Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Perubahan Iklim dan Mitigasinya

Environesia Global Saraya

18 March 2025

Perubahan iklim adalah tantangan global yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk lingkungan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan UU 24 Tahun 2007, mitigasi merujuk pada serangkaian upaya untuk menekan risiko bencana, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kesadaran dan kapasitas dalam menghadapi ancaman bencana. Sementara itu, mitigasi perubahan iklim mencakup berbagai langkah untuk menekan emisi gas rumah kaca serta meningkatkan penyerapan karbon.

Mitigasi Perubahan Iklim dan Sustainable Development Goals (SDGs)

Sejalan dengan tujuan deklarasi pada Sustainable Development Goals (SDGs), mitigasi perubahan iklim merupakan isu penting yang perlu diperhatikan hingga saat ini. Diperlukan pendekatan dari berbagai pihak seperti pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat untuk mengurangi dampak tersebut. Pengembangan berkelanjutan dan adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan kunci dalam strategi mitigasi yang efektif (Malihah, 2024). Dalam konteks ini, penting bagi semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam merumuskan kebijakan yang mencerminkan kebutuhan lokal sambil tetap sejalan dengan tujuan global.

Langkah-Langkah Mitigasi Perubahan Iklim

  1. Kontribusi dari Lingkup Kecil

    Setiap individu dan keluarga dapat berkontribusi dengan mengurangi sampah rumah tangga, menggunakan kompos, mendaur ulang, serta menanam tanaman pangan, obat-obatan, atau tanaman pencegah bencana.

  2. Beralih ke Energi Terbarukan
    Mengganti sumber energi fosil dengan energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan hidro, dapat secara signifikan menurunkan emisi karbon dioksida. Berdasarkan penelitian, transisi ini tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga membuka peluang kerja baru di sektor energi hijau.

  3. Penghijauan dan Konservasi Hutan
    Melindungi hutan dan melakukan reboisasi sangatlah penting, karena hutan berperan sebagai penyerap karbon alami. Upaya penghijauan tidak hanya membantu mengurangi emisi tetapi juga meningkatkan keanekaragaman hayati dan memperbaiki kualitas tanah.

  4. Pertanian Berkelanjutan
    Praktik pertanian yang berkelanjutan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian. Contohnya, dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mengelola limbah pertanian dengan lebih baik, emisi metana dan nitrogen oksida dapat ditekan.

  5. Pengembangan Infrastruktur Tahan Perubahan Iklim
    Membangun infrastruktur seperti tanggul banjir dan sistem drainase yang efisien sangat penting untuk melindungi masyarakat dari dampak bencana alam.

  6. Penerapan Ekonomi Sirkular
    Mitigasi perubahan iklim juga dapat dilakukan melalui penerapan konsep ekonomi sirkular yang bertujuan untuk mengurangi limbah dan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Prakoso (2022) menekankan bahwa penerapan ekonomi sirkular dapat membantu negara-negara menghadapi tantangan akibat perubahan iklim dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.

Mitigasi perubahan iklim merupakan langkah penting untuk mengatasi tantangan global yang ada. Dengan mengimplementasikan langkah-langkah mitigasi yang tepat, kita tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memastikan masa depan yang aman bagi generasi yang akan datang. Kolaborasi antara masyarakat, sektor swasta, dan pemerintah sangat diperlukan untuk mencapai tujuan mitigasi ini dengan cara yang efektif dan berkelanjutan.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas