Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Mengenal Environmental Offsetting dan Nature-Based Solutions

Environesia Global Saraya

10 June 2025

Seiring meningkatnya kesadaran global terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, pendekatan Environmental Offsetting dan Nature-Based Solutions (NbS) semakin mendapatkan perhatian luas, termasuk di Indonesia. Kedua strategi ini menjadi kunci dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Apa Itu Environmental Offsetting dan Nature-Based Solutions?

Environmental Offsetting, atau kompensasi lingkungan, merupakan pendekatan di mana dampak negatif dari suatu kegiatan pembangunan ditekan dengan cara melakukan pemulihan lingkungan di lokasi lain. Contohnya seperti melakukan rehabilitasi hutan, restorasi mangrove, atau melindungi kawasan konservasi.

Sementara itu, Nature-Based Solutions adalah strategi yang mengandalkan kekuatan alam dalam menangani berbagai tantangan lingkungan, mulai dari perubahan iklim, bencana alam, hingga degradasi ekosistem. NbS bukan sekadar penanaman pohon, melainkan sebuah pendekatan menyeluruh dalam pembangunan yang selaras dengan fungsi ekosistem alami.

“NbS bukan hanya soal penghijauan, tetapi merupakan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan berbasis potensi alam,” ujar salah satu tenaga ahli Environesia dalam wawancara pada Jumat (31/5).

Lingkungan: Dari Beban Menjadi Aset Bernilai

Cara pandang terhadap lingkungan kini mulai berubah. Jika dulu aspek lingkungan kerap dianggap sebagai hambatan pembangunan, kini justru dipandang sebagai aset penting yang mendukung kelangsungan investasi jangka panjang.

Pembangunan infrastruktur berskala besar seperti jalan tol, kawasan industri, hingga pertambangan memiliki potensi menimbulkan kerusakan lingkungan. Di sinilah peran offsetting menjadi penting—menjadi bentuk tanggung jawab untuk mengimbangi dampak negatif melalui aksi nyata seperti pemulihan ekosistem.

Menurut studi Environmental Research Letters (Tan et al., 2022), restorasi lahan gambut di Indonesia terbukti mampu menurunkan risiko kebakaran hingga 37 persen dan menyerap emisi karbon hingga 0,36 petagram CO₂e per tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa solusi berbasis alam memiliki kontribusi signifikan terhadap stabilitas iklim global.

Mendukung Target Net Zero Emission Indonesia

Pemerintah Indonesia terus mendorong penggunaan pendekatan NbS sebagai bagian dari strategi pencapaian net zero emission. Melalui kebijakan perdagangan karbon, pelaku industri dapat membeli kredit karbon dari proyek-proyek NbS, sebagai bentuk kontribusi mereka dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Nature-based solutions adalah salah satu pilar utama strategi Indonesia menuju net zero emission. Dengan kolaborasi sektor swasta dan pemanfaatan teknologi, kita bisa mengurangi tekanan terhadap alam secara signifikan,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar, dalam keterangan tertulis Maret 2024 lalu.

Peluang Strategis bagi Dunia Usaha

Perkembangan ini membuka peluang besar bagi sektor industri dan perusahaan. Selain memenuhi regulasi lingkungan, penerapan NbS dan offsetting juga mampu meningkatkan citra perusahaan di mata publik dan investor, terutama di era ketika isu keberlanjutan menjadi perhatian utama global.

Bukti ilmiah yang terus bertambah mengenai efektivitas solusi berbasis alam menjadi landasan kuat bagi dunia usaha untuk terlibat lebih aktif. Lingkungan tak lagi menjadi sesuatu yang harus dikorbankan demi pembangunan, melainkan fondasi utama untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas