Jangan Lakukan Ini sebelum Olah Raga

Lingkungan, olahraga

environesia.co.id – Olahraga merupakan kegiatan jasmani atau fisik dimana bermanfaat untuk memelihara kesehatan dan merenggangkan otot-otot tubuh. Akan tetapi olahraga yang dilakukan dengan kebiasaan yang tidak tepat akan memberikan dampak yang buruk bagi tubuh.  

Beberapa aktivitas perlu diperhatikan untuk dihindari sebelum melakukan olahraga agar olahraga kita dapat maksimal memberikan efek positif bagi tubuh, antara lain;

1. Berolahraga Saat Perut Kosong

Olahraga sebagai aktivitas fisik tubuh manusia memerlukan berbagai kandungan gizi sebagai bahan bakar. Oleh karena itu sangat disarankan agar tidak berolahraga dalam kondisi perut kosong agar badan kita memiliki cadangan energi yang cukup ketika berolahraga.

2. Minum Terlalu Istirahat Banyak Sebelum Berolahraga

Meminum air saat olahraga sangat membantu kala kita dehidrasi di tengah aktivitas tersebut. Namun meminum terlalu banyak air menyebabkan darah akan bekerja keras untuk menyeimbangkan  kadar garam dalam tubuh kita. Sel mungkin membengkak dan mengakibatkan gejala seperti pusing, nyeri, dan bahkan muntah.

3. Over-stretch

Pemanasan sangat penting untuk membuat tubuh teregang secara maksimal sehingga tubuh kita bisa bebas melakukan perubahan. Akan tetapi melakukannya secara berlebihan dapat mengurangi kinerja, berdampak negatif pada kecepatan lari, waktu reaksi, dan produksi gaya.

4. Minum Kopi atau minuman kesehatan tinggi

Kafein dan gula tinggi menyebabkan perut mual, gangguan konsentrasi, ketidakseimbangan nutrisi, dan dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan bagi tubuh. Oleh karena itu sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi 2 jenis minum tersebut sebelum atau di tengah kegiatan olahraga.

5. Memulai Olahraga Tanpa Istirahat yang Benar

Tidur siang sangat baik untuk mengumpulkan energi atau dengan istilah “power-nap” Tetapi tidur siang terlalu lama dapat menyebabkan badan lebih lesu daripada sebelum tidur. Tak hanya itu, membiarkan diri beristirahat akan memberi otot kesempatan untuk pulih dan tumbuh, mencegah kelelahan. Kita akan tidur lebih nyenyak, risiko cedera akan berkurang, dan tingkat kinerja akan meningkat. Itu dia hal-hal yang perlu diperhatikan dan untuk dihindari kala kita akan berolahraga. Lelah bukanlah alasan untuk kita menghindari olahraga. Pasti semua mengingat istilah “Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh kuat yang kuat.” Semoga kita tetap kuat dan sehat serta dapat melakukan banyak hal yang bermanfaat bagi sekitar kita. (admin/dnx)

Daerah Domisili Environesia Meraih Penghargaan Lingkungan

Penghargaan Lingkungan

environesia.co.id, Jakarta – Daerah Istimewa (D.I) Yogyakarta dan Kabupaten Sleman sebagai daerah domisili PT Environesia Global Saraya menorehkan prestasi pada Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta pada Selasa (15/6). Penganugrahan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2020 ditujukan kepada para gubernur, bupati, wali kota, dan pimpinan DPRD tingkat provinsi/kabupaten/kota, secara daring dan luring.

Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra sendiri merupakan apresiasi dari pemerintah pusat dalam hal ini KLHK yang ditujukan kepada pimpinan daerah, baik eksekutif maupun legislatif, yang berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja, sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan menuju green economy.

Dilansir dari suara.com, KLHK mengungkapkan akan semangat green atau ramah lingkungan untuk terus menggelora, termasuk semangat “green growth“. Pertumbuhan hijau berarti mencapai pertumbuhan dengan penggunaan sumberdaya dan energi secara efisien,

Paralel dengan semangat green growth itu, pemerintah terus melakukan penyesuaian, sebagaimana kebutuhan sosiologis masyarakat, lokal, nasional maupun internasional, dengan arah dan aktualisasi secara nyata untuk green economy. Unsur-unsur penting green Economy atau ekonomi hijau eliputi low carbon, green growth, green technology, green energy, green industries, green products, green life, dan green management.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, selain pemerintah pusat, jajaran pemerintahan daerah yaitu kepala daerah dan pimpinan lembaga perwakilan rakyat di daerah serta masyarakat dalam sistem pemerintahan daerah, mempunyai kontribusi sangat penting dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Berbagai inovasi daerah dalam menyelesaikan isu-isu lingkungan merupakan hal yang sangat patut dihargai, karena ia juga merupakan kunci terjaminnya kelestarian lingkungan di daerah,” ujar Menteri Siti.

Dalam laporan Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono mengungkapkan proses penilaian Green Leadership Nirwasita Tantra melalui beberapa tahap. Dimulai dari penapisan awal, analisa isu priotitas, penilaian tim independen, dan wawancara. Khusus tahun ini, tahap wawancara dilakukan melalui video yang diunggah dalam platform media sosial.

Jumlah pemerintahan daerah yang mengikuti tahapan penilaian tahun ini terdiri dari 21 provinsi, 57 kota dan 146 kabupaten. Para penerima dibagi menjadi kategori DPRD Provinsi, dan Kabupaten/Kota; serta Pemerintah Daerah Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Selanjutnya kategori Kabupaten/Kota dibagi lagi menjadi sub kategori Kab/Kota besar, sedang, dan kecil.

Selengkapnya para penerima penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra kategori DPRD berturut-turut dari peringkat satu sampai tiga yaitu Sumatera Barat, Aceh dan Jambi.

Untuk kategori DPRD Provinsi; Bangka Tengah, Belitung, dan Sleman untuk kategori DPRD kabupaten kecil; Sukoharjo, Buleleng, Ponorogo untuk kategori DPRD kabupaten sedang; Banyumas, Tangerang, dan Boyolali untuk kategori DPRD kabupaten besar; Bontang, Sungai Penuh, dan Mojokerto.

Selanjutnya kategori DPRD kota kecil; Ambon, Magelang, dan Madiun untuk kategori DPRD kota sedang; Balikpapan, Surabaya, dan Semarang untuk kategori DPRD kota besar.

Sementara untuk kategori Pemerintah Daerah Provinsi yaitu DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Untuk kategori kabupaten kecil yaitu Sleman, Bangka Tengah, dan Belitung; kategori kabupaten sedang yaitu Sukoharjo, Buleleng, dan Polewali Mandar; kategori kabupaten besar yaitu Banyuwangi, Lumajang, dan Malang.

Kemudian, kategori kota kecil yaitu Bontang, Padang panjang, dan Pariaman; kategori kota sedang yaitu Ambon, Magelang, dan Madiun; kategori kota besar yaitu Surabaya, Semarang dan Balikpapan.

Kegiatan ini dirangkai dengan talkshow dengan narasumber Gubernur DIY, Walikota Ambon, Walikota Madiun, dan Deputi Tata Ruang Pemprov DKI Jakarta mewakili Gubernur DKI Jakarta, bertajuk “Peran Kepala Daerah sebagai Green Leaders dalam Peningkatan Green Economy”.

PT Environesia Global Saraya sebagai Perusahaan Konsultan Lingkungan yang berdomisili di Kabupaten Sleman dan D.I Yogyakarta, mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas raihan D.I Yogyakarta dan Kabupaten Sleman dalam menghadirkan kebijakan serta inovasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Semoga kedepannya raihan tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan lebih. (admin/dnx)

Pulau Sangihe: Rumah Flora Fauna di Utara Nusantara

Pulau Sangihe

environesia.co.id – Isu dimana keluanya izin tambang emas di Pulau Sangihe menjadi perbincangan masyarakat khususnya di lini media sosial di kalangan warganet Indonesia. Perbincangan tersebut tak lepas dari isu lingkungan di Pulau Sangihe jika tambang emas tersebut tetap berjalan. Ramainya perbincangan tersebut membuat publik penasaran tentang Pulau Sangihe itu sendiri.

Pulau Sangihe merupakan Pulau utama dari gugusan Kepulauan Sangihe. Secara administasi Pulau Sangihe terletak di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Pulau Sangihe juga merupakan lokasi bagi Kota Tahun yang merupakan Ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kondisi geografis Pulau ini tepat utara Pulau Sulawesi dan berbatasan langsung dengan negara Filipina. Pulau Sangihe sendiri terletak di jalur cincin api pasifik dimana wilayah ini sangat rawan terjadi gempa bumi dan tsunami.

Pulau Sangihe memiliki kondisi alam yang sangat indah  yang dihiasi oleh keanekaragaman flora dan fauna. Di Pulau tersebut khususnya di Hutan Lindung Gunung Sahendaruman terdapat sekitar 70 spesies pohon dari 32 famili semuanya termasuk dalam kelas magnolioopsida (dikotil), divisi magnoliophyta (tumbuhan berbunga).

Tak hanya itu Pulau Sangihe juga merupakan rumah bagi berbagai burung endemik langka yang dilindungi, seperti burung seriwang sangihe, burung serindit sangihe, burung udang sangihe, burung kacamata sangihe, burung anis bentet sangihe serta berbagai kehidupan hewani lain di dalamnya.

Pemandangan alam di Pulau Sangihe pun tak kalah indahnya. Pantai Embuhanga dengan hamparan pasir landai yang luas serta dihiasi dengan lambaian nyiru kelapa terlihat sangat indah. Pantai-pantai di Pulau tersebut dan di pulau sekitarnya juga melengkapi keindahan Kepulauan Sangihe tersebut. Tak sekedar Pemandangan di Pantai, pemandangan alam dari puncak Pusunge Lenganeng tampak keindahan Kota Tahunan dari atas.

Keindahan yang terdapat di Pulau Sangihe merupakan anugrah tuhan yang semestinya kita jaga dan kita lestarikan untuk kehidupan anak cucu kita kelak. Pulau Sangihe merupakan salah satu aset berharga bagi bangsa Indonesia yang memiliki berjuta keindahan lainnya. Pembangunan yang baik, dimana harus semestinya merencanakan pembangunan yang berkelanjutan dimana sangat memperhatikan aspek lingkungan. (admin/dnx)

Swiss: Negara Paling Ramah Lingkungan

environesia.co.id – Raihan Swiss pada skor (The Environmental Performance Indeks) EPI atau indeks kinerja lingkungan mencapai angka 87.42, pada tahun 2018 menempatkan Swiss sebagai negara paling ramah lingkungan di Dunia.  Tak hanya itu, pada tahun 2017 Swiss dinobatkan sebagai negara nomor satu dari lima negara yang menerima Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pencapaian Swiss dalam menjaga lingkungan, tak lepas dari berbagai usaha yang dilakukan sangat baik, seperti sistem pemilihan limbah yang sangat baik,  dan upaya meminimalisir emisi karbon bahkan mengupayakan sampai nilai 0.

Sistem pengelolaan imbah di Swiss seperti memisahkan dan mendaur ulang limbah organik kemudian mengkonversi sisanya menjadi energi. KVA Thun yang merupakan satu contoh pabrik waste to energy, dimana memproses limbah agar benar-benar bersih dan ramah pada lingkungan.

Pemeliharaan air di Swiss benar-benar sangat diperhatikan, karena tak lain kualitas air sendiri sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Oleh karena itu, Swiss berusaha melindungi sumber-sumber air baik di tanah, danau, sungai dan sebagainya agar tidak tercemar oleh limbah-limbah Industri. Di Swiss terdapat pabrik pengolahan limbah air, dimana dapat membersihkan 90 liter air limbah perharinya dan juga menghasilkan biogas dari lumpur limbah tersebut. Gas tersebut kemudian digunakan dalam sistem transportasi umum.

Zurich  yang merupakan salah satu kota di Swiss, segera merealisasikan pendirian pabrik carbon-capture berskala industri pertama di dunia. Pabrik tersebut mengolah karbon dioksida dari udara melalui penangkapan udara langsung. Kinerja pabrik tersebut mampu menangkap 900 ton jumlah karbon dioksida yang setara dihasilkan sekitar 200 mobil dalam setahun. Hal tersebut termasuk dalam sistem pengendalian polusi udara yang efisien agar standar kualitas udara terpenuhi dan emisi dijaga agar tetap dalam batas minimum.

Dalam pengambilan Kebijakan khususnya berkaitan dengan Lingkungan, Swiss melibatkan masyarakat luas. Contohnya saat Swiss mengeluarkan kebijakan tentang impor CPO (Crude Palm Oil) dari Indonesia dilakukan dengan cara referendum. Disana juga antara satu pemerintah lokal dan lainnya saling berlomba-lomba menjadi kota teramah Lingkungan di Swiss. (admin/dnx)

Ref: suneducationgroup.com www.liputan6.com www.cnnindonesia.com

UKL-UPL: Dokumen Lingkungan Setingkat di bawah AMDAL

Dokumen Lingkungan

environesia.co.id – UKL-UPL dengan kepanjangan ‘Upaya Pengelelolaan Lingkungan – Upaya Pemantauan Lingkungan” merupakan salah satu dokumen lingkungan seperti AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) berdasarkan resiko pada usaha atau kegiatan yang dilakukan.

Dalam UU No. 32 Th. 2009  Pasa 1 butir 12 dinyatakan bahwa UKL-UPL adalah pengelolaan dan pemantauan lingkungan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap Lingkungan Hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Sedangkan pada PP No 22 Tahun 2021 yang terbaru, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut UKL-UPL adalah rangkaian proses pengelolaan dan pemantauan Lingkungan Hidup yang dituangkan dalam bentuk standar untuk digunakan sebagai prasyarat pengambilan keputusan serta terrnuat dalam perizinan Berusaha, atau persetujuan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

Usaha atau kegiatan yang diwajibkan UKL-UPL adalah usaha atau kegiatan yang tidak termasuk dalam 9 Kriteria Kegiatan berdampak Penting (AMDAL), Telah memiliki standar teknologi untuk mengelola dampak lingkungan & Lokasi rencana kegiatan tidak berbatasan langsung atau berada dalam kawasan lindung.

9 kriteria AMDAL sendiri menurut PP No 22 Tahun 2021 tentang Persetujuan Lingkungan antar lain;

  1. Berpotensi mengubah Bentang Alam;
  2. eksploitasi sumber daya alam;
  3. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup serta pemborosan dan kemerosotan sumber daya alam;
  4. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan, sosial dan budaya;
  5. proses dan kegiatan yang hasilnya akan mempengaruhi pelestarian kawasan, konservasi sumber daya alam dan/atau perlindungan cagar budaya;
  6. introduksi jenis tumbuhtumbuhan, hewan, dan jasad renik;
  7. mempunyai resiko terhadap pertahanan Negara;
  8. penggunaan bahan hayati dan non hayati;
  9. penerapan teknologi yang berpotensi menimbulkan dampak besar yang mempengaruhi lingkungan.

Acuan pembeda antara permberlakuan jenis dokumen lingkungan terdapat pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 38 tahun 2019 tentang Jenis Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Pada perturan menteri tersebut tertuang tentang kriteria berdasarkan skala tertentu, misal; luas, panjang, volume dan jangkauan usaha atau kegiatan tersebut.

Di lapangan, pelaksanaan UKL-UPL biasanya ditujukan pada usaha atau kegiatan seperti pembangunan gedung, pembangunan puskesmas, saluran irigasi dan kegiatan lain dimana belum memenuhi kriteria untuk wajib AMDAL..

Setelah diberlakukannya Undang-undang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021 tentang Persetujuan Lingkungan, UKL-UPL diintegrasikan dalam Izin Usaha. Pada usaha atau kegiatan wajib UKL-UPL, persetujuan lingkungan memuat Dokumen PKPLH (Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan Hidup). PKPLH sendiri adalah standar pengelolaan lingkungan hidup dan pemantauan lingkungan hidup dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang telah disahkan oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah bagi usaha dan/atau kegiatan yang wajib UKL-UPL (admin/dnx)

Kesadaran Lingkungan pada Dampak Efek Rumah Kaca

Ilustrasi efek rumah kaca

environesia.co.id – Rumah kaca bagi para petani berfungsi sebagai penyedia ruangan untuk media tanam dengan suhu yang stabil di berbagai cuaca dan musim. Cara kerjanya rumah kaca tersebut adalah merangkap suhu panas di ruangan tersebut dari pantulan sinar matahari. Sedangkan efek rumah kaca sendiri adalah panas dari sinar bumi yang dipantulkan dan terperangkap di atmosfer. Akibatnya suhu di bumi lebih stabil antara siang hari dan malam hari di berbagai musim. Jika tak memiliki efek rumah kaca, maka suhu bumi akan tidak stabil secara drastis antara siang dan malam di berbagai musim.

Efek rumah kaca sendiri tersusun dari beberapa gas rumah kaca seperti CO2 (Karbon dioksida), H2O (Uap Air), CH4 (Metana), CFC (Chloro Flouro Carbon), N2O (Dintrogen Oksida) dan O3 (Ozon). Masing-masing gas tersebut memiliki pengaruh yang berbeda-beda dalam pembentukan efek rumah kaca pada atmosfer. Seperti O3 (ozon) sebagai menghalang sinar ultraviolet dari Matahari yang memancar di bumi atau CO2 (Karbon dioksida) sebagai penyerap panas matahari di bumi  yang menstabilkan suhu malam hari dan siang hari. Gas-gas tersebut secara keseluruhan bekerja seperti kaca dimana memantulkan dan menyerap panas matahari yang ada di permukaan bumi.  

Meningkatnya industri pada abad ke 20, meningkat juga produksi gas karbon yang ada di bumi. Peningkatan jumlah gas karbon tersebut, terjadi hingga saat ini. Latar belakang gas karbon yang meningkat karena penggunaan bahan bakar fosil yang tinggi seperti batu bara, minyak bumi dan lain sebagainya. Dampaknya terlihat pada peningkatan suhu di permukaan bumi akibat efek rumah kaca tersebut atau yang kita kenal saat ini dengan istilah pemanasan global atau global warming.

Faktor lain yang memperparah pemanasan bumi termasuk diantaranya deforestasi semakin meluas serta produksi gas metan dari pertanian peternakan. Deforestasi dimana pengurangan luas hutan yang semakin meluas akibat alih fungsi hutan menjadi lahan komersil untuk kepentingan manusia.  Seperti yang kita tahu hutan sendiri merupakan paru-paru bumi sebagai penyaring karbon dioksida untuk menjadi oksigen atau penyaring gas-gas lain.

Jika suhu permukaan bumi meningkat maka akan terjadi pencairan es yang ada di kutub utara dan selatan akibatnya permukaan air laut semakin tinggi, dan daratan semakin berkurang. Tak hanya itu, lapisan ozon akan semakin menipis sehingga sinar ultraviolet matahari tak terserap, dimana sinar ultraviolet pada matahari sangat berbahaya bagi makhluk hidup termasuk manusia dan binatang.

Dapat dikatakan upaya penanggulangan dampak negatif dari efek rumah kaca di abad 21 ini sangat rumit. Dimana peradaban manusia sudah sangat tergantung pada penggunaan bahan bakar fosil di setiap sudut aktivitas kehidupannya. Akan tetapi bukan berarti hal tersebut mustahil untuk mewujudkan pengurangan gas emisi  sebagai penyebab pemanasan global. Sedikit demi sedikit diperlukannya kesadaran masing-masing individu dan kelompok serta diimbangi kebijakan regional dan global yang berkomitmen pada kesadaran lingkungan hidup. (admin/dnx)

Kesempatan Berkarir di Konsultan Lingkungan Terdepan di Indonesia

environesia.co.id – Environesia Global Saraya memperkenalkan sebagai “The Leading Company for Environmental Consulting Services in Indonesia” atau sebagai Konsultan Lingkungan terdepan di Indonesia membuka kesempatan berkarir bagi putra-putri terbaik di berbagai posisi yang tersedia. Dibukanya kesempatan karir menjelang semester ke 2021 ini, sebagai langkah Environesia untuk melangkahkan perjalanan kedepan yang lebih jauh lagi sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia. Oleh karena itu para kandidat The New Environesia Crew untuk mempersiapkan dengan persiapan yang terbaik.

Dapat dikatakan Environesia dikenal sebagai Perusahaan Konsultan Lingkungan yang paling kekinian. Bagaimana tidak, untuk saat ini semua pihak di balik layar banyak dipegang oleh para milenial. Walaupun diisi oleh para milenial, jangkauan pekerjaan atau proyek yang dikerjakan oleh Environesia menyebar di 33 Propinsi se Indonesia dan didukung oleh tenaga ahli di bidang lingkungan hidup yang telah berpengalaman. Berbagai pihak baik swasta, pemerintah dan BUMN telah mempercayakan Environesia sebagai mitra di bidang konsultansi jasa terkait lingkungan.

Kini Environesia membuka kesempatan berkarir bagi semua yang ingin berkarya di Perusahaan Konsultan Lingkungan terdepan di Indonesia, Adapun posisi-posisi yang tersedia antara lain;

1. Operational Consultant

Pada posisi ini nantinya Environesia crew memiliki tanggung jawab dalam operational penyusunan dokumen-dokumen lingkungan seperti AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) dan sebagainya.

2. Finance (akuntan)

Sudah tidak asing istilah pada posisi ini yaitu mengatur keuangan, menyusun laporan keuangan, penganggaran dan sebagainya.

3. Company Branding

Sebagai tim kreatif dalam pengembangan branding perusahaan khususnya pada platform digital baik di media sosial dan pada landing page resmi perusahaan.

4. Admin Tender

Posisi ini memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan administrasi yang dibutuhkan dalam pengajuan berbagai macam tender, termasuk di antaranya menyusun dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

5. QE-HESS – Tenaga Harian Lepas

Sebagai tim yang bertanggung jawab mengawal aspek QE-HESS (Quality, Exellence – Health, Environmental, Safety and Security) termasuk didalamnya pengawalan standar manajemen yang telah sertifikasi.

Para putra putri terbaik bangsa memiliki kesempatan untuk berkarya dengan berkarir sebagai Environesia Crew. Oleh karena itu perlu mempersiapkan dengan persiapan terbaik pula. Untuk informasi segala persyaratan aplikasi atau lamaran dapat mengakses halaman ini. (admin/dnx)

Proyek di Provinsi ke 33, Kontribusi Pemulihan Pasca Gempa

environesia.co.id, Mamuju – PT Environesia Global Saraya sebagai konsultan lingkungan diwakili langsung Direktur Saprian S.T. M.Sc. menandatangani kontrak kerjasama bersama Dinas Pekerajaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Barat untuk pengerjaan Penyusunan Dokumen Lingkungan pada Pembangunan Jalan Ruas Salubatu – Bonehau – Kalumpang – Batuisi – Batas Toraja Utara, Kabupaten Mamuju pada Rabu (2/5).

Proyek tersebut menjadi proyek perdana di Provinsi Sulawesi Barat dan menjadikan Provinsi Sulawesi Barat sebagai provinsi ke 33 pada jangkauan kerja Environesia se Indonesia. Hal ini memberikan kebanggaan bagi Environesia karena telah dipercaya sebagai mitra Pemerintah Daerah setempat dalam proses pemulihan pembangunan pasca gempa yang terjadi pada 5 bulan yang lalu.

“Alhamdulillah sebuah kehormatan tersendiri turut terlibat dalam percepatan pembangunan provinsi sulawesi barat dan pemulihan pasca bencana.” Tutur Direktur.

Sebelumnya salah satu staff Environesia mengalami kejadian yang menarik pada pembuktian dokumen pra kualifikasi di Kota Mamuju tersebut. Dimana kondisi Kota Mamuju saat itu dalam proses pemulihan pasca gempa pada 5 bulan yang lalu tepatnya pada 24 Januari 2021. Sehingga pada kegiatan pembuktian dokumen pra kualifikasi tersebut dilakukan di bawah tenda darurat, Hal tersebut tidak terkira di benak staff yang diterjunkan ke lokasi tersebut.

Dari keterangan yang diterbitkan oleh Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat, menerangkan tujuan penyusunan dokumen lingkungan tersebut sebagai identifikasi rencana kegiatan yang akan dilakukan terutama dimana berpotensi menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; serta identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting.

Tak hanya itu tujuan dokumen lingkungan tersebut juga sebagai prakiraan dan evaluasi rencana kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup dan juga sebagai proses penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup pendukung berupa Kerangka Acuan (KA), Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).

Serta dalam proses tersebut di lapangan sebagai bahan informasi kepada masyarakat mengenai dampak yang mungkin timbul dari pelaksanaan Pembangunan Ruas Jalan Salubatu – Bonehau – Kalumpang – Batuisi – Batas Toraja Utara Kab. Mamuju. (admin/dnx)

Mengenal dan Memahami Apa Itu KLHS

environesia.co.id – Apabila berbicara tentang KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) maka tak sefamiliar di telinga publik jika dibandingkan dengan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Hal tersebut dikarenakan masifnya pemberitaan tentang AMDAL pada suatu proyek tertentu di berbagai berita media massa baik lokal mau pun nasional. Tetapi sangat perlu juga publik mengetahui berbagai regulasi lingkungan yang ada termasuk juga salah satunya KLHS tersebut.

Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009 yang dimaksud KLHS adalah serangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.

lihat alur penyusunan KLHS

Kebijakan pemberlakuan KLHS tersebut ditujukan untuk memastikan penerapan pembangunan yang berkelanjutan pada suatu wilayah atau pada program pemerintahan. Pada eksekusinya, KLHS wajib tertuang pada RTRW suatu wilayah propinsi, kota atau pun kabupaten dan juga pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), dan Rencana Pembangunan Jangka Menengan (RPJM) nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Eksekusi penyusunan KLHS pada Pemerintah merupakan implementasi regulasi pada pasal 15UU 32/2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dimana mewajibkan pelaksanaan KLHS, yang berbunyi;

“Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.”

Oleh karena itu, sebagaimana klausul pasal tersebut kewajiban Pemerintah membuat KLHS sebagai hulu kebijakan pembangunan agar pembangunan tersebut tetap pada prinsip berkelanjutan pada lingkungan hidup

Jika kita merujuk pada Pasal 16 UU 32/2009 , dokumen KLHS tersebut ditujukan sebagai kajian yang memuat antara lain: a) kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan; b) perkiraan mengenai dampak dan risiko lingkungan hidup; c) kinerja layanan/jasa ekosistem; d) efisiensi pemanfaatan sumber daya alam; e) tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim; dan f) tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati.

baca juga partisipasi publik dalam penyusunan KLHS I & partisipasi publik dalam penyusunan KLHS II

Perbedaan mendasar antara KLHS dan AMDAL terletak pada ruang lingkupnya itu sendiri. Jika AMDAL sebagai hilir kebijakan pembangunan dengan pendekatan reaktif untuk mengevaluasi dan identifikasi dampak lingkungan. Sedangkan KLHS merupakan hulu kebijakan dengan pendekatan pro aktif untuk evaluasi konsekuensi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Penyusunan KLHS sendiri dapat dilakukan bersama pihak Konsultan Lingkungan yang berpengalaman dengan Tenaga Ahli yang berkompeten. Environesia sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia telah berpengalaman dalam penyusunan dokumen-dokumen lingkungan termasuk di antaranya KLHS, AMDAL, UKL-UPL serta pemantauan lingkungan dan dokumen untuk regulasi lingkungan lain. Pengalaman yang telah dikerjakan Environesia tersebut menjangkau seluruh pelosok Nusantara dari Sabang sampai Merauke di 33 Provinsi se Indonesia. (admin/dnx).

Halim, Abdul. KLHS, Kewajiban Pemerintah Untuk Lingkungan. (2017) diterbitkan di www.mongabay.co.id

ICEL. Kajian Lingkungan Hidup Strategis. (2020). Diterbitkan di icel.or.id

Satar, Musnanda. Apa sih Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) itu?. (2012) Diterbitkan di musnanda.com

Fatimah, Endrawati. KLHS Sebagai Salah Satu Filter Menuju Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan. Diterbitkan di sil.ui.ac.id

5 Tahun Environesia, Siap Berkompetisi Global

environesia.co.id, Sleman – Bertepatan bulan Ramadan, Environesia dengan entitas PT Environesia Global Saraya merayakan hari jadi ke 5 tahun pada Senin petang (3/5) dengan agenda 5 Years Anniversary Environesia Global Saraya & Iftar Environesia Company Group bertempat di Manohara Hotel, Sleman, D.I. Yogyakarta.  Pada agenda tersebut dihadiri oleh seluruh keluarga besar Environesia Company Group.

Dalam agenda tersebut Direktur Environesia, Saprian S.T, M.Sc. menyampaikan bahwa di dalam bisnis terdapat masa-masa sulit di tahun pertama masa membangun, tahun ke 2 sampai ke 3 adalah masa-masa. Bisnis pada tahun ke 3 atau ke 5 akan ada goncangan. Hal tersebut disebabkan dengan adanya sistem perusahaan yang semakin kompleks, personalia tim yang semakin bertambah dan permintaan pelayanan dari klien semakin tinggi.

Direktur Environesia tersebut memaparkan bahwa di usia ke 5 tahun, eksistensi Environesia semakin diperhitungkan. Ia menambahkan dalam perjalan sampai usia 5 tahun, Environesia telah banyak melewati gesekan dan berbagai konflik, dibalik konflik semua itu sebagai proses perusahaan untuk siap berkompetisi secara global. “Adanya gesekan, adanya konflik adalah tanda bahwa perusahaan sudah siap bertarung di kompetisi global.” Ungkap Saprian.

Tak hanya itu di depan seluruh keluarga Environesia Company Group yang hadir pada agenda 5 Years Anniversary Environesia Global Saraya & Iftar Environesia Company Group, CEO Environesia Company Group tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada semua yang telah tergabung di keluarga Environesia.

“Selamat kepada rekan-rekan semua karena dapat bergabung menjadi keluarga Environesia Company Group. Environesia Global Saraya adalah cikal bakal dari lahirnya perusahaan-perusahaan kita selanjutanya. Ada Bikin.co, ada GreenLab, ada Cita Rasa (red Kangen Jogja) itu adalah satu entitas kita semua.” Tutur Saprian.

Saprian S.T., M.Sc. – CEO Environesia Company Group/Direktur PT Environesia Global Saraya

Kedepannya, Environesia akan menginisiasi Holding Company yang akan menaungi seluruh entitas perusahaan yang ada di Environesia Company Group. Oleh karena itu, antara satu entitas perusahaan dengan perusahaan dapat menguatkan koneksi satu sama lain. Hal tersebut dikatakan sangat penting karena sebagai penguat relasi internal yang dibangun.

Environesia sebagai Konsultan Lingkungan telah berdiri sejak 3 Mei 2016 di Sleman, D.I Yogyakarta. Saat ini memasuki usia ke 5, dan telah menjadi core bisnis empat perusahaan lain di bawah naungan Environesia Company Group, antara lain; PT GreenLab Indo Global atau yang dikenal sebagai GreenLab, PT Bikin Indonesia Berdaya sebagai start up E-Commerce dikenal dengan Bikin.co, PT Citarasa Global Nusa sebagai produsen Bakpia Kukus Kangen Jogja.

Di Usia ke 5 tahun ini pula Environesia telah memiliki jangkauan pekerjaan di seluruh wilayah Nusantara dari Sabang hingga Merauke di 32 provinsi se Indonesia. Kedepannya pada tahun 2025 Environesia sebagai konsultan lingkungan terdepan di Indonesia. (admin/dnx)