Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Karakteristik Biota Laut Dangkal dan Laut Dalam serta Tantangan Kelestariannya

Environesia Global Saraya

19 February 2026

Laut merupakan ekosistem terbesar di Bumi dan menjadi habitat bagi beragam biota laut dengan karakteristik yang sangat dipengaruhi oleh kedalaman perairan. Biota laut adalah semua makhluk hidup (hewan, tumbuhan, mikroorganisme, karang) yang mendiami ekosistem laut, mencakup berbagai habitat dari pantai dangkal hingga laut dalam, dan sangat penting bagi keseimbangan ekosistem serta sumber daya manusia. Kelompok utamanya termasuk plankton (organisme kecil melayang), nekton (perenang aktif seperti ikan), dan bentos (organisme dasar laut). Secara umum, biota laut dapat dibedakan menjadi biota laut dangkal dan biota laut dalam. Perbedaan kedalaman ini menentukan kondisi lingkungan, jenis organisme yang hidup, cara adaptasi, hingga tantangan kelestariannya. Pemahaman mengenai perbedaan tersebut penting sebagai dasar pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Karakteristik Biota Laut Dangkal

Biota laut dangkal hidup di perairan dengan kedalaman hingga sekitar 200 meter, wilayah yang masih mendapat penetrasi cahaya matahari. Zona ini dikenal sebagai daerah dengan produktivitas biologis tinggi.

Ciri utama lingkungan laut dangkal:

  • Intensitas cahaya matahari tinggi

  • Suhu relatif lebih hangat

  • Kandungan oksigen terlarut cukup tinggi

  • Nutrien relatif melimpah, terutama di wilayah pesisir

Contoh biota laut dangkal:

  • Terumbu karang dan organisme penyusunnya

  • Ikan karang dan ikan pelagis kecil

  • Lamun (seagrass) dan alga laut

  • Moluska dan krustasea pesisir

Peran ekologis:

  • Menjadi pusat rantai makanan laut

  • Tempat pemijahan, pembesaran, dan mencari makan bagi banyak spesies

  • Melindungi pesisir dari abrasi dan gelombang

  • Menopang sektor perikanan dan pariwisata bahari

Karakteristik Biota Laut Dalam

Biota laut dalam hidup pada kedalaman lebih dari 200 meter, dengan kondisi lingkungan yang ekstrem dan minim cahaya. Zona ini mencakup wilayah batial hingga abisal.

Ciri utama lingkungan laut dalam:

  • Cahaya matahari hampir tidak ada

  • Suhu rendah dan relatif stabil

  • Tekanan hidrostatik sangat tinggi

  • Ketersediaan makanan terbatas

Contoh biota laut dalam:

  • Ikan laut dalam dengan kemampuan bioluminesensi

  • Invertebrata laut dalam seperti teripang laut dalam dan krustasea

  • Mikroorganisme kemosintetik

Ciri khas biota laut dalam:

  • Tubuh lunak untuk menahan tekanan tinggi

  • Metabolisme lambat untuk menghemat energi

  • Kemampuan menghasilkan cahaya (bioluminesensi)

  • Ketergantungan pada sisa organik dari lapisan atas laut (marine snow)

Peran ekologis:

  • Berkontribusi dalam siklus karbon global

  • Menyimpan karbon jangka panjang di sedimen laut

  • Menjaga keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan

Perbedaan Utama Biota Laut Dangkal dan Laut Dalam

Perbedaan kedalaman menyebabkan perbedaan mendasar pada struktur ekosistem dan kehidupan biota. Laut dangkal didominasi oleh proses fotosintesis, sementara laut dalam bergantung pada bahan organik yang jatuh dari lapisan atas atau proses kemosintesis. Meski berbeda, kedua zona ini saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem ekologi laut.

Tantangan Kelestarian Biota Laut Dangkal

Biota laut dangkal menghadapi tekanan tinggi akibat aktivitas manusia di wilayah pesisir, terutama pencemaran limbah domestik dan industri yang menurunkan kualitas perairan. Kerusakan terumbu karang, penangkapan ikan berlebih, serta praktik pemanfaatan yang tidak berkelanjutan menyebabkan hilangnya habitat penting dan terganggunya rantai makanan laut. Selain itu, alih fungsi wilayah pesisir untuk permukiman, industri, dan infrastruktur semakin mempersempit ruang hidup biota laut dangkal.

Tantangan Kelestarian Biota Laut Dalam

Biota laut dalam menghadapi ancaman yang bersifat jangka panjang karena banyak spesies memiliki pertumbuhan lambat dan kemampuan reproduksi yang rendah. Penangkapan ikan laut dalam dan rencana penambangan laut dalam berpotensi merusak habitat sensitif yang membutuhkan waktu sangat lama untuk pulih. Perubahan iklim global juga memberikan dampak tidak langsung melalui perubahan suhu, arus laut, dan ketersediaan oksigen di perairan dalam.

Manfaat Biota Laut bagi Kehidupan

Biota laut memberikan manfaat yang sangat luas, baik secara ekologis maupun sosial-ekonomi, antara lain:

  • Sumber pangan dan protein bagi masyarakat

  • Penopang mata pencaharian nelayan

  • Pengatur keseimbangan ekosistem laut

  • Penyerap karbon yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim

  • Sumber bahan baku penelitian dan bioteknologi

Upaya Pemanfaatan Biota Laut secara Berkelanjutan

Pemanfaatan biota laut perlu dilakukan dengan prinsip keberlanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Beberapa upaya yang dapat diterapkan meliputi:

  • Pengelolaan perikanan berbasis kuota dan stok sumber daya

  • Perlindungan habitat penting seperti terumbu karang, lamun, dan laut dalam sensitif

  • Pemantauan kualitas perairan untuk mencegah pencemaran yang merusak biota

  • Pemanfaatan biota laut non-eksploitatif, seperti ekowisata berbasis konservasi

  • Peningkatan kesadaran dan edukasi masyarakat mengenai peran biota laut

Baca lebih lanjut tentang pemanfaatan biota laut secara berkelanjutan di sini

Biota laut dangkal dan laut dalam memiliki karakteristik, peran, dan tantangan yang berbeda, namun saling terhubung dalam satu sistem ekosistem laut. Pemahaman yang baik mengenai perbedaan tersebut menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan, pengelolaan lingkungan laut, dan pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggung jawab. Dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan keberlanjutan, kelestarian biota laut dapat dijaga untuk generasi sekarang dan mendatang.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas