Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Tantangan Umum dalam Penyusunan ESIA Proyek Energi Terbarukan

Environesia Global Saraya

26 September 2025

Dalam beberapa tahun terakhir, energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi menjadi fokus utama dalam transisi menuju energi bersih. Namun, setiap proyek energi terbarukan tetap memiliki potensi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan ESIA (Environmental and Social Impact Assessment) atau Kajian Dampak Lingkungan dan Sosial menjadi langkah penting.

Meski bermanfaat, proses penyusunan ESIA tidak selalu mudah. Artikel ini akan membahas tantangan umum dalam penyusunan ESIA proyek energi terbarukan serta bagaimana cara mengatasinya.

Tantangan Umum dalam Penyusunan ESIA Proyek Energi Terbarukan

1. Kompleksitas Regulasi

Proyek energi terbarukan sering melibatkan pendanaan internasional, sehingga selain mengikuti peraturan nasional, proyek juga harus mematuhi standar global seperti IFC Performance Standards atau World Bank Safeguards. Hal ini membuat proses lebih rumit.

2. Keterbatasan Data Lingkungan

Seringkali data terkait biodiversitas, kualitas udara, atau kondisi sosial di lokasi proyek masih minim. Keterbatasan data ini bisa menghambat analisis dampak secara akurat.

3. Partisipasi Masyarakat Lokal

Konsultasi publik adalah bagian penting dari ESIA. Namun, tantangan muncul jika:

  • Masyarakat belum memahami manfaat proyek energi terbarukan.

  • Ada konflik kepentingan terkait lahan atau sumber daya.

  • Hambatan bahasa dan budaya memperlambat komunikasi.

4. Analisis Dampak Kumulatif

Energi terbarukan seringkali dibangun di wilayah tertentu secara masif, misalnya deretan turbin angin atau ladang panel surya skala besar. Tantangan muncul ketika harus menilai dampak kumulatif dari beberapa proyek sekaligus.

5. Keterbatasan Tenaga Ahli

Penyusunan ESIA membutuhkan tenaga ahli multidisiplin (biologi, sosial, ekonomi, teknik, hukum, dan komunikasi). Keterbatasan jumlah konsultan berpengalaman bisa membuat penyusunan ESIA memakan waktu lebih lama.

6. Tekanan Waktu dari Investor

Investor biasanya menuntut percepatan proyek agar cepat menghasilkan. Padahal, proses ESIA membutuhkan waktu cukup panjang untuk observasi lapangan, pengumpulan data, hingga konsultasi publik.

Cara Mengatasi Tantangan dalam Penyusunan ESIA

  • Menggunakan teknologi seperti GIS dan remote sensing untuk melengkapi data lingkungan.

  • Melibatkan masyarakat sejak awal agar partisipasi lebih aktif dan mengurangi konflik.

  • Mengandalkan konsultan lingkungan berlisensi yang memiliki pengalaman dalam proyek energi terbarukan.

  • Membangun kerangka kerja kolaboratif antara pemerintah, investor, dan masyarakat.

Penyusunan ESIA untuk proyek energi terbarukan menghadapi tantangan seperti regulasi yang kompleks, keterbatasan data, partisipasi masyarakat, hingga tekanan dari investor. Namun, dengan strategi yang tepat dan keterlibatan tenaga ahli, ESIA bisa menjadi instrumen penting untuk memastikan proyek energi terbarukan berjalan secara berkelanjutan, ramah lingkungan, dan diterima masyarakat.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas