Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Dampak Penambangan Pasir Laut terhadap Ekosistem dan Kualitas Lingkungan

Environesia Global Saraya

29 December 2025

Penambangan pasir laut merupakan salah satu aktivitas pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan di wilayah perairan pesisir dan laut dangkal. Pasir laut umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi, reklamasi, dan pembangunan infrastruktur. Namun, aktivitas ini memiliki dampak signifikan terhadap ekosistem laut dan kualitas lingkungan apabila tidak dikelola secara berbasis kajian lingkungan yang memadai. Di Indonesia, penambangan pasir laut menjadi isu penting karena berkaitan langsung dengan degradasi ekosistem pesisir, perubahan dinamika sedimen, dan peningkatan risiko abrasi pantai.

Apa Itu Penambangan Pasir Laut?

Penambangan pasir laut adalah kegiatan pengambilan material pasir dari dasar laut, umumnya di perairan dangkal hingga menengah, baik di sekitar wilayah pesisir maupun laut lepas yang masih berada dalam pengaruh dinamika pantai. Secara alami, pasir laut berperan penting dalam menjaga keseimbangan sedimen, stabilitas dasar perairan, serta perlindungan wilayah pesisir dari energi gelombang.

Pengambilan pasir laut dalam jumlah besar dapat mengganggu keseimbangan sistem laut dan pesisir yang saling terhubung.

Dampak Penambangan Pasir Laut terhadap Ekosistem

1. Kerusakan Habitat Dasar Laut

Dasar laut merupakan habitat bagi berbagai organisme bentik seperti moluska, krustasea, dan mikroorganisme. Aktivitas penambangan pasir laut dapat merusak habitat ini secara langsung melalui penggalian dan pengerukan, sehingga menurunkan keanekaragaman hayati dan produktivitas ekosistem laut.

Selain itu, perubahan struktur dasar laut dapat memengaruhi rantai makanan dan keseimbangan ekosistem perairan.

2. Gangguan Ekosistem Pesisir

Penambangan pasir laut berdampak tidak hanya pada lokasi penambangan, tetapi juga pada ekosistem pesisir di sekitarnya. Berkurangnya suplai sedimen ke pantai dapat mengganggu keseimbangan alami antara erosi dan sedimentasi, sehingga meningkatkan risiko abrasi pantai.

Ekosistem pesisir seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang dapat terdampak secara tidak langsung akibat perubahan dinamika sedimen dan kualitas perairan.

3. Peningkatan Kekeruhan Perairan

Proses pengerukan pasir laut menyebabkan resuspensi sedimen yang meningkatkan kekeruhan perairan. Kondisi ini dapat menghambat penetrasi cahaya matahari, mengganggu proses fotosintesis organisme laut, dan menurunkan kualitas habitat perairan, terutama di wilayah laut dangkal.

Dampak Penambangan Pasir Laut terhadap Lingkungan

1. Penurunan Kualitas Air Laut

Penambangan pasir laut dapat meningkatkan nilai total padatan tersuspensi (TSS) dan mengubah karakteristik fisik perairan. Kualitas air yang menurun dapat memicu stres pada organisme laut dan berdampak pada ekosistem perairan secara keseluruhan.

2. Perubahan Morfologi Dasar Laut

Pengambilan pasir dalam skala besar dapat mengubah morfologi dasar laut, seperti terbentuknya cekungan atau perubahan kontur perairan. Perubahan ini dapat memengaruhi pola arus laut, distribusi sedimen, serta stabilitas wilayah pesisir dalam jangka panjang.

3. Peningkatan Risiko Abrasi dan Kerentanan Pesisir

Pasir laut merupakan bagian dari sistem sedimen yang menopang kestabilan pantai. Penambangan pasir laut yang tidak terkendali dapat mengurangi pasokan sedimen ke pantai, sehingga mempercepat proses abrasi dan meningkatkan kerentanan wilayah pesisir terhadap gelombang ekstrem dan banjir rob.

Pentingnya Pengelolaan dan Pengawasan Lingkungan

Penambangan pasir laut harus dilakukan dengan pengelolaan lingkungan yang ketat. Setiap kegiatan penambangan wajib didasarkan pada kajian lingkungan seperti AMDAL atau UKL-UPL untuk memastikan dampak terhadap ekosistem dan kualitas lingkungan dapat dikendalikan. Pengelolaan yang baik mencakup:

  • Penetapan lokasi penambangan sesuai daya dukung lingkungan

  • Pembatasan volume dan metode pengerukan pasir

  • Pemantauan kualitas air dan sedimen secara berkala

  • Perlindungan ekosistem pesisir dan laut di sekitar area penambangan

Pendekatan berbasis data ilmiah dan pemantauan berkelanjutan menjadi kunci dalam meminimalkan dampak lingkungan penambangan pasir laut.

Penambangan pasir laut memiliki dampak nyata terhadap ekosistem laut dan kualitas lingkungan, mulai dari kerusakan habitat dasar laut, penurunan kualitas air, hingga peningkatan risiko abrasi pantai. Tanpa pengelolaan yang tepat, aktivitas ini dapat mempercepat degradasi lingkungan pesisir dan laut. Oleh karena itu, penerapan pengelolaan lingkungan yang berbasis kajian ilmiah dan pengawasan yang ketat sangat penting untuk mendukung keberlanjutan wilayah pesisir Indonesia.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas