Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Membangun Budaya HSE di Tempat Kerja

Environesia Global Saraya

17 March 2025

Health, Safety, and Environment (HSE) atau Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan adalah pendekatan penting untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Membangun budaya HSE bukan hanya tentang mematuhi regulasi, tetapi juga menanamkan kesadaran kolektif di antara karyawan agar selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan dalam setiap aktivitas kerja.

Strategi Membangun Budaya HSE

1. Komitmen dari Manajemen Puncak

Budaya HSE tidak akan efektif tanpa dukungan penuh dari manajemen. Pemimpin perusahaan harus menunjukkan komitmen yang kuat dengan:

  • Mengalokasikan anggaran untuk pelatihan, alat pelindung diri (APD), dan fasilitas keselamatan
  • Terlibat langsung dalam program HSE, seperti mengikuti inspeksi rutin atau memberikan apresiasi kepada karyawan yang menerapkan HSE dengan baik.

Dengan kepemimpinan yang aktif, karyawan akan melihat bahwa keselamatan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi prioritas utama perusahaan.

2. Pelatihan dan Sosialisasi Secara Berkala

Karyawan perlu memahami pentingnya HSE dan bagaimana menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  •  Mengadakan pelatihan tentang prosedur keselamatan, penggunaan APD, penanganan bahan berbahaya, dan langkah tanggap darurat.
  • Menyebarkan informasi HSE melalui poster, newsletter, atau pertemuan rutin untuk memperkuat kesadaran.

Dengan edukasi yang terus-menerus, kebiasaan kerja yang aman dapat terbentuk dan diterapkan secara konsisten.

3. Melibatkan Karyawan dalam Pengambilan Keputusan

Karyawan adalah pihak yang paling memahami kondisi lapangan, sehingga penting untuk melibatkan mereka dalam proses HSE. Caranya bisa dengan:

  • Membentuk tim HSE yang terdiri dari perwakilan karyawan untuk melakukan inspeksi rutin dan mengevaluasi kebijakan keselamatan.
  • Mengadakan forum diskusi atau survei untuk mengumpulkan masukan terkait kondisi kerja yang lebih aman.

Dengan keterlibatan aktif, karyawan akan merasa memiliki tanggung jawab dalam menjaga keselamatan di tempat kerja.

4. Memberikan Penghargaan dan Insentif

Apresiasi terhadap karyawan yang menerapkan prinsip HSE dengan baik dapat meningkatkan motivasi dan kepatuhan. Beberapa bentuk penghargaan yang bisa diberikan:

  • Penghargaan bulanan bagi "Karyawan Paling Aman".
  • Insentif bagi tim yang berhasil mengurangi angka kecelakaan kerja.

Selain itu, perusahaan juga harus menegakkan disiplin dengan menindak tegas pelanggaran terhadap prosedur HSE agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

5. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Budaya HSE harus terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi, regulasi, dan kondisi kerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu:

  • Melakukan audit rutin dan menganalisis data kecelakaan kerja.
  • Mengumpulkan umpan balik dari karyawan untuk mengevaluasi efektivitas program HSE.

Dengan evaluasi yang terus-menerus, perusahaan dapat memastikan bahwa sistem HSE tetap relevan dan dapat meningkatkan keselamatan di tempat kerja.

Membangun budaya HSE membutuhkan waktu dan komitmen dari semua pihak. Namun, manfaatnya sangat besar, seperti menurunkan risiko kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis. Dengan menerapkan HSE, perusahaan tidak hanya melindungi karyawan, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas