Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Apa Itu Program Gentengisasi? Pengertian, Tujuan, dan Dampaknya bagi Lingkungan

Environesia Global Saraya

16 April 2026

Program gentengisasi menjadi salah satu pendekatan sederhana namun relevan dalam upaya pengelolaan lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan. Di tengah meningkatnya pembangunan dan perubahan tata guna lahan, jenis material atap yang digunakan pada bangunan ternyata memiliki pengaruh terhadap kondisi lingkungan sekitar, seperti suhu udara, aliran air hujan, hingga kenyamanan termal. 

Apa Itu Program Gentengisasi?

Program gentengisasi adalah upaya mengganti atau mendorong penggunaan atap berbahan genteng (umumnya tanah liat atau keramik) sebagai alternatif dari atap berbahan beton, seng, atau asbes. Program ini biasanya diterapkan pada kawasan permukiman padat, terutama di daerah perkotaan yang mengalami peningkatan suhu dan permasalahan drainase.

Genteng memiliki karakteristik fisik yang berbeda dibandingkan material atap lainnya. Struktur berpori dan kemampuan menyerap panas yang lebih rendah membuat genteng lebih efektif dalam menjaga suhu di dalam bangunan tetap stabil. Selain itu, bentuk pemasangan genteng yang tidak sepenuhnya rapat memungkinkan sirkulasi udara alami.

Tujuan Program Gentengisasi

Penerapan program gentengisasi memiliki beberapa tujuan utama yang berkaitan langsung dengan aspek lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat.

1. Mengurangi Suhu Lingkungan Perkotaan

Material seperti beton dan seng cenderung menyerap dan menyimpan panas lebih lama. Hal ini berkontribusi pada peningkatan suhu lingkungan, terutama di kawasan padat bangunan. Penggunaan genteng dapat membantu menurunkan suhu permukaan atap dan mengurangi efek panas berlebih.

2. Meningkatkan Kenyamanan Termal Bangunan

Bangunan dengan atap genteng umumnya memiliki suhu ruang yang lebih stabil dibandingkan dengan atap berbahan logam atau beton. Hal ini mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan dan berpotensi menekan konsumsi energi listrik.

3. Mendukung Pengelolaan Air Hujan

Desain genteng memungkinkan air hujan mengalir secara lebih terarah dibandingkan permukaan datar seperti dak beton. Hal ini membantu mengurangi limpasan air secara langsung yang dapat berkontribusi pada genangan atau banjir di kawasan padat.

4. Mengurangi Risiko Kesehatan dari Material Berbahaya

Beberapa jenis atap seperti asbes diketahui mengandung serat berbahaya yang dapat berdampak pada kesehatan jika terhirup dalam jangka panjang. Genteng menjadi alternatif yang lebih aman karena tidak mengandung bahan berbahaya.

Dampak Program Gentengisasi bagi Lingkungan

Program gentengisasi memberikan dampak yang dapat diamati baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap lingkungan.

1. Penurunan Efek Urban Heat Island

Fenomena urban heat island terjadi ketika suhu di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya akibat dominasi material penyerap panas. Penggunaan genteng dapat membantu mengurangi akumulasi panas di permukaan bangunan, sehingga berkontribusi pada penurunan suhu lokal.

2. Efisiensi Energi

Dengan suhu dalam ruangan yang lebih sejuk, penggunaan perangkat pendingin seperti AC dapat dikurangi. Hal ini berdampak pada penurunan konsumsi energi dan secara tidak langsung mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor energi.

3. Pengelolaan Air yang Lebih Baik

Genteng memungkinkan air hujan dialirkan melalui sistem talang secara lebih terkendali. Hal ini dapat mengurangi tekanan pada sistem drainase perkotaan, terutama saat curah hujan tinggi.

4. Peningkatan Kualitas Hunian

Rumah dengan ventilasi alami yang lebih baik dan suhu yang stabil cenderung lebih sehat dan nyaman untuk dihuni. Hal ini berdampak pada kualitas hidup masyarakat, terutama di kawasan dengan kepadatan tinggi.

Tantangan dalam Implementasi Gentengisasi

Meskipun memiliki berbagai manfaat, program gentengisasi juga menghadapi sejumlah tantangan dalam penerapannya.

  • Biaya awal penggantian atap yang relatif tinggi bagi sebagian masyarakat

  • Keterbatasan struktur bangunan, terutama pada rumah yang sebelumnya menggunakan dak beton

  • Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat lingkungan dari penggunaan genteng

  • Ketersediaan material dan tenaga kerja yang sesuai di beberapa daerah

Tantangan ini perlu diatasi melalui edukasi, perencanaan teknis yang matang, serta dukungan kebijakan yang tepat.

Program gentengisasi merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan, terutama di kawasan perkotaan. Dengan mengganti material atap menjadi genteng, berbagai manfaat dapat diperoleh, mulai dari penurunan suhu lingkungan, efisiensi energi, hingga pengelolaan air hujan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, penerapan gentengisasi dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas