Environesia Global Saraya
25 July 2025
Di era ketika kesadaran lingkungan semakin meningkat, banyak perusahaan berlomba-lomba menunjukkan citra ramah lingkungan kepada publik. Sayangnya, tidak semua klaim hijau itu benar adanya. Banyak perusahaan yang justru melakukan greenwashing sebuah praktik menyesatkan yang bertujuan membuat perusahaan tampak peduli lingkungan, padahal kenyataannya tidak demikian.
Greenwashing adalah praktik pemasaran atau komunikasi yang bertujuan memberikan kesan bahwa sebuah perusahaan, produk, atau layanan ramah lingkungan, padahal tidak ada tindakan nyata yang mendukung klaim tersebut. Istilah ini berasal dari kata “green” (hijau) yang identik dengan lingkungan dan “whitewashing” (menutupi fakta yang sebenarnya).
Greenwashing bukan hanya menipu konsumen, tapi juga berbahaya bagi upaya pelestarian lingkungan secara keseluruhan. Beberapa dampak negatif dari praktik ini antara lain:
Menyesatkan konsumen yang ingin membeli produk ramah lingkungan
Menghambat perubahan nyata karena perusahaan merasa cukup dengan “citra”
Merusak kepercayaan publik terhadap gerakan keberlanjutan
Menciptakan persaingan tidak adil bagi perusahaan yang benar-benar menerapkan prinsip berkelanjutan
Beberapa contoh nyata dari praktik greenwashing yang sering ditemukan di Indonesia dan dunia antara lain:
Klaim “100% alami” tanpa bukti sertifikasi atau tanpa menjelaskan apa yang dimaksud dengan “alami”.
Menggunakan kemasan berwarna hijau atau gambar daun/hutan tanpa ada upaya nyata yang mendukung kelestarian lingkungan.
Mendaur ulang sebagian kecil produk, lalu menyatakan seluruh lini produk sebagai “eco-friendly”.
Kampanye lingkungan besar-besaran, padahal kegiatan utama perusahaan sangat mencemari lingkungan.
Agar tidak mudah tertipu oleh greenwashing, berikut beberapa langkah untuk mendeteksinya:
Perusahaan yang benar-benar ramah lingkungan biasanya terbuka mengenai proses produksi, sumber bahan baku, dan dampak operasionalnya. Hati-hati jika hanya ada klaim tanpa data.
Label seperti ISO 14001, FSC, Ecolabel, atau sertifikat dari lembaga independen adalah indikator penting. Jika tidak ada, klaim hijau patut diragukan.
Pernyataan seperti “ramah lingkungan”, “berkelanjutan”, atau “hijau” harus dijelaskan secara spesifik. Misalnya, bagaimana produk itu ramah lingkungan?
Lihat apakah perusahaan benar-benar melakukan inisiatif keberlanjutan atau hanya gencar promosi. Cek laporan tahunan atau berita lingkungan terkait perusahaan tersebut.
Kadang perusahaan hanya membuat satu program hijau kecil, tapi mempromosikannya seolah-olah menyeluruh. Bandingkan dengan dampak nyata bisnis intinya.
Konsultan lingkungan memiliki peran strategis dalam membantu perusahaan menyusun strategi keberlanjutan yang otentik, melakukan audit lingkungan secara independen, serta mengarahkan komunikasi publik agar tidak menyesatkan.
Layanan seperti penyusunan laporan ESG, pemantauan emisi, pendampingan sertifikasi ISO 14001, dan audit jejak karbon adalah langkah nyata untuk mencegah terjadinya greenwashing.
Greenwashing adalah praktik manipulatif yang merugikan konsumen dan lingkungan. Sebagai konsumen maupun profesional di bidang lingkungan, penting bagi kita untuk lebih kritis terhadap setiap klaim hijau yang disampaikan oleh perusahaan.
Jika Anda adalah perusahaan yang ingin membangun reputasi keberlanjutan yang jujur dan kredibel, gunakan jasa konsultan lingkungan profesional untuk membantu menyusun strategi, kebijakan, dan komunikasi yang tepat.
Environesia Global Saraya
17 May 2023
Environesia Global Saraya
12 May 2023
Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas