Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Apakah Cukup Mengatasi Krisis Iklim dengan Energi Terbarukan?

Environesia Global Saraya

23 November 2025

Transisi menuju energi terbarukan menjadi strategi utama banyak negara untuk menekan emisi global. Perubahan sistem energi harus diikuti transformasi besar di sektor lain seperti industri, transportasi, pertanian, dan pola konsumsi. Artikel ini menjelaskan fakta terbarukan, tantangan, dan solusi berdasarkan riset internasional.

Energi Terbarukan Memang Kunci Utama Pengurangan Emisi

Peran energi terbarukan dalam mitigasi iklim tidak terbantahkan. Menurut laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) sektor energi menyumbang sekitar 75% dari total emisi gas rumah kaca global. Artinya, mengganti bahan bakar fosil dengan energi terbarukan dapat menurunkan emisi secara signifikan. Selain itu, biaya teknologi energi bersih seperti surya dan angin kini turun hingga 85% selama dekade terakhir membuatnya lebih kompetitif dibanding batu bara.

Namun, Energi Terbarukan Saja Tidak Cukup! Ada Tantangan Besar yang Harus Diatasi

Beberapa faktor berikut menunjukkan bahwa energi terbarukan perlu solusi tambahan agar benar-benar mampu menghentikan krisis iklim.

  • Intermitensi energi surya dan angin
    Produksi energi tergantung cuaca, sehingga memerlukan pengembangan baterai dan grid cerdas.

  • Keterbatasan mineral kritis
    Panel surya, turbin angin, dan baterai membutuhkan logam seperti litium, nikel, dan kobalt. Permintaan global melonjak jauh lebih cepat dibanding kapasitas penambangan.

  • Transisi energi tidak merata secara global
    Negara berkembang masih menghadapi biaya investasi awal yang tinggi.

  • Emisi dari sektor non-listrik tetap besar
    Transportasi, industri semen, pupuk, dan peternakan masih menghasilkan emisi signifikan meskipun pembangkit listrik sudah hijau.

Apa yang Harus Dilakukan?

Solusi untuk mengatasi krisis iklim harus bersifat lintas sektor, bukan hanya mengganti sumber energi. Strategi yang diakui oleh ilmuwan iklim mencakup kombinasi berikut:

  • Elektrifikasi transportasi dan penggunaan bahan bakar alternatif seperti hidrogen hijau

  • Efisiensi energi pada bangunan dan industri

  • Reforestasi, restorasi mangrove, dan perlindungan karbon alami

  • Perubahan pola konsumsi, terutama pengurangan makanan beremisi tinggi dan limbah pangan

  • Penghapusan bertahap subsidi bahan bakar fosil

Laporan International Energy Agency (IEA) menyimpulkan bahwa dunia harus mengombinasikan energi terbarukan dengan efisiensi energi, inovasi industri rendah karbon, dan perubahan sistem pangan untuk mencapai target Net Zero 2050. Tidak ada satu solusi tunggal yang cukup.

Energi terbarukan merupakan pondasi paling penting dalam upaya menahan pemanasan global. Namun, mengandalkan energi terbarukan saja tidak cukup untuk mengatasi krisis iklim. Kita memerlukan transformasi besar pada semua sektor ekonomi, didukung oleh kebijakan kuat, inovasi teknologi, dan perubahan perilaku konsumsi.

Dengan kombinasi strategi yang tepat dan implementasi yang konsisten, target dunia untuk menahan kenaikan suhu di bawah 1.5°C masih dapat dicapai.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas