Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Fakta! Mangrove Simpan Karbon Lebih Besar Daripada Hutan Tropis

Environesia Global Saraya

27 February 2026

Selama ini hutan tropis dikenal sebagai “paru-paru dunia” karena kemampuannya menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Namun, ada ekosistem lain yang justru memiliki kapasitas penyimpanan karbon lebih besar per satuan luas, yaitu mangrove. Ekosistem pesisir ini bukan hanya penting bagi perlindungan garis pantai, tetapi juga memainkan peran krusial dalam mitigasi perubahan iklim global.

Apa Itu Ekosistem Mangrove?

Mangrove adalah ekosistem hutan yang tumbuh di wilayah pesisir tropis dan subtropis, terutama di daerah pasang surut. Vegetasi ini memiliki kemampuan unik untuk hidup di perairan payau dengan kadar garam tinggi. Sistem akar yang kompleks seperti akar tunjang dan akar napas yang membantu mangrove bertahan di tanah berlumpur yang minim oksigen.

Secara global, mangrove banyak ditemukan di Asia Tenggara, Afrika, Amerika Latin, dan wilayah tropis lainnya. Indonesia sendiri dikenal sebagai negara dengan luas mangrove terbesar di dunia, menjadikannya kawasan strategis dalam konteks penyimpanan karbon pesisir.

Berbeda dengan hutan tropis daratan, mangrove tumbuh di batas antara darat dan laut. Posisi inilah yang membuatnya memiliki mekanisme penyimpanan karbon yang berbeda dan jauh lebih efektif dalam jangka panjang.

Mengapa Mangrove Bisa Menyimpan Karbon Lebih Besar?

1. Konsep Blue Carbon

Karbon yang disimpan oleh ekosistem pesisir seperti mangrove dikenal sebagai blue carbon. Istilah ini merujuk pada karbon yang tersimpan di ekosistem laut dan pesisir, termasuk lamun dan rawa asin.

Berbeda dengan hutan tropis daratan yang menyimpan karbon terutama di batang dan daun, mangrove menyimpan sebagian besar karbonnya di dalam tanah atau sedimen.

2. Penyimpanan Karbon di Sedimen

Sekitar 70–90% karbon pada ekosistem mangrove tersimpan di bawah permukaan tanah. Tanah berlumpur yang jenuh air dan miskin oksigen memperlambat proses dekomposisi bahan organik. Akibatnya, karbon dapat terakumulasi dan tersimpan selama ratusan hingga ribuan tahun.

Inilah alasan utama mengapa mangrove mampu menyimpan karbon 3–5 kali lebih besar per hektar dibandingkan hutan tropis daratan.

3. Sistem Akar yang Menjebak Sedimen

Akar mangrove yang rapat berfungsi menangkap sedimen kaya bahan organik dari laut dan sungai. Material organik ini kemudian tertimbun dan menjadi cadangan karbon jangka panjang. Proses ini terjadi secara terus-menerus selama ekosistem mangrove tetap terjaga.

Perbandingan Mangrove dan Hutan Tropis

Hutan tropis seperti yang terdapat di wilayah Amazon atau Asia Tenggara memang menyerap karbon dalam jumlah besar melalui biomassa pohon. Namun, sebagian besar karbon tersebut tersimpan di atas permukaan tanah.

Ketika terjadi deforestasi atau kebakaran, karbon dari batang, daun, dan ranting akan cepat terlepas kembali ke atmosfer dalam bentuk karbon dioksida. Sebaliknya, karbon pada mangrove lebih banyak terkunci di dalam sedimen yang relatif stabil. Secara sederhana:

  • Hutan tropis: Dominan menyimpan karbon di biomassa.

  • Mangrove: Dominan menyimpan karbon di tanah/sedimen jangka panjang.

  • Ketahanan karbon: Mangrove lebih stabil selama ekosistemnya tidak terganggu.

Peran Strategis dalam Mitigasi Perubahan Iklim

Dalam konteks mitigasi perubahan iklim, perlindungan mangrove menjadi strategi yang sangat efisien. Dengan luas yang jauh lebih kecil dibanding hutan daratan, kontribusi mangrove terhadap penyimpanan karbon global tergolong sangat tinggi.

Negara-negara dengan kawasan mangrove luas memiliki peluang besar untuk mengembangkan strategi berbasis karbon biru sebagai bagian dari komitmen penurunan emisi gas rumah kaca.

Ancaman terhadap Ekosistem Mangrove

Meskipun memiliki peran penting, mangrove termasuk salah satu ekosistem yang paling terancam. Beberapa faktor utama yang menyebabkan kerusakan mangrove antara lain:

  • Alih fungsi lahan menjadi tambak atau kawasan industri

  • Reklamasi dan pembangunan pesisir

  • Pencemaran limbah

  • Penebangan liar

  • Dampak perubahan iklim seperti kenaikan muka air laut

Kerusakan mangrove tidak hanya menghilangkan fungsi perlindungan pantai, tetapi juga melepaskan cadangan karbon besar yang telah tersimpan selama ratusan tahun.

Dampak Jika Mangrove Rusak

Ketika mangrove ditebang atau dikeringkan, sedimen yang sebelumnya stabil akan terpapar oksigen. Proses ini mempercepat dekomposisi dan melepaskan karbon ke atmosfer dalam jumlah signifikan. Akibatnya:

  • Emisi gas rumah kaca meningkat

  • Risiko abrasi dan banjir rob bertambah

  • Habitat biota laut hilang

  • Produktivitas perikanan menurun

Dengan kata lain, kerusakan mangrove memperparah perubahan iklim sekaligus meningkatkan kerentanan wilayah pesisir.

Fakta bahwa mangrove menyimpan karbon lebih besar daripada hutan tropis per hektar menunjukkan bahwa ekosistem pesisir ini memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim. Keunggulan utama mangrove terletak pada kemampuannya menyimpan karbon dalam sedimen jangka panjang, bukan hanya pada biomassa di atas permukaan tanah.

Melindungi dan merestorasi mangrove bukan sekadar upaya konservasi lingkungan pesisir, melainkan langkah konkret dalam menjaga stabilitas iklim global. Dalam konteks krisis iklim saat ini, mangrove bukan lagi ekosistem pinggiran melainkan salah satu kunci solusi.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas