Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Kota-kota di Dunia yang Berhasil Mengurangi Sampah hingga 90%

Environesia Global Saraya

29 April 2025

Masalah sampah adalah tantangan global yang dihadapi hampir setiap kota. Namun, di tengah krisis limbah yang kian memburuk, beberapa kota di dunia berhasil mengurangi sampah hingga 90%. Bagaimana mereka melakukannya? Artikel ini akan mengulas fakta-fakta unik dan inspiratif dari kota-kota paling sukses dalam pengelolaan sampah.

Mengapa Isu Sampah Jadi Perhatian Dunia?

Setiap tahun, dunia menghasilkan lebih dari 2 miliar ton sampah padat. Sebagian besar berakhir di TPA, terbakar, atau mencemari laut dan tanah. Oleh karena itu, kota-kota yang berhasil menurunkan jumlah sampah secara drastis patut dijadikan contoh dan inspirasi.

1. Kamikatsu, Jepang — Menuju Zero Waste Sejati

Fakta Utama:

  • Sampah berhasil dikurangi hingga lebih dari 80%

  • Masyarakat memilah sampah ke dalam 45 kategori

  • Tidak memiliki tempat pembuangan akhir (TPA)

Kamikatsu adalah desa kecil di Jepang yang dikenal sebagai pionir dalam gerakan Zero Waste. Penduduknya sangat disiplin dalam memilah dan mendaur ulang. Meski sempat dianggap ekstrem, pendekatan ini justru berhasil membentuk budaya lingkungan yang kuat.

2. San Francisco, Amerika Serikat — Kota Zero Waste Pertama di AS

Fakta Utama:

  • 80% limbah berhasil dialihkan dari TPA

  • Wajib memilah sampah sejak tahun 2009

  • Dilarang menggunakan kantong plastik sejak 2007

San Francisco menerapkan kebijakan ketat, termasuk denda bagi warga atau bisnis yang tidak memilah sampah. Mereka juga menyediakan fasilitas kompos skala besar dan mendorong penggunaan barang daur ulang.

3. Ljubljana, Slovenia — Ibukota Eropa Paling Ramah Lingkungan

Fakta Utama:

  • Berhasil mengalihkan 68% limbah dari TPA

  • Menyediakan fasilitas pemilahan gratis untuk semua rumah

  • Daur ulang dan pengomposan masif

Sebagai ibu kota, Ljubljana menunjukkan bahwa kota besar pun bisa menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan. Mereka menekankan edukasi masyarakat dan investasi infrastruktur pengolahan limbah.

4. Seoul, Korea Selatan — Teknologi dan Budaya Disiplin

Fakta Utama:

  • Mengurangi limbah makanan hingga 95%

  • Menerapkan sistem bayar sesuai jumlah sampah

  • Menggunakan teknologi canggih untuk pengelolaan limbah

Di Seoul, masyarakat membayar sampah berdasarkan beratnya. Teknologi seperti tempat sampah pintar digunakan untuk menimbang dan mencatat sampah yang dibuang. Ini mendorong masyarakat mengurangi limbah sejak dari rumah.

5. Milan, Italia — Sukses Kelola Sampah Organik

Fakta Utama:

  • 58% limbah organik berhasil dikumpulkan secara terpisah

  • Sistem pengumpulan sampah organik rumah tangga sangat efisien

  • Edukasi dilakukan dari sekolah dasar

Milan menjadi kota besar pertama di Eropa yang berhasil mengelola sampah organik secara menyeluruh. Ini membantu mengurangi emisi dan menghasilkan kompos berkualitas tinggi untuk pertanian lokal.

Apa Pelajaran dari Kota-kota Ini?

Beberapa prinsip yang bisa ditiru untuk pengelolaan sampah di kota lain:

  • Pendidikan dan keterlibatan warga sangat penting

  • Infrastruktur yang memadai mempercepat efisiensi

  • Regulasi dan insentif ekonomi mendorong perubahan perilaku

  • Teknologi membantu pemantauan dan pengelolaan limbah lebih tepat

Fakta bahwa ada kota-kota di dunia yang berhasil mengurangi sampah hingga 90% membuktikan bahwa perubahan itu mungkin — asal ada komitmen, kebijakan yang konsisten, dan dukungan dari masyarakat. Indonesia pun bisa meniru dan menyesuaikan strategi ini dengan kondisi lokal.

Maukah kita mulai dari rumah kita sendiri?

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas