Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Bagaimana Sampah Plastik Berakhir di Lautan?

Environesia Global Saraya

29 April 2025

Setiap tahun, jutaan ton sampah plastik mencemari lautan dunia. Tidak hanya mengancam kehidupan laut, polusi plastik juga berdampak pada kesehatan manusia. Tapi bagaimana sebenarnya sampah plastik bisa berakhir di lautan? Berikut penjelasan lengkapnya beserta fakta mengejutkan yang perlu Anda ketahui.

1. Sampah Plastik Berasal dari Aktivitas Daratan

Lebih dari 80% sampah plastik di lautan berasal dari aktivitas manusia di darat. Sampah ini berasal dari berbagai sumber, seperti:

  • Sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik

  • Limbah industri

  • Sampah dari kegiatan pariwisata dan rekreasi pantai

  • Infrastruktur sanitasi yang tidak memadai

2. Sungai Menjadi Jalur Utama Menuju Lautan

Sungai berfungsi seperti "jalan tol" yang membawa sampah dari pedalaman ke laut. Menurut penelitian, hanya 10 sungai besar — seperti Sungai Citarum di Indonesia dan Sungai Yangtze di Cina — yang menyumbang sekitar 90% sampah plastik ke laut.

3. Plastik Ringan Mudah Terbawa Angin

Plastik ringan seperti kantong kresek dan bungkus makanan sering kali terbawa angin dari tempat pembuangan sampah terbuka. Sampah ini kemudian masuk ke sungai atau langsung ke laut, mempercepat pencemaran.

4. Fakta Mengejutkan: Setiap Menit, Satu Truk Sampah Plastik Dibuang ke Laut

Menurut data dari World Economic Forum, setiap menit setara dengan satu truk sampah plastik masuk ke lautan. Jika tidak ada perubahan, jumlah ini diperkirakan akan meningkat hingga dua truk per menit pada tahun 2030.

5. Mikroplastik: Ancaman Tak Terlihat

Plastik besar di lautan akan terurai menjadi potongan kecil yang disebut mikroplastik. Mikroplastik ini dikonsumsi oleh plankton, ikan, dan akhirnya masuk ke rantai makanan manusia.

6. Aktivitas Perikanan Menambah Polusi

Selain sampah dari daratan, peralatan perikanan seperti jaring dan tali plastik yang hilang atau dibuang ke laut juga menjadi sumber utama polusi plastik.

7. Sampah Plastik Menyebabkan Kematian Satwa Laut

Ribuan hewan laut seperti penyu, burung laut, dan ikan mati setiap tahun karena menelan plastik atau terjerat sampah plastik. Misalnya, penyu sering salah mengira kantong plastik sebagai ubur-ubur, makanan favoritnya.

8. Sampah Plastik Bertahan Ratusan Tahun

Plastik tidak bisa benar-benar terurai secara alami. Botol plastik bisa bertahan di laut hingga 450 tahun, sementara tali plastik bisa bertahan lebih dari 600 tahun.

9. Indonesia Menjadi Salah Satu Penyumbang Sampah Plastik Terbesar

Indonesia menduduki peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut, setelah Cina. Ini menjadi tantangan besar sekaligus peluang untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah nasional.

10. Solusi Ada di Tangan Kita

Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dengan benar, mendukung produk ramah lingkungan, dan berpartisipasi dalam kegiatan bersih pantai adalah langkah-langkah nyata yang bisa kita lakukan untuk mengurangi polusi plastik.

Sampah plastik yang berakhir di lautan bukanlah masalah kecil. Ini adalah krisis global yang membutuhkan kesadaran dan tindakan nyata dari semua pihak. Mulailah dari langkah kecil hari ini: kurangi penggunaan plastik, kelola sampah dengan benar, dan ajak orang di sekitar Anda untuk peduli pada lingkungan.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas