Sekilas JSA – Job Safety Analysis

environesia.co.id – Pekerjaan di konsultan lingkungan khususnya pekerjaan di lapangan merupakan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Langkah preventif dalam upaya meminimalisir dampak dari kecelakaan kerja tersebut dengan menerapkan JSA (Job Safety Analysis). Job Safety Analysis sendiri merupakan teknik manajemen keselamatan yang berfokus pada identifikasi bahaya dan pengendalian bahaya yang berhubungan dengan rangkaian pekerjaan atau tugas yang hendak dilakukan. JSA sendiri tidak hanya meminimalisir kecelakaan pada pekerja, tetapi juga mencegah adanya kerusakan pada peralatan kerja.

Melalui laman safetysign.co.id, menurut National Safety Council (NSC) dan ahli K3 lainnya, JSA melibatkan tiga unsur penting, yakni: Langkah-langkah pekerjaan secara spesifik, bahaya yang terdapat pada setiap langkah pekerjaan dan pengendalian berupa prosedur kerja aman untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan bahaya pada setiap langkah pekerjaan.

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di berbagai lokasi kerja atau instansi merupakan hal yang sangat penting demi lingkungan kerja yang aman dan meminimalisir angka terjadinya kecelakaan kerja. Penerapan tersebut dengan cara membentuk sistem kerja yang sistematis, prosedur yang tepat dan mengupayakan untuk memberikan pelatihan pada setiap pekerja dengan baik dan benar. Hal tersebut jika dilakukan dapat mencegah akan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Langkah tepat dalam menentukan prosedur adalah dengan cara melakukan analisis bahaya di lingkungan kerja. Penanggung jawab atau dalam hal ini supervisor dapat memanfaatkan hasil analisis untuk menyusun prosedur dalam penerapan JSA. Nantinya, akan memberikan pengaruh pada dampak berkurangnya jumlah cedera dan penyakit akibat kerja, absensi pekerja, biaya kompensasi pekerja, hingga dapat meningkatkan produktivitas pekerjaan.

Nyaris seluruh jenis pekerjaan memerlukan penerapan JSA. Akan tetapi terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan pekerjaan sebagai bahan analisis, seperti: pekerjaan yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja atau PAK, pekerjaan yang berpotensi menyebabkan cedera serius atau PAK yang mematikan bahkan untuk pekerjaan yang tidak ada riwayat kecelakaan sebelumnya, pekerjaan dimana satu kelalaian kecil yang dilakukan pekerja dapat menyebabkan kecelakaan fatal atau cedera serius, setiap pekerjaan baru atau pekerjaan yang telah mengalami perubahan proses dan prosedur kerja dan pekerjaan yang cukup kompleks dan membutuhkan instruksi tertulis . (admin/dnx)

ref: safetysign.co.id www.ruanghse.com www.bumn.info