Laksanakan ERP, Environesia Siap Tanggap Darurat

environesia.co.id, Sleman – Sebagai upaya penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) pada perusahaan Konsultan Lingkungan, PT Environesia Global Saraya menyelenggarakan Emergency Response Plan di lingkungan kerja Environesia Company Group pada Rabu dan Kamis (3-4/11). Kegiatan Emergency Response Plan (ERP) atau yang dikenal dengan Simulasi Tanggap Darurat tersebut yang melibatkan seluruh crew dari PT Environesia Global Saraya, PT Greenlab Indo Global dan PT Bikin Indonesia Berdaya yang dilaksanakan di Grha Environesia. Kegiatan tersebut dikoordinir oleh Department QE-HESS (Quality Exelences – Health Environment Safety & Security) dari PT Environesia Global Saraya dan Divisi QE-HSE (Quality Exelences – Health Safety Environment) PT Greenlab Indo Global.

ERP pada tahun ini dilakukan dengan simulasi pada tiga kejadian, seperti  kejadian gempa bumi atau gunung meletus, kejadian kecelakaan pada lingkungan kerja seperti kejadian pingsan dan keracunan serta kejadian kebarakan di lingkungan kerja. Pada simulasi tersebut dilakukan oleh internal Environesia Company Group, dan khusus untuk simulasi kebakaran dipandu langsung oleh Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman.

Ucapan apresiasi diungkapkan oleh Tri Widodo Purnomo, S.Sos. sebagai perwakilan dari Tim Pemadam Kebakaran  (Damkar) Sleman atas kesempatan yang diberikan oleh Environesia kepada Tim Damkar Sleman sebagai pemandu agenda kesiapsiagaan tanggap darurat khususnya kejadian resiko kebakaran. “Terimakasih sekali PT Environesia Global Saraya, yang telah mengagendakan secara rutin, sehingga rasa kepedulian dari ancaman yang kita hadapi secara nyata bisa lebih siap untuk menghadapinya.” Ungkap Widodo.

Syahna Febrianastuti sebagai penanggung jawab program ERP menyampaikan bahwasanya ERP sendiri merupakan  kegiatan yang dilakukan oleh Top Management dan seluruh karyawan di lingkungan kerja Environesia Company Group yang bertujuan untuk mengantisipasi akan datangnya keadaan darurat. Harapannya jika terjadi suatu kondisi yang tidak diinginkan, seluruh orang di lingkungan kerja Environesia dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat.

Tak hanya itu, Syahna sebagai Staff Department QE-HESS PT Environesia Global Saraya mengungkapakan bahwa kegiatan ERP tersebut bertujuan untuk menyediakan informasi yang relevan dan pelatihan terakait dengan kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Kemudian utuk membimbing setiap individu yang berada dalam situasi kecelakaan atau keadaan tanggap darurat guna mencegah dan meminimalkan cedera, kerusakan aset dan kerugian meterial. Selanjutnya sebagai pencegahan atau meminimalisir dampak lingkungan akibat kecelakaan atau keadaan darurat yang terjadi. Dan yang terakhir, sebagai tinjauan dan revisi secara periodik proses dan tindakan tanggap darurat yang telah direncanakan khususnya setelah terjadi keadaan darurat atau setelah pengujian.

Andi Wim Ansharullah, S.T, M.Sc. sebagai Manager QE-HESS mengungkapkan bahwasanya Emergency Response Plan sebagai antisipasi bencana alam dan berbagai potensi kecelakaan kerja. Seperti yang telah banyak kita ketahui, bahwasanya Indonesia secara geografis terletak di cincin api atau ring of fire. Sedangkan Jogja sendiri merupakan lokasi yang rawan akan bencana, seperti adanya gunung merapi, patahan opak, potensi tsunami dari laut selatan. Oleh karena itu sangat penting rasanya mempersiapkan untuk tanggap akan berbagai situasi seperti masyarakat Jepang. Terlebih, Environesia telah tersertifikasi ISO:45001 tentang sistem Manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), dimana salah satu klausulnya tentang bagaimana manajemen tanggap darurat. (admin/dnx)