Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Permen LH/BPLH No. 2 Tahun 2026: Baku Mutu Air Limbah Baru untuk Industri Pakan Ternak dan Akuakultur  Panduan Lengkap

Environesia Global Saraya

12 August 2026

Di tengah pertumbuhan pesat industri pakan ternak dan pakan akuakultur nasional  sektor yang menopang rantai pasok peternakan unggas, perikanan budidaya, hingga industri protein hewani secara keseluruhan  pemerintah menerbitkan aturan main baru yang mengubah cara industri ini wajib mengelola air limbahnya. Pada 23 Februari 2026, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menetapkan Permen LH/BPLH Nomor 2 Tahun 2026 tentang Baku Mutu Air Limbah dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pakan Ternak dan Pakan Akuakultur, yang mulai berlaku efektif hanya tiga hari kemudian, pada 26 Februari 2026.

Regulasi setebal 30 halaman ini secara eksplisit mencabut sebagian ketentuan dalam Permen LHK Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penerbitan Persetujuan Teknis dan Surat Kelayakan Operasional Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan  khususnya pasal-pasal yang sebelumnya mengatur larangan pembuangan air limbah ke drainase atau saluran irigasi, serta baku mutu pemanfaatan air limbah ke formasi tertentu bagi sektor pakan ternak dan akuakultur. Dengan kata lain, sektor ini kini memiliki payung hukum baru yang lebih spesifik dan terpisah dari kerangka pengaturan umum yang berlaku sebelumnya.

Mengapa Regulasi Khusus untuk Sektor Ini Diperlukan?

Bagian menimbang dalam Permen LH/BPLH 2/2026 secara tegas menyatakan bahwa pengolahan air limbah dari kegiatan pakan ternak dan pakan akuakultur perlu dilakukan sesuai dengan baku mutu air limbah dan standar teknologi pengolahan air limbah yang jelas, dengan tujuan menurunkan beban pencemar air dan mencegah terjadinya pencemaran badan air. Ini menunjukkan bahwa pemerintah memandang karakteristik air limbah dari sektor pakan ternak dan akuakultur cukup spesifik  umumnya mengandung beban organik tinggi dari bahan baku pakan seperti tepung ikan, tepung tulang, minyak, serta residu protein dan lemak  sehingga memerlukan pendekatan baku mutu dan teknologi pengolahan yang disesuaikan dengan karakteristik unik tersebut, alih-alih menyamaratakannya dengan sektor industri pengolahan pangan lain secara umum.

Regulasi ini disusun berdasarkan payung hukum Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengamanatkan penetapan baku mutu air limbah spesifik sektor sebagai instrumen pengendalian pencemaran air. Dengan diterbitkannya regulasi khusus ini, pelaku usaha pakan ternak dan akuakultur kini memiliki acuan yang lebih jelas dan terukur, dibandingkan sebelumnya yang harus merujuk pada ketentuan yang lebih umum dan tersebar di berbagai regulasi lain.

Dua Pilar Utama Kewajiban dalam Permen LH/BPLH 2/2026

Secara struktural, regulasi ini menetapkan dua kewajiban utama bagi penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan pakan ternak dan pakan akuakultur yang menghasilkan air limbah:

1. Kewajiban memenuhi Baku Mutu Air Limbah. Setiap air limbah yang dihasilkan dari proses produksi pakan ternak maupun pakan akuakultur wajib diolah terlebih dahulu sebelum dilepaskan ke lingkungan, sehingga parameter kualitasnya berada dalam batas yang ditetapkan regulasi. Ini mencakup parameter-parameter umum yang lazim diatur dalam baku mutu air limbah industri berbasis pangan, seperti kandungan bahan organik, padatan tersuspensi, kadar minyak dan lemak, serta parameter keasaman (pH) air limbah.

2. Kewajiban memenuhi Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah. Berbeda dari sekadar menetapkan batas akhir kualitas air limbah, ketentuan ini turut mengatur standar teknologi pengolahan yang harus diterapkan  mengarahkan pelaku usaha untuk menggunakan sistem pengolahan yang telah terbukti efektif menurunkan beban pencemar sesuai karakteristik air limbah sektor ini, bukan sekadar teknologi pengolahan generik yang mungkin tidak optimal untuk jenis limbah spesifik pakan ternak dan akuakultur.

Kombinasi dua kewajiban ini penting dipahami secara utuh: sekalipun hasil akhir air limbah suatu perusahaan kebetulan memenuhi baku mutu, ketidaksesuaian teknologi pengolahan yang digunakan dengan standar yang ditetapkan tetap berpotensi menjadi temuan ketidakpatuhan tersendiri.

Apa yang Berubah dari Ketentuan Sebelumnya?

Pencabutan sebagian Permen LHK 5/2021 membawa implikasi penting yang perlu dipahami pelaku usaha di sektor ini:

Larangan pembuangan air limbah ke drainase dan saluran irigasi yang sebelumnya diatur dalam kerangka lama kini digantikan pengaturan baru yang lebih spesifik untuk sektor pakan ternak dan akuakultur  pelaku usaha perlu memeriksa ulang ketentuan detail dalam Permen LH/BPLH 2/2026 untuk memastikan pemahaman yang tepat mengenai saluran pembuangan yang diperbolehkan maupun yang dilarang.

Baku mutu pemanfaatan air limbah ke formasi tertentu, yang sebelumnya mengacu pada Permen LHK 5/2021, kini juga diatur ulang dalam kerangka regulasi baru ini  relevan bagi perusahaan yang selama ini memanfaatkan air limbah olahannya untuk keperluan tertentu seperti irigasi lahan atau pemanfaatan lain, bukan sekadar dibuang ke badan air.

Pelaku usaha yang sebelumnya mengacu pada Pertek dan SLO berdasarkan kerangka Permen LHK 5/2021 untuk sektor ini perlu mengevaluasi ulang kesesuaian dokumen mereka dengan ketentuan baru, mengingat perubahan baku mutu maupun standar teknologi pengolahan berpotensi memengaruhi kelayakan dokumen teknis yang sudah dimiliki sebelumnya.

Langkah Kepatuhan bagi Industri Pakan Ternak dan Akuakultur

Segera peroleh dan pelajari salinan lengkap Permen LH/BPLH 2/2026, khususnya bagian lampiran yang memuat tabel parameter baku mutu spesifik dan spesifikasi standar teknologi pengolahan air limbah yang berlaku bagi kategori usaha dan skala produksi perusahaan Anda.

Lakukan evaluasi kesesuaian sistem IPAL yang ada saat ini terhadap standar teknologi pengolahan air limbah yang baru ditetapkan  mengingat kewajiban ini tidak hanya soal hasil akhir baku mutu, tetapi juga kesesuaian teknologi pengolahan yang digunakan.

Perbarui atau ajukan Persetujuan Teknis (Pertek) air limbah sesuai ketentuan baru, khususnya bagi perusahaan yang dokumen tekniknya masih merujuk pada kerangka Permen LHK 5/2021 yang sebagian ketentuannya kini sudah tidak berlaku untuk sektor ini.

Pastikan Surat Layak Operasi (SLO) mencerminkan kondisi pengolahan air limbah yang sesuai dengan baku mutu dan standar teknologi terbaru, sebagai bukti hukum bahwa sistem pengolahan air limbah perusahaan telah diverifikasi sesuai ketentuan yang berlaku saat ini.

Lakukan pengujian laboratorium terhadap kualitas air limbah secara berkala, untuk memverifikasi kepatuhan terhadap baku mutu yang baru sekaligus sebagai bukti kepatuhan yang dapat dipertanggungjawabkan saat sewaktu-waktu diperiksa pengawas lingkungan.

Evaluasi saluran pembuangan air limbah yang digunakan saat ini, memastikan tidak melanggar ketentuan terbaru mengenai pembuangan ke drainase, saluran irigasi, atau pemanfaatan ke formasi tertentu yang telah diatur ulang dalam regulasi baru ini.

Layanan Environesia (Mitra Kepatuhan IPAL untuk Industri Pakan Ternak dan Akuakultur)

Menyesuaikan sistem pengolahan air limbah dengan ketentuan baru Permen LH/BPLH 2/2026 membutuhkan pemahaman teknis yang mendalam terhadap baku mutu dan standar teknologi pengolahan yang berlaku spesifik untuk sektor pakan ternak dan akuakultur.

Environesia Consulting membantu perusahaan di sektor ini mengevaluasi dan menyesuaikan IPAL dengan standar teknologi pengolahan air limbah terbaru, memastikan sistem yang digunakan benar-benar sesuai dengan karakteristik air limbah pakan ternak dan akuakultur, bukan sekadar sistem generik yang berisiko tidak efektif menurunkan beban pencemar sesuai ketentuan. Sebagai konsultan berlisensi LPJP AMDAL resmi KLHK (No. 0174/LPJ/AMDAL-1/LRK/KLHK), Environesia mendampingi penyusunan Persetujuan Teknis (Pertek) air limbah dan proses menuju Surat Layak Operasi (SLO) yang sesuai dengan kerangka regulasi terbaru, membantu perusahaan menavigasi perubahan dari ketentuan lama Permen LHK 5/2021 ke ketentuan baru yang berlaku khusus untuk sektor pakan ternak dan akuakultur.

Untuk pembuktian ilmiah atas kepatuhan baku mutu air limbah, Environesia didukung laboratorium yang telah terakreditasi KAN (ISO/IEC 17025:2017, LP-1342-IDN)  memastikan hasil analisis air limbah yang dihasilkan memiliki legalitas penuh untuk keperluan pelaporan maupun pembuktian kepatuhan saat diperiksa pengawas lingkungan.

Bagi perusahaan pakan ternak dan akuakultur yang ingin memastikan kepatuhan penuh terhadap Permen LH/BPLH 2/2026 sebelum menjadi temuan pengawas, tim Environesia siap membantu melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pengolahan air limbah dan kelengkapan dokumen teknis yang diperlukan.

 

 

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas