Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Dampak Pencemaran Lingkungan Picu Penularan Penyakit

Environesia Global Saraya

09 July 2025

Meningkatnya kasus penyakit seperti ISPA, diare, hingga gangguan kulit kini menjadi bukti nyata bahwa kualitas lingkungan hidup kita semakin terancam. Para konsultan lingkungan pun menyerukan pentingnya penilaian risiko kesehatan sejak tahap awal pembangunan agar masyarakat tidak menjadi korban dari kelalaian industri.

Menurut para ahli, banyak kasus penyakit yang sebenarnya bisa dicegah jika sejak awal pembangunan proyek dilakukan kajian mendalam terhadap dampak kesehatan masyarakat. Sayangnya, kajian kesehatan lingkungan atau Health Impact Assessment (HIA) sering kali tidak dimasukkan dalam dokumen AMDAL secara serius.

Data dari Dinas Kesehatan DIY menunjukkan lonjakan signifikan kasus penyakit akibat pencemaran lingkungan, khususnya di wilayah Sleman dan Kulon Progo. Kasus ISPA bahkan meningkat sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi sinyal kuat bahwa sistem perlindungan lingkungan belum berjalan optimal.

Proyek Industri Harus Petakan Risiko Sejak Awal

Setiap proyek pembangunan harus memulai prosesnya dengan pemetaan potensi pencemaran, mulai dari:

  • Jalur transportasi bahan baku berbahaya,

  • Emisi udara dari aktivitas produksi,

  • Aliran dan pengelolaan limbah cair,

  • Potensi kebocoran bahan kimia ke lingkungan sekitar.

Tanpa pemetaan yang akurat, upaya mitigasi menjadi tidak efektif. Di sinilah peran penting konsultan lingkungan dibutuhkan untuk memberikan arahan teknis, menyusun strategi pencegahan, serta memastikan bahwa proyek tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat.

Masyarakat Harus Dilibatkan

Konsultan lingkungan juga menjadi jembatan antara pelaku industri dan masyarakat. Melalui proses konsultasi publik, masyarakat bisa menyampaikan kekhawatiran mereka dan terlibat langsung dalam penyusunan solusi.

Pemerintah Daerah Mulai Bergerak

Beberapa pemerintah daerah, termasuk di Yogyakarta, mulai memberlakukan kebijakan yang lebih ketat. Industri berskala besar kini diwajibkan untuk menyertakan hasil kajian kesehatan lingkungan sebagai salah satu syarat dalam pengajuan rekomendasi teknis dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Langkah ini menjadi harapan baru untuk mendorong industri lebih bertanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Jangan Tunggu Masyarakat Sakit Baru Bertindak

Dengan kondisi lingkungan yang kian terdegradasi, pendekatan reaktif sudah tidak relevan lagi. Konsultan lingkungan menekankan bahwa langkah antisipatif jauh lebih efektif dan manusiawi. Mencegah lebih baik daripada mengobati, dan dalam konteks lingkungan, itu berarti menyelamatkan generasi masa depan dari dampak pencemaran.

Peningkatan kasus penyakit akibat pencemaran lingkungan bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Pemerintah, industri, dan masyarakat harus berkolaborasi untuk memastikan pembangunan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keberlanjutan.
Lingkungan yang sehat adalah hak semua orang—bukan sekadar bonus dari pembangunan.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas