Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Dampak Pertambangan Laut terhadap Ekosistem Laut dan Keanekaragaman Hayati

Environesia Global Saraya

11 March 2026

Pertambangan laut menjadi salah satu aktivitas yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan ini dilakukan untuk mengambil sumber daya mineral yang berada di dasar laut, seperti pasir laut, nikel, mangan, hingga mineral tanah jarang. Meskipun memiliki nilai ekonomi tinggi, aktivitas pertambangan di wilayah perairan juga dapat menimbulkan dampak terhadap ekosistem laut dan keanekaragaman hayati.

Ekosistem laut merupakan sistem lingkungan yang kompleks dan saling terhubung. Gangguan pada satu komponen dapat memengaruhi komponen lainnya, termasuk organisme laut, kualitas perairan, dan keseimbangan habitat. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai potensi dampak pertambangan laut terhadap lingkungan.

Apa Itu Pertambangan Laut?

Pertambangan laut adalah kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral yang berada di wilayah perairan laut, baik di wilayah pesisir maupun di dasar laut dalam. Kegiatan ini biasanya melibatkan proses penggalian, pengerukan, atau pengambilan sedimen untuk memperoleh material bernilai ekonomi. Beberapa jenis mineral yang sering menjadi target pertambangan laut antara lain:

  • Pasir laut untuk kebutuhan konstruksi

  • Nodul mangan yang mengandung logam seperti nikel, kobalt, dan tembaga

  • Fosfat laut

  • Mineral tanah jarang

Aktivitas ini dilakukan dengan menggunakan kapal khusus, alat pengeruk, maupun sistem pengangkutan sedimen dari dasar laut ke permukaan.

Dampak Pertambangan Laut terhadap Ekosistem Laut

Kegiatan pertambangan di laut dapat memberikan berbagai dampak terhadap kondisi lingkungan perairan. Dampak tersebut dapat bersifat langsung maupun tidak langsung terhadap organisme laut dan habitatnya.

1. Kerusakan Habitat Dasar Laut

Dasar laut merupakan habitat bagi berbagai organisme seperti terumbu karang, spons laut, moluska, dan berbagai jenis invertebrata lainnya. Proses pengerukan atau penggalian sedimen dapat merusak struktur habitat tersebut.

Kerusakan ini dapat menyebabkan hilangnya tempat hidup dan berkembang biak bagi berbagai spesies laut. Proses pemulihan habitat dasar laut juga biasanya berlangsung sangat lama, terutama pada wilayah laut dalam yang memiliki tingkat pertumbuhan organisme yang lebih lambat.

2. Peningkatan Kekeruhan Air Laut

Proses pengerukan sedimen dapat menyebabkan partikel halus tersebar di dalam kolom air. Kondisi ini meningkatkan tingkat kekeruhan atau turbidity di perairan. Kekeruhan yang tinggi dapat mengurangi penetrasi cahaya matahari ke dalam air laut. Hal ini dapat mengganggu proses fotosintesis pada organisme seperti fitoplankton dan lamun yang membutuhkan cahaya untuk tumbuh. Selain itu, partikel sedimen yang mengendap juga dapat menutupi permukaan terumbu karang dan organisme dasar laut.

3. Gangguan Keanekaragaman Hayati Laut

Ekosistem laut memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, mulai dari mikroorganisme hingga mamalia laut. Aktivitas pertambangan dapat menyebabkan perubahan kondisi habitat yang memengaruhi keberadaan berbagai spesies. Gangguan tersebut dapat berupa:

  • Hilangnya habitat alami

  • Penurunan populasi organisme bentik

  • Perubahan struktur komunitas organisme laut

  • Migrasi atau hilangnya spesies sensitif terhadap perubahan lingkungan

Jika tidak dikelola dengan baik, dampak ini dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem laut dalam jangka panjang.

4. Potensi Pencemaran Perairan

Pertambangan laut juga berpotensi menyebabkan pencemaran perairan, terutama jika kegiatan tersebut melibatkan pelepasan sedimen, bahan kimia, atau limbah operasional ke lingkungan laut. Beberapa logam berat yang terkandung dalam sedimen dasar laut dapat terlepas ke kolom air selama proses pengerukan. Jika konsentrasinya meningkat, logam tersebut dapat memengaruhi organisme laut dan berpotensi masuk ke rantai makanan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas lingkungan perairan serta kesehatan ekosistem laut.

5. Gangguan Kebisingan Bawah Laut

Operasi kapal, mesin pengeruk, dan peralatan pertambangan dapat menghasilkan kebisingan bawah laut. Suara ini dapat mengganggu komunikasi dan navigasi beberapa spesies laut, terutama mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba yang mengandalkan sistem akustik untuk berinteraksi. Gangguan kebisingan juga dapat menyebabkan perubahan perilaku pada organisme laut, termasuk pola migrasi dan aktivitas mencari makan.

Pentingnya Kajian Dampak Lingkungan

Karena potensi dampaknya yang cukup besar, kegiatan pertambangan laut memerlukan kajian lingkungan yang komprehensif sebelum dilaksanakan. Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah analisis dampak lingkungan untuk menilai potensi pengaruh kegiatan terhadap ekosistem perairan. Kajian ini biasanya mencakup beberapa aspek, seperti:

  • Kondisi ekosistem laut di lokasi kegiatan

  • Keanekaragaman hayati yang terdapat di wilayah tersebut

  • Kualitas air laut dan sedimen

  • Potensi dampak terhadap organisme dan habitat

Melalui kajian lingkungan yang tepat, potensi dampak dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah pengelolaan dan pemantauan lingkungan dapat direncanakan dengan lebih baik.

Pertambangan laut merupakan kegiatan yang memiliki nilai ekonomi, namun juga memiliki potensi dampak terhadap ekosistem laut dan keanekaragaman hayati. Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain kerusakan habitat dasar laut, peningkatan kekeruhan air, gangguan terhadap organisme laut, potensi pencemaran perairan, serta kebisingan bawah laut.

Oleh karena itu, pengelolaan kegiatan pertambangan laut perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan aspek perlindungan lingkungan. Kajian dampak lingkungan yang komprehensif menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa kegiatan pemanfaatan sumber daya laut tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas