Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Strategi Menuju Net Zero Emission 2060

Environesia Global Saraya

10 November 2025

Indonesia telah menetapkan target besar yaitu mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Sektor industri yang menyumbang puluhan persen emisi nasional harus segera bergerak agar target ini bisa tercapai dengan tepat waktu. 

Kenapa Industri Harus Segera Bergerak?

Industri adalah penyumbang besar emisi gas rumah kaca di Indonesia. Jika tidak berubah, pertumbuhan ekonomi bisa bertentangan dengan target lingkungan. Produk ramah lingkungan kini lebih diminati, kebijakan pemerintah makin ketat, dan industri yang terlambat beradaptasi bisa kehilangan daya saing.

Tiga Pilar Strategis untuk Dekarbonisasi Industri

Berikut tiga strategi utama yang harus dipahami agar industri bisa bergerak dengan efektif:
  1. Efisiensi dan Penggunaan Energi Bersih
    Mengurangi konsumsi energi fosil dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan atau listrik rendah karbon adalah kunci. Contoh: penggunaan panel surya atap, perpindahan dari batubara ke biomassa atau gas, serta pemanfaatan sisa‐panas industri sebagai sumber energi. 

  2. Substitusi Bahan dan Teknologi Produksi
    Mengganti bahan bakar atau bahan baku yang tinggi emisi dengan alternatif lebih bersih, serta adopsi teknologi baru seperti elektrifikasi proses atau hydrogen hijau.

  3. Ekosistem dan Kebijakan Pendukung
    Industri tidak bisa bergerak sendiri, diperlukan peta jalan nasional, sistem insentif, mekanisme karbon, dan kolaborasi pemerintah-swasta. Contohnya: lembaga pendukung, skema green financing, sertifikasi industri hijau.

Langkah Praktis bagi Industri

Berikut langkah yang bisa dipraktekkan oleh perusahaan dari skala kecil hingga besar:
  1. Lakukan audit energi untuk mengetahui seberapa besar konsumsi dan potensi pengurangan emisi.
  2. Tentukan roadmap dekarbonisasi menentukan target jangka pendek (misalnya pengurangan 20% dalam 5 tahun) menuju NZE 2060.
  3. Prioritaskan teknologi “low‐hanging fruit, seperti mengganti lampu ke LED, memperbaiki isolasi, atau memasang panel surya atap.
  4. Berinvestasi pada bahan alternatif: misalnya biomassa, gas alam, atau listrik dari sumber terbarukan daripada batubara.
  5. Patuhi dan pelaporan secara transparan: laporkan profil emisi, ikut skema perdagangan karbon, dan siapkan sertifikasi industri hijau.
  6. Kolaborasi: dengan penyedia teknologi, pemerintah, dan lembaga keuangan agar pendanaan dan transfer teknologi berjalan lancar.

4. Tantangan dan Cara Mengatasinya

Beberapa kendala yang sering muncul:
  • Biaya awal besar untuk teknologi rendah karbon.
  • Keterbatasan teknologi dan infrastruktur di beberapa daerah.
  • Ketergantungan pada batubara atau bahan bakar fosil untuk proses produksi.
  • Kebutuhan perubahan budaya dan manajemen dalam perusahaan.
Cara mengatasinya: mencari skema pembiayaan hijau, memulai dari perubahan kecil dulu, meningkatkan kompetensi SDM, dan menyelaraskan strategi lingkungan dengan strategi bisnis agar perubahan menjadi bagian dari keuntungan jangka panjang.

 

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas