Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Tindakan yang Dapat Diambil untuk Mengurangi Pemanasan Global

Environesia Global Saraya

14 March 2025

Pemanasan global telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan di bumi. Kenaikan suhu rata-rata bumi, yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄), telah memicu berbagai dampak buruk, mulai dari cuaca ekstrem hingga kenaikan permukaan laut. Untuk mengatasi krisis ini, diperlukan tindakan kolektif dari individu, komunitas, pemerintah, dan sektor swasta.

1. Transisi ke Energi Terbarukan

Salah satu penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca adalah pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas untuk menghasilkan energi. Beralih ke sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan hidro, dapat secara signifikan mengurangi emisi karbon. Pemerintah dapat mendorong transisi ini dengan memberikan insentif untuk proyek energi bersih, sementara individu dapat mempertimbangkan penggunaan panel surya di rumah atau memilih penyedia listrik yang menggunakan energi terbarukan.

2. Meningkatkan Efisiensi Energi

Mengurangi konsumsi energi adalah langkah penting dalam memerangi pemanasan global. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan efisiensi energi di rumah, kantor, dan industri. Misalnya, menggunakan peralatan elektronik yang hemat energi, mengganti lampu konvensional dengan LED, dan memperbaiki isolasi bangunan untuk mengurangi kebutuhan pemanas atau pendingin ruangan. Selain itu, transportasi umum yang efisien dan kendaraan listrik juga dapat membantu mengurangi emisi dari sektor transportasi.

3. Menjaga dan Memulihkan Hutan

Hutan berperan sebagai "paru-paru dunia" karena menyerap CO₂ dari atmosfer. Namun, deforestasi dan degradasi hutan telah mengurangi kemampuan alam untuk menyerap karbon. Melindungi hutan yang ada, menanam pohon baru, dan memulihkan lahan terdegradasi adalah langkah penting dalam mengurangi pemanasan global. Inisiatif seperti program penanaman pohon skala besar dan larangan penebangan liar perlu didukung oleh kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat.

4. Mengurangi Limbah dan Menerapkan Ekonomi Sirkular

Sektor limbah, terutama sampah organik di tempat pembuangan akhir, menghasilkan metana, gas rumah kaca yang sangat poten. Dengan mengurangi limbah makanan, mendaur ulang, dan mengompos, kita dapat mengurangi emisi ini. Selain itu, menerapkan prinsip ekonomi sirkular—di mana produk didesain untuk digunakan kembali atau didaur ulang—dapat mengurangi kebutuhan akan sumber daya baru dan emisi yang dihasilkan dari produksi barang.

5. Mendorong Kesadaran dan Pendidikan

Perubahan perilaku individu dan kolektif memainkan peran penting dalam mengurangi pemanasan global. Pendidikan tentang dampak perubahan iklim dan cara-cara untuk mengurangi jejak karbon perlu ditingkatkan. Kampanye kesadaran publik, baik melalui media sosial, sekolah, atau komunitas, dapat mendorong lebih banyak orang untuk mengambil tindakan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih transportasi ramah lingkungan, atau mendukung produk lokal.

6. Kebijakan Pemerintah yang Proaktif

Pemerintah memiliki peran kunci dalam memimpin upaya global untuk mengurangi pemanasan global. Kebijakan seperti penetapan harga karbon, subsidi untuk energi bersih, dan regulasi ketat terhadap emisi industri dapat mendorong perubahan skala besar. Selain itu, kerja sama internasional, seperti Perjanjian Paris, penting untuk memastikan bahwa semua negara berkomitmen untuk mencapai target pengurangan emisi.

Mengurangi pemanasan global bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan tindakan kolektif dan komitmen yang kuat, kita dapat membatasi dampaknya. Setiap langkah kecil, mulai dari menghemat energi hingga mendukung kebijakan ramah lingkungan, berkontribusi pada upaya global untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
 

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas