Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Emissions Gap Report 2025

Environesia Global Saraya

24 November 2025

Laporan tahunan Emissions Gap Report (EGR) 2025 yang dirilis Program Lingkungan PBB (UNEP) kembali menegaskan satu kenyataan penting: dunia masih belum berada di jalur yang benar untuk menahan kenaikan suhu global sesuai target Perjanjian Paris. Meski ada peningkatan komitmen iklim dari beberapa negara, jurang antara komitmen dan realitas emisi justru semakin terlihat.

UNEP menyebutkan bahwa dengan kebijakan yang berjalan saat ini, dunia menuju pemanasan +2,8°C pada akhir abad, sementara dengan komitmen iklim (NDC) terbaru sekalipun, suhu masih akan meningkat +2,3–2,5°C. Angka ini jauh dari target 1,5°C yang dianggap paling aman untuk mencegah dampak iklim ekstrem.

Artikel ini merangkum temuan utama EGR 2025, tantangan global dalam menurunkan emisi, dan arah aksi yang perlu dipercepat.

Apa Itu Emissions Gap Report?

Emissions Gap Report (EGR) adalah laporan tahunan UNEP yang menilai perbedaan (gap) antara emisi gas rumah kaca yang diproyeksikan dan emisi yang seharusnya terjadi agar dunia tetap berada dalam jalur target 1,5°C atau 2°C.

Tahun 2025, UNEP menekankan bahwa meski ada langkah positif seperti peningkatan energi terbarukan dan pembaruan NDC beberapa negara, penurunan emisi global belum cukup cepat. Emisi global terus meningkat, terutama dari sektor energi, industri berat, dan transportasi.

Temuan Utama Emissions Gap Report 2025

Beberapa temuan yang paling disorot dalam laporan 2025 yaitu:

  • Emisi global masih meningkat
    Emisi gas rumah kaca mencapai level tertinggi dalam sejarah pada 2024, dipicu konsumsi energi fosil yang masih mendominasi.

  • Kesenjangan emisi untuk target 1,5°C sangat besar
    Untuk tetap berada pada jalur 1,5°C, dunia harus memangkas emisi setidaknya 42% pada 2030 dibanding level saat ini.

  • Kebijakan saat ini menuju pemanasan 2,8°C
    Dengan kebijakan existing, dunia tidak akan mencapai target Paris, memicu risiko seperti gelombang panas ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan penurunan produktivitas pangan.

  • NDC baru belum cukup kuat
    Bahkan dengan komitmen terbaru negara-negara (NDC updated), pemanasan masih di kisaran 2,3 - 2,5°C.

  • Pendanaan iklim masih jauh dari kebutuhan
    Kesenjangan pendanaan mencapai ratusan miliar dolar per tahun, terutama untuk negara berkembang yang membutuhkan dukungan adaptasi dan mitigasi.

Alasan Emisi Global Sulit Turun

Ada beberapa penyebab utama mengapa penurunan emisi global tidak secepat yang dibutuhkan:

  • Ketergantungan pada energi fosil tetap tinggi. Coal, minyak, dan gas masih memasok lebih dari 75% energi dunia.

  • Pertumbuhan ekonomi negara berkembang. Banyak negara meningkatkan konsumsi energi untuk memenuhi kebutuhan industri dan urbanisasi.

  • Transisi energi berjalan tidak merata. Negara maju lebih cepat mengadopsi energi bersih, namun negara berkembang masih tergantung pada pembangkit fosil karena biaya dan infrastruktur.

  • Emisi industri berat sulit ditekan. Sektor baja, semen, dan petrokimia menyumbang emisi besar yang sulit didekarbonisasi tanpa teknologi rendah karbon yang lebih luas.

  • Laju deforestasi masih tinggi. Kehilangan hutan di kawasan tropis (Amazon, Kongo, Asia Tenggara) memperkecil kemampuan bumi menyerap karbon.

Sektor yang Paling Besar Menyumbang Emisi

Berikut kontribusi sektor yang disebut dalam EGR 2025:

  • Energi & listrik: penyumbang terbesar (sekitar 34%).

  • Industri berat: baja, semen, kimia (sekitar 24%).

  • Transportasi: darat, laut, dan udara (sekitar 14%).

  • Pertanian dan peternakan: emisi metana dan N2O (sekitar 18%).

  • Kehutanan dan perubahan tata guna lahan: deforestasi dan kebakaran hutan (7–10%).

Sektor energi dan industri menjadi fokus utama mitigasi global karena besarnya kontribusi terhadap total emisi. 

Solusi Praktis yang Perlu Dipercepat

UNEP menekankan beberapa langkah mendesak yang harus dilakukan negara-negara di seluruh dunia:

  • Transisi cepat ke energi terbarukan. Investasi surya, angin, hidro, dan penyimpanan energi perlu ditingkatkan secara agresif.

  • Dekarbonisasi industri berat. Melalui hidrogen hijau, carbon capture, hingga peningkatan efisiensi energi.

  • Pengurangan metana. Sektor pertanian, peternakan, dan migas perlu menerapkan teknologi pengendalian metana yang lebih ketat.

  • Perlindungan hutan dan ekosistem. Menghentikan deforestasi dan memperluas wilayah konservasi bisa mengurangi emisi secara signifikan.

Penguatan pendanaan iklim. Negara maju diminta meningkatkan pembiayaan mitigasi dan adaptasi untuk negara berkembang.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas