Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Fakta Kebisingan Bawah Laut dan Gangguan Ekosistem yang Perlu Diketahui

Environesia Global Saraya

23 February 2026

Kebisingan bawah laut semakin diakui sebagai salah satu bentuk polusi modern yang berdampak serius terhadap ekosistem laut. Berbeda dengan pencemaran plastik atau limbah kimia yang terlihat secara fisik, polusi suara bekerja secara tak kasat mata namun memiliki konsekuensi biologis yang signifikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas manusia di laut telah meningkatkan tingkat kebisingan bawah air secara drastis dalam beberapa dekade terakhir.

Apa Itu Kebisingan Bawah Laut?

Kebisingan bawah laut adalah suara berlebihan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia di lautan dan mengganggu lingkungan akustik alami. Laut secara alami memang memiliki suara, seperti gelombang, hujan, dan aktivitas biologis. Namun, kebisingan antropogenik (akibat aktivitas manusia) memiliki intensitas dan frekuensi yang jauh lebih tinggi.

Menurut laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change dan berbagai studi kelautan global, peningkatan lalu lintas kapal, eksplorasi minyak dan gas, serta penggunaan sonar militer telah menjadi sumber utama polusi suara di laut.

Sumber Polusi Suara di Laut

Beberapa aktivitas manusia yang berkontribusi besar terhadap kebisingan bawah laut antara lain:

1. Lalu Lintas Kapal

Kapal komersial menghasilkan suara dari mesin dan baling-baling. Dengan meningkatnya perdagangan global, intensitas kebisingan frekuensi rendah di laut dilaporkan meningkat signifikan sejak pertengahan abad ke-20.

2. Eksplorasi Energi Lepas Pantai

Kegiatan survei seismik untuk eksplorasi minyak dan gas menggunakan gelombang suara berintensitas tinggi untuk memetakan dasar laut. Gelombang ini dapat menjangkau jarak ratusan kilometer.

3. Sonar dan Aktivitas Militer

Sonar aktif berdaya tinggi digunakan untuk navigasi dan deteksi bawah air. Namun, frekuensi tertentu diketahui dapat mengganggu orientasi mamalia laut.

Mengapa Kebisingan Laut Berbahaya bagi Satwa?

Banyak spesies laut, terutama mamalia seperti paus dan lumba-lumba, sangat bergantung pada suara untuk bertahan hidup. Mereka menggunakan sistem ekolokasi (sonar alami) untuk berkomunikasi, mencari makan, dan bernavigasi. Organisasi konservasi global seperti World Wildlife Fund menekankan bahwa polusi suara dapat menyebabkan:

  • Gangguan komunikasi antar individu

  • Perubahan pola migrasi

  • Stres fisiologis

  • Penurunan keberhasilan reproduksi

  • Risiko terdampar massal pada beberapa spesies paus

Ketika suara buatan manusia menutupi frekuensi komunikasi alami, satwa kehilangan kemampuan untuk mendeteksi predator, mangsa, atau pasangan kawin.

Dampak Kebisingan Laut terhadap Migrasi dan Reproduksi Hewan

Penelitian menunjukkan bahwa kebisingan laut kronis dapat mengubah jalur migrasi paus. Spesies yang biasanya mengikuti rute tertentu dapat berpindah ke wilayah yang lebih tenang, meskipun mungkin kurang optimal dari segi ketersediaan makanan.

Selain itu, paparan suara berintensitas tinggi dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan hormon stres pada mamalia laut. Kondisi ini dapat memengaruhi sistem imun dan menurunkan tingkat keberhasilan reproduksi.

Gangguan ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada populasi secara keseluruhan. Dalam jangka panjang, perubahan pola distribusi satwa dapat memengaruhi rantai makanan dan keseimbangan ekosistem laut.

Efek Kebisingan Laut terhadap Ekosistem Laut

Ekosistem laut bekerja secara terhubung. Jika mamalia laut mengubah perilaku makan atau migrasi, maka populasi mangsa dan predator lainnya juga ikut terdampak. Sebagai contoh:

  • Perubahan distribusi paus dapat memengaruhi dinamika plankton dan ikan kecil.

  • Gangguan komunikasi pada spesies tertentu dapat menurunkan peluang bertahan hidup anak.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kebisingan bawah laut bukan hanya masalah individu spesies, melainkan ancaman sistemik terhadap stabilitas ekosistem.

Apakah Kebisingan Laut Bisa Dikendalikan?

Beberapa negara dan organisasi internasional mulai mengembangkan kebijakan untuk mengurangi kebisingan laut, seperti:

  • Desain kapal yang lebih senyap

  • Pembatasan kecepatan kapal di wilayah sensitif

  • Pengaturan zona konservasi dengan pembatasan aktivitas sonar

  • Pengembangan teknologi eksplorasi energi yang lebih ramah lingkungan

Upaya mitigasi ini penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mempertahankan aktivitas ekonomi maritim.

Kebisingan bawah laut adalah bentuk polusi yang sering terabaikan, namun memiliki dampak nyata terhadap satwa dan ekosistem laut. Aktivitas kapal, eksplorasi energi, dan penggunaan sonar telah meningkatkan intensitas suara di laut secara signifikan.Karena mamalia laut bergantung pada sistem akustik untuk bertahan hidup, polusi suara dapat mengganggu migrasi, komunikasi, hingga reproduksi mereka. Dalam skala yang lebih luas, gangguan ini berpotensi memengaruhi keseimbangan rantai makanan dan stabilitas ekosistem laut.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas