Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Mikroplastik dalam Air Minum Seberapa Berbahaya dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

Environesia Global Saraya

04 May 2026

Setiap kali Anda meneguk air dari botol plastik, ada sesuatu yang ikut masuk tanpa terlihat: mikroplastik. Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan di Journal of Hazardous Materials pada 2025 menemukan bahwa konsumen air minum dalam kemasan bisa menelan lebih dari 90.000 partikel mikroplastik tambahan setiap tahunnya jauh lebih banyak dibanding mereka yang mengonsumsi air keran.

Di Indonesia, situasinya bahkan lebih mengkhawatirkan. Peneliti Ecoton menemukan 11 dari 12 titik pengambilan sampel air di Kota Malang terkontaminasi mikroplastik. Sementara itu, hingga kini belum ada baku mutu resmi mikroplastik untuk air minum yang ditetapkan di Indonesia. Pertanyaannya: seberapa berbahaya ini, dan apa yang bisa kita lakukan?

Apa Itu Mikroplastik?

Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter bahkan ada yang lebih kecil dari 1 mikrometer, disebut nanoplastik, yang tidak bisa dilihat mata telanjang sama sekali. Partikel-partikel ini terbentuk dari degradasi plastik yang tidak terurai secara alami di lingkungan: dari botol, kemasan, ban kendaraan, serat pakaian sintetis, hingga produk perawatan tubuh seperti scrub dan pasta gigi.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, manusia dapat terpapar mikroplastik lewat tiga jalur utama: ingesti (makan dan minum), inhalasi (menghirup udara), dan dermal (kontak kulit). Dari ketiga jalur ini, konsumsi air minum terutama air kemasan adalah salah satu jalur paling langsung masuknya mikroplastik ke dalam tubuh.


Seberapa Berbahaya Mikroplastik bagi Kesehatan?

Riset ilmiah global menunjukkan bahwa mikroplastik sudah ditemukan dalam darah, plasenta, paru-paru, bahkan jaringan organ manusia. Begitu masuk ke dalam tubuh, partikel ini bisa menembus batas biologis dan masuk ke aliran darah. Selain partikelnya sendiri, mikroplastik juga berperan sebagai 'kendaraan' bagi bahan kimia berbahaya termasuk BPA dan ftalat yang dikenal sebagai pengganggu sistem endokrin. Dampak jangka panjangnya mencakup peradangan kronis, stres oksidatif sel, gangguan hormonal, hingga kerusakan saraf.

Dari Mana Mikroplastik Masuk ke Air Minum Kita?

Di Indonesia, sumber kontaminasi mikroplastik dalam air minum berasal dari beberapa jalur sekaligus:
    • Botol dan kemasan plastik yang terdegradasi terutama saat terkena panas atau sinar matahari
    • Sistem distribusi air baku yang melewati pipa dan wadah plastik
    • Sungai dan sumber air permukaan yang sudah terkontaminasi sampah plastik
    • Air isi ulang dari depot yang kualitas peralatannya tidak selalu terjamin
    • Polusi udara debu dan serat plastik yang jatuh ke wadah air terbuka

Produksi plastik Indonesia diperkirakan melampaui 7 juta ton pada 2025, dengan 35%-nya adalah plastik kemasan sekali pakai. Tingkat daur ulang nasional hanya berkisar 10–15%, artinya sebagian besar plastik berakhir di lingkungan dan menjadi sumber mikroplastik baru.

7 Cara Praktis Mengurangi Paparan Mikroplastik dalam Air Minum

    • Gunakan filter air berkualitas di rumah filter berteknologi reverse osmosis atau karbon aktif dapat menyaring sebagian besar partikel mikroplastik
    • Hindari memanaskan atau menyimpan air dalam botol plastik panas mempercepat pelepasan partikel plastik ke dalam air
    • Pilih wadah air dari bahan stainless steel, kaca, atau keramik untuk penggunaan sehari-hari
    • Kurangi konsumsi air kemasan botol plastik secara bertahap  gunakan galon isi ulang dari sumber terpercaya sebagai transisi
    • Pastikan galon air minum tidak terpapar sinar matahari langsung saat penyimpanan
    • Gunakan tas belanja kain dan kurangi plastik sekali pakai untuk memperlambat akumulasi mikroplastik di lingkungan
    • Dukung pengelolaan sampah yang lebih baik di komunitas semakin sedikit plastik bocor ke lingkungan, semakin kecil risiko kontaminasi air baku

Mikroplastik dalam air minum bukan lagi isu masa depanMikroplastik dalam Air Minum: Seberapa Berbahaya dan Bagaimana Cara Menghindarinya? ini adalah realita yang sudah ada di dapur, di meja makan, dan di dalam tubuh kita. Meski penelitian tentang dampak jangka panjangnya masih terus berkembang, prinsip kehati-hatian mendorong kita untuk mulai bertindak sekarang: memilih wadah yang lebih aman, menyaring air dengan baik, dan mengurangi plastik sekali pakai dari akarnya.

Masalah mikroplastik sejatinya adalah cerminan dari masalah yang lebih besar: pengelolaan limbah plastik yang masih jauh dari optimal. Solusinya membutuhkan kolaborasi antara individu, industri, dan kebijakan pemerintah yang lebih tegas.
 

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas