Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Tahapan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) dalam Proyek Infrastruktur: Lengkap dan Mudah Dipahami

Environesia Global Saraya

19 November 2025

Detail Engineering Design (DED) adalah tahap perencanaan teknis paling krusial dalam proyek infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, bendungan, sistem drainase, gedung fasilitas publik, hingga instalasi pengolahan air (WTP/WWTP). Dokumen DED menjadi dasar pelaksanaan konstruksi karena berisi gambar kerja terperinci, perhitungan teknis, spesifikasi material, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tanpa DED yang baik, proyek berisiko mengalami salah desain, pembengkakan anggaran, hingga kegagalan struktur. Berikut tahapan penyusunan DED yang umum digunakan dalam industri konstruksi Indonesia.

1. Pengumpulan Data Lapangan (Survey dan Investigasi Awal)

Tahapan pertama dalam penyusunan DED adalah melakukan pengumpulan data teknis secara lengkap untuk memastikan desain yang dibuat sesuai kondisi aktual. Data yang dikumpulkan dapat meliputi:

  • Survey topografi untuk mendapatkan kontur, elevasi, batas lahan, dan titik kontrol.

  • Investigasi geoteknik seperti SPT, sondir, boring log, dan sifat mekanik tanah.

  • Survey hidrologi termasuk curah hujan, limpasan, debit sungai, dan pola aliran.

  • Survey lingkungan dan utilitas (drainase eksisting, jaringan listrik, pipa PDAM, dan potensi dampak lingkungan).

  • Survey sosial-ekonomi bila proyek berada dekat permukiman atau fasilitas umum.

2. Analisis Kebutuhan Teknis dan Standar Perencanaan

Setelah seluruh data lapangan terkumpul, tim perencana mulai menentukan kebutuhan teknis proyek dengan menyesuaikan fungsi infrastruktur (seperti jalan kota, jembatan industri, atau IPAL komunal), kapasitas yang harus dipenuhi, serta acuan regulasi seperti standar Kementerian PUPR, SNI, dan pedoman LPJK. Pada tahap ini juga dipastikan seluruh desain memenuhi aspek keselamatan, keandalan struktur, dan keberlanjutan lingkungan sehingga hasil perencanaan sesuai ketentuan teknis yang berlaku dan siap dilanjutkan ke tahap desain detail.

3. Perancangan Konseptual (Conceptual Design)

Pada tahap perancangan konseptual, tim perencana menyusun rancangan awal yang mencakup flow diagram, alternatif desain, sketsa layout, kebutuhan ruang, serta estimasi luasan berdasarkan hasil survey. Setiap alternatif dianalisis kelebihan dan kekurangannya melalui studi kelayakan teknis untuk menentukan opsi desain yang paling efisien dari segi biaya, mudah diterapkan di lapangan, serta memiliki dampak lingkungan yang minimal.

4. Penyusunan Gambar Teknis Detail (Detail Engineering Drawing)

Tahap ini merupakan inti dari Detail Engineering Design karena seluruh gambar teknis disusun secara rinci dan akurat agar dapat langsung digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi sesuai standar PUPR dan SNI. Dokumen gambar mencakup arsitektur, struktur, MEP, hidrolika, penampang memanjang dan melintang, detail sambungan, serta spesifikasi setiap material dan metode kerja sehingga seluruh elemen proyek tergambar jelas dan konsisten.

5. Perhitungan Teknis dan Verifikasi Desain

Setelah gambar detail disusun, tim teknis melakukan perhitungan mendalam seperti beban struktur, analisis gempa, simulasi hidrolika, stabilitas tanah, volume pekerjaan, dan kebutuhan material, termasuk perhitungan sistem mekanikal dan elektrikal. Semua hasil analisis kemudian diverifikasi oleh engineer senior untuk memastikan desain memenuhi standar keselamatan, keandalan, dan ketentuan teknis yang berlaku.

6. Penyusunan Spesifikasi Teknis (Technical Specifications)

Pada tahap ini disusun spesifikasi teknis yang menjelaskan standar mutu material, metode pelaksanaan, ketentuan pengujian, persyaratan K3, serta prosedur pengendalian mutu. Dokumen spesifikasi berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan yang seragam di lapangan sehingga kualitas pekerjaan dapat terjaga dan seluruh proses konstruksi mengikuti standar yang telah ditetapkan.

7. Penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan Bill of Quantity (BoQ)

Selanjutnya dilakukan penyusunan RAB dan BoQ dengan menghitung volume pekerjaan, harga satuan, kebutuhan material, biaya tenaga kerja, peralatan, dan komponen biaya tidak langsung. RAB disusun secara akurat berdasarkan kondisi pasar dan spesifikasi desain, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar perencanaan anggaran proyek yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan

8. Review, Quality Check, dan Konsultasi Teknis

Sebelum dokumen difinalisasi, seluruh komponen DED menjalani proses review melalui pemeriksaan silang antar disiplin, evaluasi oleh engineer ahli, serta penyesuaian berdasarkan kebutuhan pemilik proyek. Untuk proyek dengan skala besar atau berdampak lingkungan, proses ini juga dapat melibatkan konsultasi publik. Tahap review memastikan tidak ada konflik antar desain, kesalahan perhitungan, ataupun risiko teknis sebelum dokumen disahkan.

9. Finalisasi Dokumen DED dan Penyerahan ke Pemilik Proyek

Tahap akhir adalah penyusunan dokumen DED lengkap yang terdiri dari gambar teknis, perhitungan, spesifikasi, BoQ, RAB, serta laporan justifikasi desain. Dokumen final inilah yang digunakan sebagai acuan tender, pengadaan, dan pelaksanaan konstruksi, sehingga harus tersusun rapi, lengkap, dan memenuhi seluruh standar teknis yang diperlukan.

Penyusunan Detail Engineering Design (DED) adalah proses sistematis yang mencakup survey, analisis data, desain konseptual, gambar detail, perhitungan teknis, penyusunan spesifikasi, hingga finalisasi RAB. DED merupakan fondasi penting untuk memastikan proyek infrastruktur berjalan aman, efisien, tepat biaya, dan sesuai standar PUPR serta SNI.

Dengan DED yang baik, risiko kegagalan desain, keterlambatan proyek, dan pembengkakan biaya dapat diminimalkan, sehingga hasil konstruksi lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas