Environesia Global Saraya
29 August 2025
Perubahan iklim telah menjadi isu global yang berdampak besar pada berbagai sektor kehidupan, termasuk ketahanan pangan. Indonesia sebagai negara agraris sangat bergantung pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Perubahan suhu, pola curah hujan yang tidak menentu, serta meningkatnya kejadian bencana alam mengancam ketersediaan pangan nasional.
Menurut laporan FAO, perubahan iklim berpotensi menurunkan produksi pangan hingga 30% di negara-negara tropis, termasuk Indonesia. Hal ini menimbulkan tantangan serius bagi keberlanjutan pangan di masa depan.
Penurunan Produktivitas Tanaman
Curah hujan tidak menentu dan suhu yang meningkat mengganggu siklus tanam padi, jagung, kedelai, serta tanaman hortikultura.
Ancaman Hama dan Penyakit
Perubahan suhu memperluas habitat hama dan penyakit tanaman sehingga meningkatkan risiko gagal panen.
Kekeringan dan Banjir
Fenomena El Nino dan La Nina menyebabkan ketidakseimbangan air, yang berakibat pada rusaknya lahan pertanian.
Perikanan: Suhu laut yang meningkat mengganggu ekosistem terumbu karang, menurunkan populasi ikan, serta mengurangi hasil tangkapan nelayan.
Peternakan: Perubahan suhu memengaruhi kesehatan ternak, menurunkan produktivitas susu, daging, dan telur.
Ketahanan pangan di Indonesia terancam jika dampak perubahan iklim tidak diantisipasi. Akibatnya:
Harga pangan berpotensi naik karena kelangkaan produksi.
Impor pangan meningkat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Masyarakat berpenghasilan rendah semakin rentan terhadap krisis pangan.
Pengembangan Pertanian Berkelanjutan
Menggunakan teknologi ramah lingkungan, seperti irigasi hemat air, pupuk organik, dan benih tahan iklim ekstrem.
Diversifikasi Sumber Pangan
Tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga mengembangkan pangan lokal seperti sagu, singkong, dan sorgum.
Pemanfaatan Teknologi Digital
Sistem Internet of Things (IoT) dan big data membantu petani memprediksi cuaca, mengatur pola tanam, serta meminimalkan risiko gagal panen.
Kebijakan Pemerintah yang Proaktif
Dukungan subsidi, program reforestasi, serta investasi pada energi terbarukan dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim terhadap pangan.
Perubahan iklim memberikan dampak serius terhadap ketahanan pangan di Indonesia, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan teknologi agar pangan tetap tersedia, terjangkau, dan berkelanjutan.
Environesia Global Saraya
17 May 2023
Environesia Global Saraya
12 May 2023
Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas