Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Tantangan Transisi Energi di Negara Berkembang

Environesia Global Saraya

28 August 2025

Transisi energi menjadi topik global yang semakin mendesak seiring dengan meningkatnya isu perubahan iklim. Banyak negara maju mulai beralih dari energi fosil ke energi terbarukan, namun bagi negara berkembang, proses ini tidaklah mudah. Artikel ini akan membahas berbagai tantangan transisi energi di negara berkembang, serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan sistem energi berkelanjutan.

Apa Itu Transisi Energi?

Transisi energi adalah proses peralihan dari penggunaan energi berbasis fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas) menuju sumber energi terbarukan (seperti tenaga surya, angin, air, dan panas bumi). Tujuannya adalah mengurangi emisi karbon, meningkatkan efisiensi energi, dan menciptakan sistem energi yang ramah lingkungan.

Tantangan Transisi Energi di Negara Berkembang

  1. Keterbatasan Infrastruktur Energi Terbarukan
    Banyak negara berkembang masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga batu bara atau diesel. Infrastruktur energi terbarukan belum memadai dan membutuhkan investasi besar.

  2. Keterbatasan Pendanaan
    Biaya awal pembangunan pembangkit energi terbarukan relatif tinggi. Negara berkembang sering menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pendanaan untuk proyek energi hijau.

  3. Ketergantungan pada Energi Fosil
    Sektor industri di negara berkembang sebagian besar masih bergantung pada bahan bakar fosil karena lebih murah dan mudah diakses.

  4. Kurangnya Teknologi dan Inovasi
    Akses terhadap teknologi modern energi terbarukan, seperti smart grid atau penyimpanan energi baterai, masih terbatas.

  5. Tantangan Sosial dan Politik
    Transisi energi seringkali dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, kepentingan politik, serta resistensi dari pihak-pihak yang masih diuntungkan dengan energi fosil.

  6. Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)
    Negara berkembang masih memerlukan tenaga ahli dalam bidang energi terbarukan, mulai dari riset, desain, hingga pengoperasian teknologi.

Peluang dalam Transisi Energi

Meskipun penuh tantangan, negara berkembang juga memiliki peluang besar dalam transisi energi, antara lain:

  • Potensi Energi Terbarukan Melimpah seperti tenaga surya di kawasan tropis, energi panas bumi, dan tenaga air.

  • Dukungan Internasional berupa hibah, investasi, dan kerja sama teknologi dari negara maju.

  • Kesadaran Lingkungan yang Meningkat di masyarakat yang mendorong adopsi energi bersih.

Transisi energi di negara berkembang menghadapi banyak tantangan mulai dari pendanaan, infrastruktur, hingga kebijakan. Namun, dengan potensi sumber daya alam yang besar dan dukungan global, negara berkembang memiliki peluang untuk mempercepat peralihan menuju energi terbarukan. Kunci keberhasilan terletak pada kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan sistem energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas