Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Mengenal Upwelling, Pengertian, Proses Terjadinya, dan Dampaknya bagi Ekosistem Laut

Environesia Global Saraya

30 March 2026

Fenomena naiknya massa air dari lapisan laut dalam ke permukaan menjadi salah satu proses alami yang sangat berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Pergerakan ini membawa air bersuhu lebih dingin yang kaya akan nutrien penting seperti nitrat dan fosfat, yang dibutuhkan oleh organisme laut, terutama fitoplankton sebagai dasar rantai makanan. Kehadiran proses ini membuat perairan menjadi lebih produktif secara biologis. Tanpanya, banyak wilayah laut berpotensi mengalami kekurangan nutrien yang berdampak pada menurunnya kelimpahan dan aktivitas organisme di dalamnya.

Apa Itu Upwelling?

Upwelling adalah proses naiknya massa air laut dari lapisan dalam ke permukaan. Air yang naik ini umumnya lebih dingin dan kaya akan nutrien seperti nitrat dan fosfat, yang sangat dibutuhkan oleh organisme laut, terutama fitoplankton.

Fenomena ini merupakan bagian penting dalam dinamika oseanografi karena berperan langsung dalam menjaga produktivitas ekosistem laut. Tanpa adanya upwelling, banyak wilayah laut akan kekurangan nutrien sehingga produktivitas biologisnya menjadi rendah.

Proses Terjadinya Upwelling

Upwelling terjadi akibat interaksi antara angin, rotasi bumi, dan pergerakan massa air laut. Prosesnya dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pengaruh Angin Permukaan
    Angin yang bertiup sejajar garis pantai mendorong air permukaan menjauh dari pantai.

  2. Efek Coriolis
    Akibat rotasi bumi, air yang terdorong oleh angin akan bergerak menyimpang dari arah angin. Di belahan bumi utara, air bergerak ke kanan, sedangkan di belahan bumi selatan ke kiri.

  3. Penggantian Massa Air
    Ketika air permukaan bergerak menjauh, terjadi kekosongan yang kemudian diisi oleh air dari lapisan bawah laut.

  4. Naiknya Air Kaya Nutrien
    Air dari kedalaman membawa nutrien ke permukaan, yang kemudian dimanfaatkan oleh organisme laut.

Proses ini umumnya terjadi di wilayah pesisir dan daerah ekuator, serta di laut terbuka yang dipengaruhi oleh pola angin musiman.

Jenis-Jenis Upwelling

Upwelling dapat dibedakan berdasarkan lokasi dan penyebabnya, antara lain:

1. Upwelling Pesisir

Terjadi di sepanjang garis pantai akibat dorongan angin. Jenis ini paling umum dan memiliki dampak besar terhadap perikanan.

2. Upwelling Ekuatorial

Terjadi di sekitar garis khatulistiwa akibat perbedaan arah arus laut di kedua sisi ekuator.

3. Upwelling Laut Terbuka

Terjadi di tengah samudra akibat pertemuan arus laut atau adanya pusaran (eddy).

Dampak Upwelling terhadap Ekosistem Laut

Upwelling memberikan berbagai dampak penting, baik secara ekologis maupun ekonomis.

1. Meningkatkan Produktivitas Primer

Nutrien yang naik ke permukaan memicu pertumbuhan fitoplankton. Fitoplankton merupakan dasar rantai makanan laut, sehingga peningkatannya akan berdampak pada seluruh ekosistem.

2. Mendukung Sumber Daya Perikanan

Wilayah upwelling biasanya menjadi daerah penangkapan ikan yang produktif. Banyak spesies ikan berkumpul di area ini karena ketersediaan makanan yang melimpah.

3. Mempengaruhi Suhu Permukaan Laut

Air dari lapisan dalam memiliki suhu lebih rendah, sehingga dapat menurunkan suhu permukaan laut di wilayah tersebut.

4. Berperan dalam Siklus Karbon

Fitoplankton yang berkembang menyerap karbon dioksida melalui proses fotosintesis, sehingga membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.

Dampak Negatif Upwelling

Meskipun umumnya menguntungkan, upwelling juga dapat menimbulkan dampak negatif dalam kondisi tertentu:

  • Hipoksia (kekurangan oksigen)
    Air dari kedalaman terkadang memiliki kandungan oksigen rendah, yang dapat mempengaruhi organisme laut.

  • Harmful Algal Blooms (HABs)
    Kelebihan nutrien dapat memicu ledakan alga berbahaya yang dapat merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan manusia.

Upwelling di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki beberapa wilayah yang mengalami upwelling, terutama di bagian selatan seperti perairan selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Fenomena ini biasanya terjadi pada musim angin timur (sekitar Juni hingga September). Upwelling di wilayah ini berkontribusi besar terhadap tingginya produktivitas perikanan, sehingga menjadi salah satu faktor penting dalam sektor kelautan dan perikanan nasional.

Upwelling merupakan proses alami yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Dengan membawa nutrien dari dasar laut ke permukaan, fenomena ini meningkatkan produktivitas biologis dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan. Namun, upwelling juga perlu dipahami secara menyeluruh karena dalam kondisi tertentu dapat memicu dampak negatif seperti kekurangan oksigen dan ledakan alga berbahaya. Oleh karena itu, pemahaman tentang upwelling menjadi penting dalam pengelolaan lingkungan laut yang berkelanjutan.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas