Environesia Global Saraya
28 July 2025
Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perubahan iklim, berbagai solusi pengurangan emisi karbon terus dikembangkan. Salah satu solusi yang cukup sederhana namun efektif adalah penggunaan biochar—arang hayati yang dihasilkan dari limbah organik.
Selain mampu menyerap karbon dalam jangka panjang, biochar juga memberi manfaat besar bagi pertanian dan pengelolaan limbah. Artikel ini membahas apa itu biochar, bagaimana cara kerjanya, serta manfaatnya bagi lingkungan dan penyerapan karbon.
Biochar adalah arang yang dihasilkan dari proses pirolisis, yaitu pembakaran bahan organik (seperti limbah pertanian, limbah makanan, atau kayu) dalam kondisi tanpa atau minim oksigen.
Berbeda dengan arang biasa, biochar digunakan bukan untuk bahan bakar, tetapi untuk menyimpan karbon di dalam tanah dan meningkatkan kualitas tanah.
Proses pembuatan biochar mengubah karbon dari bahan organik menjadi bentuk stabil yang tidak mudah terurai. Saat biochar ditanam ke dalam tanah, karbon yang semula akan terlepas ke atmosfer sebagai CO₂ dari proses pembusukan alami, kini tersimpan dalam bentuk padat selama ratusan hingga ribuan tahun.
Dengan kata lain, biochar mengunci karbon di dalam tanah, sehingga mencegah pelepasan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.
Salah satu keunggulan biochar adalah bisa dibuat dari berbagai jenis limbah organik, seperti:
Sekam padi
Serbuk gergaji
Limbah pertanian (jerami, tongkol jagung)
Limbah makanan
Kotoran hewan ternak
Proses ini tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga mengurangi volume limbah organik yang dibuang ke TPA.
Biochar dianggap sebagai salah satu bentuk “carbon sequestration” yang mudah diterapkan, terutama di sektor pertanian dan kehutanan.
Struktur pori biochar membuat tanah menjadi lebih gembur dan mampu menyimpan air serta nutrisi lebih baik.
Biochar mengurangi emisi metana (CH₄) dan dinitrogen oksida (N₂O) yang biasa dihasilkan oleh lahan pertanian.
Beberapa studi menunjukkan bahwa biochar dapat meningkatkan hasil panen, terutama di tanah-tanah marginal atau kritis.
Dengan biochar, petani bisa menghemat penggunaan pupuk dan memperbaiki kesehatan tanah jangka panjang.
Teknologi Produksi Biochar: Belum semua daerah memiliki akses ke alat pirolisis berskala kecil atau menengah.
Kualitas Bahan Baku: Bahan baku yang tercemar logam berat atau plastik bisa menghasilkan biochar yang berbahaya.
Regulasi dan Standarisasi: Belum banyak regulasi yang mengatur penggunaan biochar secara luas di Indonesia.
Skala Adopsi: Penggunaan biochar masih terbatas di sektor riset dan pilot project, belum menjadi praktik umum.
Sebagai negara agraris dengan limpahan limbah organik setiap harinya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan biochar. Pemanfaatan biochar bisa mendukung:
Pengelolaan limbah pertanian dan perkebunan
Program dekarbonisasi sektor pertanian
Rehabilitasi lahan kritis dan pencegahan erosi
Upaya pengurangan emisi karbon nasional (NDC Indonesia)
Konsultan lingkungan dapat membantu:
Menyusun studi kelayakan penggunaan biochar di area tertentu
Merancang sistem produksi biochar yang efisien dan aman
Mengukur potensi penyerapan karbon dari penggunaan biochar
Mendampingi proyek biochar dalam konteks CSR, CDM, atau program keberlanjutan
Biochar adalah solusi yang sederhana namun berdampak besar dalam pengelolaan limbah organik dan penyerapan karbon. Selain ramah lingkungan, penggunaannya juga dapat memberikan manfaat langsung bagi tanah dan pertanian.
Dengan pengembangan teknologi yang tepat dan dukungan kebijakan, biochar berpotensi menjadi alat strategis dalam menghadapi perubahan iklim, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
Environesia Global Saraya
17 May 2023
Environesia Global Saraya
12 May 2023
Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas