Kesadaran Lingkungan pada Dampak Efek Rumah Kaca

Ilustrasi efek rumah kaca

environesia.co.id – Rumah kaca bagi para petani berfungsi sebagai penyedia ruangan untuk media tanam dengan suhu yang stabil di berbagai cuaca dan musim. Cara kerjanya rumah kaca tersebut adalah merangkap suhu panas di ruangan tersebut dari pantulan sinar matahari. Sedangkan efek rumah kaca sendiri adalah panas dari sinar bumi yang dipantulkan dan terperangkap di atmosfer. Akibatnya suhu di bumi lebih stabil antara siang hari dan malam hari di berbagai musim. Jika tak memiliki efek rumah kaca, maka suhu bumi akan tidak stabil secara drastis antara siang dan malam di berbagai musim.

Efek rumah kaca sendiri tersusun dari beberapa gas rumah kaca seperti CO2 (Karbon dioksida), H2O (Uap Air), CH4 (Metana), CFC (Chloro Flouro Carbon), N2O (Dintrogen Oksida) dan O3 (Ozon). Masing-masing gas tersebut memiliki pengaruh yang berbeda-beda dalam pembentukan efek rumah kaca pada atmosfer. Seperti O3 (ozon) sebagai menghalang sinar ultraviolet dari Matahari yang memancar di bumi atau CO2 (Karbon dioksida) sebagai penyerap panas matahari di bumi  yang menstabilkan suhu malam hari dan siang hari. Gas-gas tersebut secara keseluruhan bekerja seperti kaca dimana memantulkan dan menyerap panas matahari yang ada di permukaan bumi.  

Meningkatnya industri pada abad ke 20, meningkat juga produksi gas karbon yang ada di bumi. Peningkatan jumlah gas karbon tersebut, terjadi hingga saat ini. Latar belakang gas karbon yang meningkat karena penggunaan bahan bakar fosil yang tinggi seperti batu bara, minyak bumi dan lain sebagainya. Dampaknya terlihat pada peningkatan suhu di permukaan bumi akibat efek rumah kaca tersebut atau yang kita kenal saat ini dengan istilah pemanasan global atau global warming.

Faktor lain yang memperparah pemanasan bumi termasuk diantaranya deforestasi semakin meluas serta produksi gas metan dari pertanian peternakan. Deforestasi dimana pengurangan luas hutan yang semakin meluas akibat alih fungsi hutan menjadi lahan komersil untuk kepentingan manusia.  Seperti yang kita tahu hutan sendiri merupakan paru-paru bumi sebagai penyaring karbon dioksida untuk menjadi oksigen atau penyaring gas-gas lain.

Jika suhu permukaan bumi meningkat maka akan terjadi pencairan es yang ada di kutub utara dan selatan akibatnya permukaan air laut semakin tinggi, dan daratan semakin berkurang. Tak hanya itu, lapisan ozon akan semakin menipis sehingga sinar ultraviolet matahari tak terserap, dimana sinar ultraviolet pada matahari sangat berbahaya bagi makhluk hidup termasuk manusia dan binatang.

Dapat dikatakan upaya penanggulangan dampak negatif dari efek rumah kaca di abad 21 ini sangat rumit. Dimana peradaban manusia sudah sangat tergantung pada penggunaan bahan bakar fosil di setiap sudut aktivitas kehidupannya. Akan tetapi bukan berarti hal tersebut mustahil untuk mewujudkan pengurangan gas emisi  sebagai penyebab pemanasan global. Sedikit demi sedikit diperlukannya kesadaran masing-masing individu dan kelompok serta diimbangi kebijakan regional dan global yang berkomitmen pada kesadaran lingkungan hidup. (admin/dnx)

Kesempatan Berkarir di Konsultan Lingkungan Terdepan di Indonesia

environesia.co.id – Environesia Global Saraya memperkenalkan sebagai “The Leading Company for Environmental Consulting Services in Indonesia” atau sebagai Konsultan Lingkungan terdepan di Indonesia membuka kesempatan berkarir bagi putra-putri terbaik di berbagai posisi yang tersedia. Dibukanya kesempatan karir menjelang semester ke 2021 ini, sebagai langkah Environesia untuk melangkahkan perjalanan kedepan yang lebih jauh lagi sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia. Oleh karena itu para kandidat The New Environesia Crew untuk mempersiapkan dengan persiapan yang terbaik.

Dapat dikatakan Environesia dikenal sebagai Perusahaan Konsultan Lingkungan yang paling kekinian. Bagaimana tidak, untuk saat ini semua pihak di balik layar banyak dipegang oleh para milenial. Walaupun diisi oleh para milenial, jangkauan pekerjaan atau proyek yang dikerjakan oleh Environesia menyebar di 33 Propinsi se Indonesia dan didukung oleh tenaga ahli di bidang lingkungan hidup yang telah berpengalaman. Berbagai pihak baik swasta, pemerintah dan BUMN telah mempercayakan Environesia sebagai mitra di bidang konsultansi jasa terkait lingkungan.

Kini Environesia membuka kesempatan berkarir bagi semua yang ingin berkarya di Perusahaan Konsultan Lingkungan terdepan di Indonesia, Adapun posisi-posisi yang tersedia antara lain;

1. Operational Consultant

Pada posisi ini nantinya Environesia crew memiliki tanggung jawab dalam operational penyusunan dokumen-dokumen lingkungan seperti AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) dan sebagainya.

2. Finance (akuntan)

Sudah tidak asing istilah pada posisi ini yaitu mengatur keuangan, menyusun laporan keuangan, penganggaran dan sebagainya.

3. Company Branding

Sebagai tim kreatif dalam pengembangan branding perusahaan khususnya pada platform digital baik di media sosial dan pada landing page resmi perusahaan.

4. Admin Tender

Posisi ini memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan administrasi yang dibutuhkan dalam pengajuan berbagai macam tender, termasuk di antaranya menyusun dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

5. QE-HESS – Tenaga Harian Lepas

Sebagai tim yang bertanggung jawab mengawal aspek QE-HESS (Quality, Exellence – Health, Environmental, Safety and Security) termasuk didalamnya pengawalan standar manajemen yang telah sertifikasi.

Para putra putri terbaik bangsa memiliki kesempatan untuk berkarya dengan berkarir sebagai Environesia Crew. Oleh karena itu perlu mempersiapkan dengan persiapan terbaik pula. Untuk informasi segala persyaratan aplikasi atau lamaran dapat mengakses halaman ini. (admin/dnx)

Proyek di Provinsi ke 33, Kontribusi Pemulihan Pasca Gempa

environesia.co.id, Mamuju – PT Environesia Global Saraya sebagai konsultan lingkungan diwakili langsung Direktur Saprian S.T. M.Sc. menandatangani kontrak kerjasama bersama Dinas Pekerajaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat untuk pengerjaan Penyusunan Dokumen Lingkungan pada Pembangunan Jalan Ruas Salubatu – Bonehau – Kalumpang – Batuisi – Batas Toraja Utara, Kabupaten Mamuju pada Rabu (2/5).

Proyek tersebut menjadi proyek perdana di Provinsi Sulawesi Barat dan menjadikan Provinsi Sulawesi Barat sebagai provinsi ke 33 pada jangkauan kerja Environesia se Indonesia. Hal ini memberikan kebanggaan bagi Environesia karena telah dipercaya sebagai mitra Pemerintah Daerah setempat dalam proses pemulihan pembangunan pasca gempa yang terjadi pada 5 bulan yang lalu.

“Alhamdulillah sebuah kehormatan tersendiri turut terlibat dalam percepatan pembangunan provinsi sulawesi barat dan pemulihan pasca bencana.” Tutur Direktur.

Sebelumnya salah satu staff Environesia mengalami kejadian yang menarik pada pembuktian dokumen pra kualifikasi di Kota Mamuju tersebut. Dimana kondisi Kota Mamuju saat itu dalam proses pemulihan pasca gempa pada 5 bulan yang lalu tepatnya pada 24 Januari 2021. Sehingga pada kegiatan pembuktian dokumen pra kualifikasi tersebut dilakukan di bawah tenda darurat, Hal tersebut tidak terkira di benak staff yang diterjunkan ke lokasi tersebut.

Dari keterangan yang diterbitkan oleh Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat, menerangkan tujuan penyusunan dokumen lingkungan tersebut sebagai identifikasi rencana kegiatan yang akan dilakukan terutama dimana berpotensi menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; serta identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting.

Tak hanya itu tujuan dokumen lingkungan tersebut juga sebagai prakiraan dan evaluasi rencana kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup dan juga sebagai proses penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup pendukung berupa Kerangka Acuan (KA), Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).

Serta dalam proses tersebut di lapangan sebagai bahan informasi kepada masyarakat mengenai dampak yang mungkin timbul dari pelaksanaan Pembangunan Ruas Jalan Salubatu – Bonehau – Kalumpang – Batuisi – Batas Toraja Utara Kab. Mamuju. (admin/dnx)

Mengenal dan Memahami Apa Itu KLHS

environesia.co.id – Apabila berbicara tentang KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) maka tak sefamiliar di telinga publik jika dibandingkan dengan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Hal tersebut dikarenakan masifnya pemberitaan tentang AMDAL pada suatu proyek tertentu di berbagai berita media massa baik lokal mau pun nasional. Tetapi sangat perlu juga publik mengetahui berbagai regulasi lingkungan yang ada termasuk juga salah satunya KLHS tersebut.

Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009 yang dimaksud KLHS adalah serangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.

lihat alur penyusunan KLHS

Kebijakan pemberlakuan KLHS tersebut ditujukan untuk memastikan penerapan pembangunan yang berkelanjutan pada suatu wilayah atau pada program pemerintahan. Pada eksekusinya, KLHS wajib tertuang pada RTRW suatu wilayah propinsi, kota atau pun kabupaten dan juga pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), dan Rencana Pembangunan Jangka Menengan (RPJM) nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Eksekusi penyusunan KLHS pada Pemerintah merupakan implementasi regulasi pada pasal 15UU 32/2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dimana mewajibkan pelaksanaan KLHS, yang berbunyi;

“Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.”

Oleh karena itu, sebagaimana klausul pasal tersebut kewajiban Pemerintah membuat KLHS sebagai hulu kebijakan pembangunan agar pembangunan tersebut tetap pada prinsip berkelanjutan pada lingkungan hidup

Jika kita merujuk pada Pasal 16 UU 32/2009 , dokumen KLHS tersebut ditujukan sebagai kajian yang memuat antara lain: a) kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan; b) perkiraan mengenai dampak dan risiko lingkungan hidup; c) kinerja layanan/jasa ekosistem; d) efisiensi pemanfaatan sumber daya alam; e) tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim; dan f) tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati.

baca juga partisipasi publik dalam penyusunan KLHS I & partisipasi publik dalam penyusunan KLHS II

Perbedaan mendasar antara KLHS dan AMDAL terletak pada ruang lingkupnya itu sendiri. Jika AMDAL sebagai hilir kebijakan pembangunan dengan pendekatan reaktif untuk mengevaluasi dan identifikasi dampak lingkungan. Sedangkan KLHS merupakan hulu kebijakan dengan pendekatan pro aktif untuk evaluasi konsekuensi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Penyusunan KLHS sendiri dapat dilakukan bersama pihak Konsultan Lingkungan yang berpengalaman dengan Tenaga Ahli yang berkompeten. Environesia sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia telah berpengalaman dalam penyusunan dokumen-dokumen lingkungan termasuk di antaranya KLHS, AMDAL, UKL-UPL serta pemantauan lingkungan dan dokumen untuk regulasi lingkungan lain. Pengalaman yang telah dikerjakan Environesia tersebut menjangkau seluruh pelosok Nusantara dari Sabang sampai Merauke di 33 Provinsi se Indonesia. (admin/dnx).

Halim, Abdul. KLHS, Kewajiban Pemerintah Untuk Lingkungan. (2017) diterbitkan di www.mongabay.co.id

ICEL. Kajian Lingkungan Hidup Strategis. (2020). Diterbitkan di icel.or.id

Satar, Musnanda. Apa sih Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) itu?. (2012) Diterbitkan di musnanda.com

Fatimah, Endrawati. KLHS Sebagai Salah Satu Filter Menuju Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan. Diterbitkan di sil.ui.ac.id

5 Tahun Environesia, Siap Berkompetisi Global

environesia.co.id, Sleman – Bertepatan bulan Ramadan, Environesia dengan entitas PT Environesia Global Saraya merayakan hari jadi ke 5 tahun pada Senin petang (3/5) dengan agenda 5 Years Anniversary Environesia Global Saraya & Iftar Environesia Company Group bertempat di Manohara Hotel, Sleman, D.I. Yogyakarta.  Pada agenda tersebut dihadiri oleh seluruh keluarga besar Environesia Company Group.

Dalam agenda tersebut Direktur Environesia, Saprian S.T, M.Sc. menyampaikan bahwa di dalam bisnis terdapat masa-masa sulit di tahun pertama masa membangun, tahun ke 2 sampai ke 3 adalah masa-masa. Bisnis pada tahun ke 3 atau ke 5 akan ada goncangan. Hal tersebut disebabkan dengan adanya sistem perusahaan yang semakin kompleks, personalia tim yang semakin bertambah dan permintaan pelayanan dari klien semakin tinggi.

Direktur Environesia tersebut memaparkan bahwa di usia ke 5 tahun, eksistensi Environesia semakin diperhitungkan. Ia menambahkan dalam perjalan sampai usia 5 tahun, Environesia telah banyak melewati gesekan dan berbagai konflik, dibalik konflik semua itu sebagai proses perusahaan untuk siap berkompetisi secara global. “Adanya gesekan, adanya konflik adalah tanda bahwa perusahaan sudah siap bertarung di kompetisi global.” Ungkap Saprian.

Tak hanya itu di depan seluruh keluarga Environesia Company Group yang hadir pada agenda 5 Years Anniversary Environesia Global Saraya & Iftar Environesia Company Group, CEO Environesia Company Group tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada semua yang telah tergabung di keluarga Environesia.

“Selamat kepada rekan-rekan semua karena dapat bergabung menjadi keluarga Environesia Company Group. Environesia Global Saraya adalah cikal bakal dari lahirnya perusahaan-perusahaan kita selanjutanya. Ada Bikin.co, ada GreenLab, ada Cita Rasa (red Kangen Jogja) itu adalah satu entitas kita semua.” Tutur Saprian.

Saprian S.T., M.Sc. – CEO Environesia Company Group/Direktur PT Environesia Global Saraya

Kedepannya, Environesia akan menginisiasi Holding Company yang akan menaungi seluruh entitas perusahaan yang ada di Environesia Company Group. Oleh karena itu, antara satu entitas perusahaan dengan perusahaan dapat menguatkan koneksi satu sama lain. Hal tersebut dikatakan sangat penting karena sebagai penguat relasi internal yang dibangun.

Environesia sebagai Konsultan Lingkungan telah berdiri sejak 3 Mei 2016 di Sleman, D.I Yogyakarta. Saat ini memasuki usia ke 5, dan telah menjadi core bisnis empat perusahaan lain di bawah naungan Environesia Company Group, antara lain; PT GreenLab Indo Global atau yang dikenal sebagai GreenLab, PT Bikin Indonesia Berdaya sebagai start up E-Commerce dikenal dengan Bikin.co, PT Citarasa Global Nusa sebagai produsen Bakpia Kukus Kangen Jogja.

Di Usia ke 5 tahun ini pula Environesia telah memiliki jangkauan pekerjaan di seluruh wilayah Nusantara dari Sabang hingga Merauke di 32 provinsi se Indonesia. Kedepannya pada tahun 2025 Environesia sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia. (admin/dnx)

Rapat Program Triwulan Environesia Perdana Di 2021

Environesia.co.id, Sleman – PT Environesia Global Saraya di penghujung bulan Maret melaksanakan Rapat Program Triwulan I Tahun 2021 pada Selasa (30/3) di Ruang Meeting Grha Environesia, Sleman. Agenda perusahaan konsultan lingkungan tersebut sebagai komunikasi internal per tiga bulan dalam satu tahun yang dihadiri oleh Direktur dan seluruh manajer PT Environesi Global Saraya.

Hadir dalam Rapat Program Triwulan I Tahun 2021 ini antara lain; Direktur Environesia Global Saraya Saprian S.T. M.Sc., Manajer Konsultan Muhammad Iqbal Gifari S.T. M.Sc., Manajer QE-HESS (Quality Excellences – Health, Environment, Safety and Security) Andi Wim Ansharullah, S.T. M.Sc., Plt Manajer HRD (Human Resource and Development) Ayudia Kumala Dewi S.E. dan Manajer Finance Ayu Ramayani, S.E.

Pembahasan dalam Rapat Program Triwulan I Tahun 2021 berupa monitoring sasaran perusahaan/corrective action plan, rencana program kegiatan/bussines plan di setiap departemen dan evaluasi program yang telah berjalan pada triwulan pertama serta dalam agenda ini pula membahas target triwulan II April-Juni 2021 berikutnya.

Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan berupaya tetap menjaga kultur perusahaan, termasuk Rapat Program Triwulan tersebut. Kultur tersebut dilakukan dan dijagatak lain demi menjaga performa perusahaan untuk jalannya program yang terbaik serta mutu manajemen dan pelayanan terjamin bagi untuk internal perusahaan dan seluruh mitra kerja Environesia. (admin/dnx)

3 Tahun GreenLab dengan Pencapaian Sangat Cepat

environesia.co.id, Sleman – PT Greenlab Indo Global (Greenlab) pada Jumat pagi (26/3) merayakan ulang tahun perusahaan untuk ke 3 tahun. Perayaan Anniversary 3 tahun GreenLab tersebut dilakukan syukuran sederhana dengan pemotongan Nasi Tumpeng yang dihadiri oleh seluruh crew Environesia Company Group di halaman depan Grha Environesia, Sleman.

Iman Ferisendy S.T. M.Sc yang kerap disapa Eris sebagai Direktur GreenLab mengungkapkan kebanggaannya akan tim dari GreenLab  yang telah bersama-sama membangun GreenLab yang usianya sangat muda. Tak hanya itu Eris merasa bahwa di usianya yang muda bagaikan bayi yang berumur 3 tahun.

“GreenLab yang berusia 3 tahun ini, seperti bayi. Kalau kita lihat bayi umurnya tiga tahun itu baru bisa lari, terkadang lambat terkadang terlalu cepat dan disini dapat dikatakan GreenLab berlari terlalu cepat.” Tutur Eris.

Pencapaian yang telah diraih oleh GreenLab tak lain karena sistem manajemen mutu dan kualitas pelayanan yang terjamin. Salah satu upaya tersebut dengan dilakukannya asesmen  survailen 1, verifikasi lapangan serta penambahan ruang lingkup pada pedoman standar ISO 17025:2017 yang akan dilakukan pada bulan april ini.

GreenLab sebagai Laboratorium Lingkungan dengan waktu tiga tahun telah memiliki persebaran pekerjaan se Nusantara merupakan prestasi yang luar biasa. Maka dari itu kualitas mutu yang telah dimiliki, perlu dijaga serta ditingkatkan sehingga lebih baik, disampaikan oleh Komisaris GreenLab Andi Wim Ansharullah, S.T. M.Sc.

Kebanggaan juga diungkapkan oleh Saprian S.T. M.Sc. sebagai Komisaris Utama GreenLab yang juga sebagai CEO Environesia Company Group.  Kebanggaan tersebut atas pencapaian GreenLab dengan usia yang sangat beliau telah menghasilkan pencapaian-pencapaian besar.

“Salah satu anak perusahaan kita, PT Greenlab Indo Global hari ini menginjakan usia yang ketiga. Di umur yang ke tiga tahun harusnya ada banyak hal yang perlu kita syukuri. Pencapaian-pencapaian besar bahkan dapat dikatakan ini terlalu prematur (red: terlalu cepat). Jadi pencapaian yang belum saatnya kalau di periode normal. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih atas hasil yang dicapai tentunya bukan hanya dari segelintir orang tapi seluruh tim yang bekerja.” Ujar Saprian.

Usia yang muda GreenLab sebagai Laboratorium Lingkungan telah menjangkau layanan di seluruh pelosok Nusantara. Untuk menjaga kualitas mutu sendiri, GreenLab telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015, ISO 14001:2014 dan ISO 45001: 2018 dari British Standard Institution, serta ISO 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional. Untuk layanan laboratorium sendiri, GreenLab memberikan layanan 10 Hari kerja kepada customer. (admin/dnx)

Environesia Teken Kontrak SKPT Moa: Dukung Kemajuan Kemaritiman Indonesia

environesia.co.id, Jakarta – PT Environesia Global Saraya Environesia sebagai konsultan lingkungan yang diwakilkan langsung oleh Direktur Saprian S.T. M.Sc. bersama Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan diwakilkan oleh Ir. Suharyanto, S.T. M.Sc.  telah menandatangani kontrak untuk proyek Penyusunan Dokumen Izin Lingkungan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Moa pada Rabu (17/3) di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Saprian sebagai Direktur Environesia mengungkapkan kebahagiaannya dengan turut sertanya Environesia dalam proyek ini. Direktur Environesia tersebut juga berharap dengan hadirnya proyek SKPT Moa tersebut dapat memberikan dampak positif untuk kemajuan Indonesia sebagai negara maritim.

“In Shaa Allah dengan terbangunnya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Moa ini akan akan turut mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional dengan memanfaatkan sumber daya kelautan untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.” Ungkap Saprian.

Proyek SKPT Moa ini dibawahi langsung oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, dimana dalam pendanaannya merupakan hibah dari The Japan International Cooperation Agency (JICA), Jepang.

Proyek tersebut yang dilaksanakan di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, Propinisi Maluku. Latar belakang proyek ini diturunkan langsung dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, untuk “Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.” Dimana sasaran dari proyek ini tak lain merupakan sasaran dari pembangunan kelautan tersebut diantaranya termanfaatkannya sumber daya kelautan untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.

Upaya pengembangan SKPT tidak semata-mata bergantung pada penguatan sektor hulu atau pasokan bahan baku perikanan, tetapi juga pada sektor hilir yaitu sektor pengolahan seperti sarana dan prasarana pendukung, misalnya; Cold Storage  (CS) / Integrated Cold Storage (ICS), Pabrik Es, dan lain-lain, serta sistem manajemen sumber daya perikanan berkelanjutan. Untuk melakukan aksi pengembangan SKPT ini diharapkan dapat mempercepat personifikasi pulau-pulau kecil dan / atau kemandirian masyarakat daerah perbatasan.

Sebagai Konsultan Lingkungan, Environesia berkomitmen untuk mendukung pembangunan Indonesia khususnya di bidang maritim dalam pengembangan proyek ini, dengan memberikan pelayanan terbaik dan profesional. Hadirnya profesionalitas dan pelayanan terbaik meneguhkan bahwa Environesia sebagai “The Leading Company for Environmental Consulting Services in Indonesia.” (admin/dnx)

Raker 2021: Environesia Company Group Kejar Target

environesia.co.id, Sleman – Mengawali tahun 2021, tiga perusahaan di bawah naungan Environesia Company Group yang terdiri dari PT Envronesia Global Saraya, PT Greenlab Indo Global dan PT Bikin Indonesia Berdaya melaksanakan agenda Rapat Kerja 2021 bertempat di Hotel The Manohara, pada Jumat-Sabtu (22-23/01/21). Rapat Kerja 2021 Environesia Company Group mengusung jargon “in turning the visible into the best”, dimana agenda ini merupakan agenda tahunan, dimana masing-masing entitas bisnis menyampaikan capaian pada tahun sebelumnya dan target pada satu tahun kedepannya.

Saprian S.T, M.Sc. sebagai CEO Environesia Company Group mengungkapkan harapanya akan tercapainya goals atau sasaran yang telah ditetapkan oleh masing-masing entitas bisnis yang ada di bawah naungan Environesia Company Group.

Tak hanya itu, Saprian menambahkan untuk 2021 ini menargetkan pada entitas-entitas bisnis tersebut untuk settle (red: mandiri) lebih cepat dari blue print yang telah ditetapkan. Sehingga dapat segera mungkin mandiri dan memberikan manfaat tidak hanya pada tim, tetapi juga kepada publik yang bersentuhan dengan bisnis yang tergabung pada Environesia Company Group.

PT Environesia Global Saraya sebagai entitas utama bisnis Environesia Company Group yang bergerak di bidang konsultasi lingkungan, pada Rapat Kerja 2021 ini menargetkan pada target besar EGS 2021 yang utama.

Sebagai manajer konsultan, Muhammad Iqbal Gifari menyampaikan bahwa Environesia akan tetap mencapai target omzet, lalu diikuti dengan perbaikan mutu produk (red: dokumen) sehingga citra Environesia semakin baik dimata nasional sebagai konsultan lingkungan.

Perusahaan dari Environesia Company Group yang bergerak di bidang Laboratorium Lingkungan,  PT Greenlab Indo Global atau GreenLab menyambut hangat pelaksanaan Rapat Kerja tahun 2021 ini. Iman Ferisendy sebagai direktur berharap di tahun ini semakin padunya sinergitas yang dibangun antar entitas bisnis di lingkungan Environesia Company Group dan tentunya juga terus melakukan beberapa penjajakan kerjasama di berbagai lembaga/instasi pemerintah maupun swasta.

Direktur GreenLab yang kerap disapa Eris tersebut mengungkapkan target Greenlab di tahun 2021 ini secara umum sesuai dengan apa yang sudah kita susun pada saat Rapat Kerja baik di level internal Greenlab sendiri dan dilevel holding. Eris menambahkan secara khusus target Greenlab di tahun ini fokus untuk proses penambahan ruang lingkup akreditasi, terus menjaga kualitas layanan dan mutu pengujian sehingga terjaganya kepuasan pelanggan yang optimal.

Senada dengan 2 perusahaan sebelumnya, Fauzan Madani sebagai Direktur PT Bikin Indonesia Berdaya atau Bikin.co pada Raker 2021 ini memiliki harapan kepada tim Bikin.co agar memiliki perencanaan yang matang sehingga dapat bersinergi dalam mencapai hasil terbaik. Tak hanya itu, entitas binis Environesia yang bergerak di bidang marketplace konveksi ini, ingin berusaha mampu untuk memberikan dampak sosial ekonomi positif bagi mitra produsen industri kreatif di Indonesia.

Fauzan menambahkan, pada 2021 bikin.co memiliki target peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan teknologi sehingga dapat melayani lebih banyak pelanggan serta meningkatkan kepuasan pelanggan bikin.co.

Secara garis besar jajaran direksi Environesia Companya Group berpesan kepada seluruh pihak khususnya internal di setiap perusahaan untuk tetap bersama-sama dalam memajukan seluruh entitas bisnis naungan Environesia Company Group. Kedepannya, dengan perusahaan-perusahaan tersebut bisa saling berkarya hingga membangun prestasi bagi nusa dan bangsa Indonesia. (Admin/dnx)

 

Strategies For Writing Papers

There are many techniques that you may learn how to help you write essays. But, you should not confuse your writing abilities with the capability of an essaywriting. This technique is used so you understand how to differentiate between a good composition and a poor one.

One simple principle would be to begin with establishing what youContinue reading