Environesia Global Saraya
24 November 2025
Larangan pakaian thrift impor kembali ramai dibicarakan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pakaian bekas impor tetap ilegal meskipun pedagang siap membayar pajak. Pemerintah menilai impor pakaian bekas dapat menimbulkan risiko lingkungan, kesehatan, dan ekonomi, sehingga tidak dapat dilegalkan. Berikut analisis singkat namun komprehensifnya.
Setiap tahun Indonesia menghasilkan jutaan ton limbah tekstil, dan tingginya peredaran pakaian bekas impor memperparah masalah tersebut. Sebagian besar pakaian thrift impor berbahan sintetis seperti poliester, nilon, dan akrilik yang melepaskan mikroplastik ke tanah dan air ketika rusak atau dibuang.
Selain itu, banjir pakaian bekas dari negara maju sering kali tidak benar-benar layak pakai. Banyak yang berakhir di TPA dan memicu fenomena waste dumping di mana negara berkembang menanggung beban limbah fashion global.
Beberapa temuan pengujian laboratorium dan laporan pemerintah menunjukkan bahwa pakaian bekas impor dapat membawa risiko:
Kontaminasi bakteri dan jamur seperti Staphylococcus aureus dan E. coli akibat penyimpanan tidak higienis.
Residu bahan kimia dari fumigasi kontainer selama pengiriman yang berpotensi mengiritasi kulit dan saluran pernapasan.
Tidak memenuhi standar SNI sehingga konsumen tidak memiliki jaminan keamanan produk.
Karena tidak melalui proses pengawasan resmi, kualitas dan kebersihan pakaian bekas impor tidak bisa dipastikan, terutama untuk anak-anak dan individu dengan kulit sensitif.
Larangan ini juga berkaitan dengan perlindungan industri nasional. Pemerintah menilai bahwa:
Pakaian bekas impor menghancurkan harga pasar dan membuat UMKM mode lokal sulit bersaing.
Industri tekstil Indonesia, yang menyerap jutaan tenaga kerja, semakin tertekan dengan masuknya produk murah non-formal.
Arus barang bekas impor sering kali digunakan sebagai cara “membuang” limbah tekstil negara maju ke negara berkembang.
Melarang impor pakaian bekas menjadi salah satu langkah menjaga daya saing industri lokal sekaligus mendorong konsumsi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Meskipun impor pakaian bekas dilarang, masyarakat tetap dapat menerapkan gaya hidup ramah lingkungan tanpa harus mengandalkan barang second-hand yang belum tentu higienis. Beberapa opsi yang lebih aman dan tetap mendukung keberlanjutan adalah:
Memilih pakaian berkualitas yang tahan lama. Semakin jarang membeli, semakin kecil jejak karbon yang dihasilkan. Produk yang awet mengurangi limbah tekstil secara signifikan.
Mendukung brand lokal yang menerapkan prinsip sustainable fashion. Banyak merek Indonesia menggunakan bahan organik, serat alami, atau material daur ulang yang lebih aman untuk kulit dan lebih ramah lingkungan.
Melakukan perawatan pakaian agar usia pakainya panjang. Teknik seperti mencuci dengan benar, menjemur dengan tepat, serta menyimpan pakaian di tempat kering dapat memperpanjang masa pakai tanpa harus membeli baru.
Memperbaiki atau memodifikasi pakaian lama. Upcycling adalah cara kreatif untuk mengubah pakaian lama menjadi model baru tanpa menimbulkan limbah tambahan. Selain aman, proses ini membantu mengurangi konsumsi fast fashion.
Mengurangi impulsive buying. Berbelanja berdasarkan kebutuhan, bukan tren sesaat, adalah cara paling efektif mengurangi limbah sekaligus menjaga kesehatan kulit dari paparan bahan tekstil yang tidak jelas kualitasnya.
Mengutamakan tekstil yang aman bagi kesehatan. Pilih bahan seperti katun organik, linen, atau serat bambu yang lebih breathable, tidak mudah menimbulkan iritasi, dan memiliki dampak lingkungan lebih rendah.
Larangan pakaian thrift impor bukan sekadar urusan legalitas, tetapi berkaitan dengan pengendalian limbah tekstil, perlindungan kesehatan masyarakat, dan keamanan industri lokal. Dari perspektif keberlanjutan, kebijakan ini mendorong Indonesia menuju pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab mengutamakan thrift lokal, produk berkelanjutan, dan pengurangan sampah fashion.
Environesia Global Saraya
17 May 2023
Environesia Global Saraya
12 May 2023
Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas