat The New Environesia Crew untuk mempersiapkan yang terbaik.

Environesia sebagai Perusahaan Konsultan Lingkungan dengan budaya kerja kekinian. Bagaimana tidak, untuk saat ini semua pihak di balik layar banyak diisi para milenial dan generasi Z. Walaupun diisi oleh para milenial, jangkauan pekerjaan atau proyek yang dikerjakan oleh Environesia menyebar di 33 Propinsi se Indonesia dan didukung oleh tenaga ahli di bidang lingkungan hidup yang telah berpengalaman. Berbagai pihak baik swasta, pemerintah dan BUMN telah mempercayakan Environesia sebagai mitra di bidang konsultasi jasa terkait lingkungan.

Adapun kualifikasi untuk posisi operational consultan sebagai berikut:

  1. Pendidikan minimal sarjana dengan konsentrasi teknik sipil – transportasi, teknik kimia, teknik lingkungan, sosial, kesehatan masyarakat atau jurusan lain yang sesuai dengan bidang pekerjaan Environesia.
  2. Fresh graduate dipersilahkan untuk melamar.
  3. Memiliki perhatian terhadap detail, terorganisir dengan baik, bertanggung jawab, dan berdedikasi.
  4. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan internal atau pun eksternal khususnya kepada stakeholders, beretika baik dan mampu dalam menangani proyek.
  5. Memiliki pengetahuan terkait berbagai dokumen lingkungan seperti AMDAL, UKL UPL, DEG, DPLH dan sebagainya

Persyaratan yang dibutuhkan untuk lamaran pada posisi operational consultant:

  1. Lamaran / surat pengantar dan resume data diri
  2. Salinan ijazah dan transkip akademik, atau sertifikat pendukung menjadi nilai lebih
  3. Pas foto terbaru
  4. Video resume atau deskripsi diri kamu dan pencapaian menjadi nilai tambah

Hanya kandidat terpilih yang akan diberikan infromasi lebih lanjut,  dan seluruh lamaran akan kami jaga kerahasiaannya. Batas akhir lamaram diterima sebelum tanggal 31 Desember 2021 pukul 17.00 WIB. Lamaran dapat dilakukan melalui kolom apply pada link berikut (admin/dnx)

Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

environesia.co.id – Salah satu penyumbang dari polusi udara adalah emisi gas buang yang dihasilkan dari kendaraan bermotor, baik roda dua atau lebih yang bahan bakar fosil sebagai pembakar atau penggerak mesin kendaraan tersebut. Emisi gas buang sendiri merupakan sisa pembakaran yang terjadi di mesin pembakaran dalam alias internal combustion engine. Emisi gas buang tersebut dikeluarkan melalui knalpot alias exhaust system.

Pada emisi gas buang terdapat berbagai unsur kimia seperti  air (H2O), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), hidrokarbon (HC) dan sebagainya. Unsur kimia tersebut jika terlalu banyak tersebar menyebabkan adanya polusi udara yang mana sangat menggangu bagi lingkungan dan kesehatan makhluk hidup.

Polusi yang disebebkan oleh gas emisi buang pada kendaraan sangat berpotensi menganggu kesehatan khususnya pada manusia. Gangguan kesehatan terbut berupa kerusakan sistem pernapasan, polusi yang disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan bersifat karsinogenik atau beracun dan pada gas emisi buang tersebut jika larut dalam pernafasan sangat berbahaya bagi sistem peredaran darah

Sebagai upaya dalam meminimalisir dan mengurangi dampak negatif dari polusi yang disebabkan oleh emisi gas buang dengan membatasi produksi emisi gas buang tersebut melalui uji emisi. Pada Peraturan Menteri No. 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama  disebutkan bahwa ambang batas CO untuk mobil mesin bensin produksi di atas 2007 adalah 1,5% Vol. Sementara untuk HC ambang batasnya 200 ppm.

Uji emisi adalah sesuatu yang baru yang diperkenalkan pemerintah untuk masyarakat Indonesia terkait dengan pengecekan kondisi kendaraan untuk mengetahui tingkat kesehatan mesin dan performanya.Manfaat dari uji emisi sendiri untuk mengetahui kadar buangan dari hasil pembakaran mesin yang akan berpengaruh pada lingkungan. Tak hanya itu uji emisi juga bermanfaat untuk mengetahui ukuran kesehatan mesin kendaraan. (admin/dnx)

Polusi Cahaya Dampaknya Pada Lingkungan

environesia.co.id – Salah satu isu lingkungan popular yang banyak dibicarakan saat ini yaitu tentang adanya polusi cahaya. Jika kita pada umumnya mengenal polusi pada lungkungan yaitu berupa polusi pada lingkungan fisik, maka disini terdapat polusi non fisik yang juga sangat berpengaruh pada kondisi lingkungan. Polusi cahaya atau pencemaran cahaya sendiri merupakan kondisi dimana  cahaya yang menyala dengan jumlah berlebihan, yang disebabkan olah aktivitas atau buatan manusia, namun bisa juga berasal dari cahaya alami.

Penyebab adanya polusi cahaya dikarenakan oleh banyaknya lampu penerang jalan, lampu taman, hingga lampu yang menerangi berbagai kegiatan besar seperti konser, olahraga dan sebagainya. Jika kita melihat, polusi cahaya banyak terjadi di kota-kota besar khususnya kota metropolitan dibanding dengan kondisi desa-desa di pedalaman. Kondisi tersebut disebabkan dengan banyaknya aktivitas kehidupan manusia yang terkait dengan perkonomian di perkotaan besar khususnya kota metropolitan.

Adanya polusi cahaya sendiri memiliki dampak yang serius di berbagai aspek pada lingkungan. Pada kehidupan manusia, polusi cahaya malam berlebihan akan mengganggu kesehatan, khususnya kesehatan mata dan psikologis. Tak hanya itu dari dw.com dikatakan bahwa adanya polusi cahaya di malam hari menyebabkan adanya gangguan tidur atau insomnia dan gangguan pada mental.

Gangguan polusi cahaya juga berdampak pada kehidupan biodeversitas khusunya pada hewan. Polusi cahaya akan menggangu navigasi spesies burung tertentu saat bermigrasi. Tak hanya itu, polusi cahaya juga menggangu kehidupan kunang-kunang yang mana jika terdapat cahaya yang begitu pekat maka kunang-kunang tersingkir. Seiring meluasnya peradaban manusia dengan penerangan buatan, maka semakin sempit juga habitat kunang-kunang itu sendiri. Dampak lain juga terjadi pada tukik yang baru menetas, yang mana tukik-tukik tersebut akan mengikuti cahaya malam untuk menuju laut. Dengan Adanya cahaya buatan maka dapat menganggu arah tukik-tukik tersebut kembali ke laut.

Selain dari dampak pada kehidupan makhluk hidup, adanya polusi cahaya menyebabkan kita semua untuk melihat indahnya langit malam dengan tidak mudah. Pemandangan langit dengan dihiasi warna kelap-kelip bintang, bulan dan kejadian langit angkasa tertentu seperti penampakan komet, hujan meteor, pengamatan pada bintang tertentu akan sangat terganggu dengan adanya polusi cahaya. (dnx/admin)

Konsultan AMDAL, Environesia Konsultan Lingkungan Terbaik

environesia.co.id – Konsultan AMDAL merupakan pihak yang melayani jasa sebagai penyusun AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Environesia sebagai konsultan lingkungan terdepan dan terbaik telah berpengalaman sebagai penyusun AMDAL di seluruh Indonesia. Selain sebagai penyusun AMDAL, Environesia juga melayani penyusunan UKL-UPL, Andalalin dan dokumen lingkungan lainnya.

AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan sendiri berdasarkan Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup merupakan kajian dampak penting pada lingkungan hidup dari suatu usaha atau/dan kegiatan yang direncanakan untuk digunakan sebagai prasyarat pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan serta termuat dalam Perizinan Berusaha, atau persetujuan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

Sebagai penyusunan AMDAL, Environesia sebagai konsultan lingkungan telah terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan Dokumen (LPJP) AMDAL dengan tenaga ahli tetap yang telah terdaftar. Terdaftarnya Environesia  merupakan sebagai syarat minimal bahwa lembaga tersebut benar-benar dapat menjadi konsultan lingkungan khususnya dalam penyusunan Amdal.

Lihat juga layanan Environesia

Tentunya, untuk hasil yang terbaik memilih mitra dalam konsultansi jasa lingkungan diperlukan tidak hanya terdaftar saja tapi telah teruji bagaimana kualitas dan track record lembaga tersebut. Hal yang termudah untuk mengetahui bahwa lembaga tersebut memiliki kualitas yang baik berupa bukti bahwa lembaga tersebut dengan sistem manajemen yang teruji.

Pada standar Internasional dikenal ISO 9001 tentang Sistem Manajemen Mutu. Environesia sebagai entitas bisnis telah mengantongi sertifikat ISO 9001 yang dikeluarkan langsung oleh lembaga bergengsi, maka dari itu dapat dikatakan Environesia telah memiliki sistem manajamen mutu yang telah teruji. Terlebih Environesia sebagai konsultan lingkungan juga telah mengantongi sertifikasi ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan dan ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang sejalan dengan bidang pekerjaan konsultan lingkungan tersebut.

Tak hanya terbukti dengan sistem mutu yang telah tersertifikasi, Environesia telah terbukti juga dengan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang telah dan sedang di selesaikan. Telah berjalan selama 5 tahun, Environesia hingga saat ini telah dan sedang menyelesaikan lebih dari 200 proyek di 33 Provinsi se Indonesia dengan berbagai macam mitra, baik Pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara dan Swasta. Jelas, hal ini menjadikan Environesia sebagai konsultan lingkungan atau Konsultan Amdal yang tidak perlu diragukan. (admin/dnx)

Terjauh Terluar, Proyek Konsultan Lingkungan Environesia

environesia.co.id – PT Environesia Global Saraya yang merupakan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia. Sejak pertama kali berdiri pada tahun 2016 hingga saat ini telah menyelesaikan berbagai proyek yang tersebar di 33 dari 34 Provinsi se Indonesia dengan total lebih dari 200 pekerjaan. Ada pun sebagai perusahaan konsultan lingkungan nasional, Environesia telah beberapa kali mengerjakan berbagai pekerjaan yang berlokasi terjauh dan terluar dari Yogyakarta sebagai lokasi Environesia.

Dari ujung barat khususnya di Provinsi Aceh terdapat dua proyek sejenis , proyek tersebut datang daro PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Wilayah Aceh, di Kota Banda Aceh. Proyek tersebut berupa Pemantauan Lingkungan RKL-RPL (Rencana Pengelolaan Lingkungan-Rencana Pemantauan lingkungan) lokasi PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) dan Kantor Unit Gudang yang dimulai pada tahun 2020. Selain proyek tersebut juga terdapat proyek oleh PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Subulussalam dengan pekerjaan sejenis yaitu Pemantauan Lingkungan RKL-RPL pada tahun 2019.

Menuju salah satu titik terluar di Indonesia yang terletak di Utara, yaitu di Provinsi Kalimantan Utara. Environesia di Kalimantan Utara mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyelesaikan pekerjaan Penyusunan Dokumen Lingkungan  untuk pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang dan PLBN Long Nawang pada tahun 2019. Proyek tersebut sebagai salah satu gerbang dan wajah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

Serta di ujung Timur Indonesia, yaitu di Provinsi Papua, Environesia juga telah menangani proyek dari PT PLN (Persero) UIW Papua-Papua Barat yang terpusat di Kota Jayapura. Proyek tersebut berupa Pemantauan Air Limbah dan Pemantauan/Pengukuran Lingkungan Hidup Operasional dan Lingkungan Kerja Gedung Kantor yang dilaksanakan pada tahun 2018 dan 2020. Selain dari pada itu, juda terdapat proyek berupa Jasa Penerapan Sistem Manajemen Terpadu (ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018 dan Sistem Manajemen Pengamanan) yang dilaksanakan pada tahun 2020.

Itu dia berbagai proyek Environesia, yang membuktikan bahwa Environesia merupakan Konsultan Lingkungan Terdepan dengan jangkauan kerja yang sangat luas se Indonesia. Membuktikan pula bahwa PT Environesia Global Saraya merupakan Konsultan Lingkungan Terdepan di Indonesia. (admin/dnx)

Jejak Karbon, Jejak Emisi Gas Rumah Kaca

environesia.co.id – Jejak karbon merupakan jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan oleh pribadi atau kelompok dalam melakukan kegiatannya per periode tertentu. Gas-gas rumah kaca tersebut sebagai pengikat radiasi sinar matahari yang dipantulkan oleh bumi dan yang datang dari luar angkasa.

Secara alami, gas rumah kaca tersebut di atmosfer berfungsi sebagai penjaga permukaan bumi tetap hangat. Kika gas-gas rumah kaca tidak bekerja, maka suhu permukaan bumi akan lebih dingin, sehingga tidak mendukung kehidupan permukaan bumi seperti saat ini.

Dari iesr.co.id dijelaskan bahwa United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menetapkan enam jenis gas rumah kaca yang dihasilkan oleh tindakan manusia: Karbondioksida (CO2), Metana (CH4), Nitro Oksida (N2O), Hydrofluorocarbons (HFCs), Perfluorocarbons (PFCs) dan Sulfur hexafluoride (SF6).

Menurut hasil observasi, suhu permukaan bumi  sudah naik rata-rata sebesar 1°C sejak awal revolusi industri (akhir abad ke-18) dan kenaikan ini akan mencapai 2°C pada pertengahan abad ini dan lebih dari 3,5°C pada akhir 2100 jika tidak dilakukan tindakan drastis untuk mengurangi laju pertambahan emisi gas rumah kaca dari aktifitas manusia

Jejak karbon dinyaatakan dalam satuan ton setara CO2 (tCO2e) atau kg setara CO2 (tCO2e), hal ini karena gas rumah kaca bukan hanya karbon dioksida CO2 dan dampaknya terhadap pemanasan global pun berbeda-beda.

Jejak karbon sendiri berdasarkan kutipan dari dlh.karanganyar.go.id bahwasanya dihasilkan dari berbagai seumber seperti Individu, Organisasi,  Kegiatan dan Produk.

Peternakan merupakan salah satu penyumbang jejak karbon yang besar. Dikutip dari nasional.tempo.co dikatakan bahwa  gas metana yang dikeluarkan ternak, terutama sapi, mencapai 14,5 persen dari total emisi gas rumah kaca di dunia. (admin/dnx)

Sumur Resapan, Untuk apa?

environesia.co.id – Sumur Resapan merupakan rekayasa konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai sumur galian dengan kedalaman tertentu. Sumur resapan ini kebalikan dari sumur air minum. Berbeda dengan sumur air minum yang berfungsi untuk menaikkan air tanah ke permukaan, sumur resapan merupakan lubang untuk memasukkan air ke dalam tanah.

Syarat – syarat yang harus di ketahui ketika membangun sumur resapan. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 03-2453-2002, persyaratan umum yang harus dipenuhi sebuah sumur resapan antara lain;

  1. Sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil.
  2. Sumur resapan harus dijauhkan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum 5 m diukur dari tepi), dan berjarak minimum 1 m dari fondasi bangunan
  3. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal 2 m di bawah permukaan air tanah. Kedalaman muka air (water table) tanah minimum 1,5 m pada musim hujan.
  4. Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan tanah menyerap air) lebih besar atau sama dengan 2,0 cm/jam (artinya, genagan air setinggi 2 cm akan teresap habis dalam 1 jam), dengan tiga klasifikasi, yaitu sebagai berikut.
  • Permeabilitas sedang, yaitu 2,0-3,6 cm/jam.
  • Permeabilitas tanah agak cepat (pasir halus), yaitu 3,6-36 cm/jam.
  • Permeabilitas tanah cepat (pasir kasar), yaitu lebih besar dari 36 cm/jam.

Manfaat ketika membangun sumur resapan di lingkungan, seperti; menambah jumlah air yang masuk ke dalam tanah sehingga dapat menjaga kesetimbangan hidrologi air tanah sehingga dapat mencegah intrusi air laut, mengisi pori-pori tanah yang akan mencegah terjadinya penurunan tanah, mereduksi dimensi jaringan drainase, menurunkan konsentrasi pencemaran air tanah, mempertahankan tinggi muka air tanah  dan mengurangi limpasan permukaan sehingga dapat mencegah banjir. (admin/dnx)