Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Mengapa Konservasi Alam Menjadi Kebutuhan Mendesak

Environesia Global Saraya

27 November 2025

Konservasi alam bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi menjadi kebutuhan mendesak bagi keberlanjutan planet dan kehidupan manusia. Laju hilangnya hutan, penurunan keanekaragaman hayati, serta perubahan iklim terjadi lebih cepat daripada kemampuan alam untuk pulih. Laporan Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) menyebutkan bahwa sekitar 1 juta spesies tumbuhan dan hewan terancam punah, sebagian besar akibat aktivitas manusia. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa tindakan konservasi yang serius, dunia akan menghadapi krisis ekologis yang berdampak luas pada pangan, air, kesehatan, dan ekonomi.

Krisis Keanekaragaman Hayati Semakin Parah

Keanekaragaman hayati adalah fondasi ekosistem yang mendukung kebutuhan manusia dari pangan hingga obat-obatan. Namun, berbagai kawasan di dunia mengalami degradasi ekologi yang signifikan. Laju deforestasi global mencapai sekitar 10 juta hektar per tahun menurut FAO (Food and Agriculture Organization), sementara populasi satwa liar menurun lebih dari 60% dalam 50 tahun terakhir berdasarkan Living Planet Report WWF.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa hilangnya spesies bukan sekadar kehilangan makhluk hidup, tetapi hilangnya fungsi ekosistem yang menjaga stabilitas iklim, kualitas tanah, dan keseimbangan rantai makanan.

Faktor-Faktor Utama yang Memicu Kebutuhan Mendesak Konservasi

  • Deforestasi dan konversi lahan
    Ekspansi pertanian, perkebunan, dan pembangunan menyebabkan hilangnya habitat alami, mengurangi area penting bagi flora dan fauna.

  • Perubahan iklim
    Pemanasan global meningkatkan kejadian cuaca ekstrem, mengubah pola migrasi, dan mengganggu habitat banyak spesies. Terumbu karang, misalnya, mengalami pemutihan massal akibat suhu laut meningkat.

  • Eksploitasi berlebihan
    Penangkapan ikan berlebihan, perburuan ilegal, serta perdagangan satwa liar mempercepat penurunan populasi.

  • Polusi
    Limbah plastik, pestisida, dan polutan industri merusak ekosistem air dan daratan, mencemari rantai makanan.

  • Spesies invasif
    Masuknya spesies asing yang agresif mengancam spesies lokal dan mengubah struktur ekosistem.

Faktor-faktor ini saling terkait dan memperparah satu sama lain, sehingga konservasi membutuhkan pendekatan sistemik dan kolaboratif.

Konservasi Alam Bukan Hanya Soal Menjaga Satwa, tetapi Menjaga Masa Depan Manusia

Manfaat Utama Konservasi Alam

  • Menjaga sumber air bersih
    Hutan dan ekosistem alami berfungsi sebagai penyaring air, mengatur aliran sungai, serta mencegah banjir dan kekeringan.

  • Mendukung ketahanan pangan
    Keanekaragaman genetik tanaman dan hewan penting untuk keamanan pangan global, terutama menghadapi perubahan iklim.

  • Mengurangi risiko bencana
    Mangrove, hutan, dan terumbu karang berperan sebagai pelindung alami dari gelombang badai, abrasi, dan tsunami.

  • Mengatur iklim global
    Ekosistem alami menyerap karbon. Hutan tropis, misalnya, menyimpan miliaran ton CO₂ yang membantu menstabilkan iklim dunia.

  • Menjaga kesehatan manusia
    Sekitar 50% obat modern berasal dari sumber alami. Hancurnya ekosistem berarti hilangnya potensi obat baru.

Secara keseluruhan, konservasi tidak hanya menyelamatkan alam, tetapi menjaga keberlangsungan sistem sosial-ekonomi dan kesehatan publik. Melindungi alam berarti melindungi masa depan. Konservasi bukan hanya tanggung jawab lembaga lingkungan, tetapi menjadi agenda bersama pemerintah, bisnis, komunitas, dan individu.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas