Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Dampak Kekeringan El Niño di Indonesia dan Cara Menghadapinya

Environesia Global Saraya

28 April 2026

El Niño adalah salah satu fenomena iklim paling berpengaruh bagi Indonesia. Ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur memanas secara anomali, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia turun drastis — memicu kemarau panjang yang berdampak luas. Pada 2024 saja, kekeringan akibat El Niño menyebabkan produksi beras nasional turun sekitar 2,28 juta ton hanya dalam empat bulan pertama tahun itu.

Lalu, apa saja dampak nyata El Niño di Indonesia dan bagaimana cara menghadapinya?

Dampak Utama Kekeringan El Niño di Indonesia

Setidaknya ada lima dampak besar yang selalu menyertai kekeringan El Niño di Indonesia:
1. Krisis air bersih
Penurunan curah hujan hingga 50–90% di beberapa wilayah saat El Niño Super 2023 menyebabkan waduk dan sumber air di Nusa Tenggara, Jawa, dan Sulawesi mengering lebih cepat dari biasanya. Kebutuhan air rumah tangga, irigasi, dan industri pun ikut terganggu.
2. Gagal panen dan ancaman pangan
Tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai sangat bergantung pada ketersediaan air. Kekeringan berkepanjangan memperbesar risiko gagal panen, menurunkan kualitas hasil pertanian, dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga pangan di pasar.
3. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Tanah kering adalah kondisi ideal bagi kebakaran hutan dan lahan. Saat El Niño, hotspot di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi meningkat tajam. Asap yang dihasilkan dapat mendorong Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) ke level berbahaya dan mengancam kesehatan jutaan orang.
4. Gangguan ekosistem laut
Pemanasan suhu laut memicu coral bleaching (pemutihan terumbu karang) dan menggeser distribusi ikan. Nelayan harus melaut lebih jauh dengan biaya lebih besar, sementara hasil tangkapan justru menurun.
5. Risiko operasional industri
Kekeringan mengurangi debit badan air penerima limbah, sehingga konsentrasi pencemar bisa meningkat meski volume buangan tidak berubah. Kualitas udara yang memburuk saat karhutla juga berdampak langsung pada K3 karyawan. Perusahaan tetap wajib memenuhi kewajiban pemantauan lingkungan (RKL-RPL) meski kondisi iklim sedang ekstrem.

Wilayah paling rentan saat El Niño: NTB, NTT (kekeringan ekstrem), Kalimantan (karhutla), Jawa Tengah & Timur (gagal panen), serta Sumatera Selatan & Riau (polusi udara).

 

Cara Menghadapi Dampak El Niño

Mitigasi El Niño perlu dilakukan di dua level: masyarakat dan industri.
Untuk masyarakat dan petani:
    • Gunakan varietas tanaman tahan kekeringan
    • Ikuti kalender tanam rekomendasi BMKG
    • Bangun embung atau sistem penampungan air hujan
    • Pantau informasi peringatan dini cuaca dari BMKG secara rutin

Untuk perusahaan dan industri:
    • Audit penggunaan air dan terapkan efisiensi di unit produksi
    • Tingkatkan frekuensi pemantauan kualitas air limbah dan badan air penerima
    • Pastikan IPAL berfungsi optimal saat debit sungai rendah
    • Lakukan pemantauan kualitas udara ambien saat risiko karhutla meningkat
    • Pastikan laporan RKL-RPL tetap terpenuhi sesuai jadwal

El Niño adalah fenomena yang akan terus berulang. Dampaknya terhadap Indonesia — dari kekeringan, gagal panen, karhutla, hingga risiko industri — nyata dan terukur. Kunci menghadapinya bukan hanya respons saat krisis tiba, tetapi persiapan dan pemantauan lingkungan yang konsisten sejak jauh hari.


 

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas