Varian Covid-19 Delta, Tingkat Penularan Mencapai 100%


environesia.co.id – Virus Covid-19 atau SARS-CoV-2 yang merupakan virus yang dapat berubah dan mengalami mutasi seiring berjalannya waktu. Hal tersebut merupakan usaha dari virus tersebut untuk bisa terus berkembang biak.

Akan tetapi perubahan yang terjadi pada mutasi virus tersebut dapat berpengaruh pada laju penyebaran virus serta tingkat keparahan penyakit. Mutasi yang terjadi pada virus tersebut dikhawatirkan bisa memengaruhi efektivitas vaksin COVID-19 yang telah beredar di masyarakat.

Beberapa varian yang telah terdeteksi antara lain varian alfa, varian beta, varian gamma dan varian delta. Dikutip dari alodokter terdapat perbedaan yang terdapat pada virus tersebut antara lain;

Varian Alfa yang memiliki kode varian B. 1.1.7. Kasus virus ini ditemukan pertama kali di Inggris, pada bulan September 2020. Tingkat penularan virus varian alfa sebesar 43–90% lebih mudah menular dari virus Covid yang telah ditemukan sebelumnya. Pada varian virus ini memiliki tingkat keparahan infeksi dimana lebih berpotensi menimbulkan gejala berat dan risiko peningkatan risiko rawat inap dari virus Corona jenis awal.

Selanjutnya pada varian beta dengan kode varian B. 1.351. Muncul kasus pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada bulan Mei 2020. Varian virus tersebut memiliki tingkat penularan virus yang sampai saat ini belum diketahui oleh penulis. Varian virus beta memiliki tingkat keparahan infeksi dimana lebih berisiko menyebabkan COVID-19 khususnya pada gejala berat.

Berikutnya pada varian gamma dimana memiliki kode varian P. 1. Kasus pertama kali penularan virus ini ditemukan di Brazil pada November 2020. Sementara hingga saat ini belum diketahui seberapa tingkat penularan virus pada varian tersebut. Jika virus tersebut menjangkit memiliki tingkat keparahan infeksi dimana cenderung kebal terhadap pengobatan COVID-19

Dan yang sedang ramai diperbincangkan saat ini merupakan virus dengan Varian Delta dengan kode varian B. 1617.2. Kasus pertama kali varian virus tersebut ditemukan di India pada bulan Oktober 2020. Varian virus ini memiliki tingkat penularan virus sebesar 30–100% lebih mudah menular dari varian Alfa, sehingga menyebabkan angka peningkatan yang tajam di India sebelumnya. Pada varian tersebut, dimana tingkat keparahan infeksi menyebabkan potensi peningkatan risiko dibutuhkannya rawat inap hampir dua kali lipat dari varian Alfa.

Saat ini penyebaran yang tinggi dan meningkat juga terjadi di Indonesia. Oleh karena itu sangat diharapkan seluruh masyarakat agar tetap berusaha semaksimal mungkin untuk tetap aman serta sayangi orang sekitar kita dan laksanakan 5M, yaitu; memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. (admin/dnx)