Environesia Global Saraya
01 August 2025
Dalam dunia industri, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga penentu reputasi dan keberlanjutan bisnis. Salah satu program penilaian kinerja lingkungan hidup di Indonesia yang sangat penting adalah PROPER.
Tapi, sebenarnya apa itu PROPER, bagaimana sistem penilaiannya, dan bagaimana cara perusahaan bisa meningkatkan peringkat PROPER-nya? Mari kita bahas secara lengkap.
PROPER adalah singkatan dari Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Program ini dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menilai sejauh mana perusahaan menjalankan tanggung jawab lingkungannya.
Tujuannya adalah mendorong dunia usaha:
Patuh terhadap regulasi lingkungan
Berinovasi dalam pengelolaan lingkungan
Transparan dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan
Peringkat PROPER dibagi dalam lima warna, masing-masing merepresentasikan tingkat kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan:
| Warna | Keterangan |
|---|---|
| Emas | Inisiatif luar biasa dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat |
| Hijau | Melebihi ketaatan terhadap peraturan, menerapkan eco-innovation |
| Biru | Sudah memenuhi semua ketentuan dan regulasi lingkungan |
| Merah | Belum memenuhi sebagian besar persyaratan pengelolaan lingkungan |
| Hitam | Melanggar hukum dan menyebabkan kerusakan lingkungan |
PROPER berlaku untuk perusahaan yang memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, terutama di sektor:
Energi & pertambangan
Industri manufaktur
Perkebunan & kehutanan
Pengolahan limbah & air bersih
Penilaian PROPER tidak hanya berdasarkan kepatuhan, tetapi juga inisiatif melebihi ketaatan (beyond compliance). Beberapa indikator utama:
Pengelolaan limbah B3
Kualitas air limbah dan emisi udara
Izin lingkungan & pemenuhan dokumen UKL-UPL atau AMDAL
Sistem pengendalian pencemaran
Efisiensi energi dan air
Pengurangan emisi GRK
Pengelolaan keanekaragaman hayati
Inovasi teknologi ramah lingkungan
Tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) yang terukur dan berkelanjutan
Langkah awal paling mendasar adalah memastikan semua aspek legal terpenuhi, mulai dari izin lingkungan, laporan triwulan, hingga pengelolaan limbah sesuai ketentuan.
Catat dan laporkan upaya efisiensi yang berhasil menurunkan konsumsi energi atau air secara signifikan.
Contoh: penggunaan waste heat recovery system, recycle grey water, dll.
Terapkan teknologi kontrol emisi (seperti scrubber, filter)
Gunakan sistem daur ulang limbah padat atau cair
Kembangkan sistem pemilahan dan pemrosesan limbah internal
Perusahaan yang berinovasi dalam pengelolaan lingkungan mendapat nilai tambah.
Contoh: mengganti bahan baku dengan material biodegradable, mengembangkan produk dengan jejak karbon rendah.
Tanggung jawab sosial harus terukur, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Hindari CSR seremonial — fokus pada pembangunan kapasitas, ekonomi lokal, dan pelestarian alam.
Gunakan sistem dokumentasi yang baik. Penilaian PROPER sangat bergantung pada data yang terverifikasi, baik teknis maupun administratif.
PROPER bukan sekadar label warna — tapi cerminan tanggung jawab lingkungan perusahaan.
Dengan memahami indikator dan komitmen jangka panjang, perusahaan Anda bisa naik peringkat PROPER dan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Jika pengelolaan lingkungan dilakukan secara strategis, bisnis dan lingkungan bisa tumbuh bersama.
Environesia Global Saraya
17 May 2023
Environesia Global Saraya
12 May 2023
Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas