Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

10 Negara Penghasil Sampah Terbanyak

Environesia Global Saraya

07 May 2025

Setiap harinya, dunia menghasilkan jutaan ton sampah. Dari limbah rumah tangga, industri, hingga sampah plastik yang mencemari laut — semuanya menjadi beban serius bagi lingkungan global. Namun, tidak semua negara menyumbang dalam jumlah yang sama. Beberapa negara menyumbang lebih banyak karena faktor populasi, gaya hidup, dan industrialisasi.

Lalu, negara mana saja yang paling banyak menghasilkan sampah? Apakah Indonesia termasuk di antaranya?

1. Tiongkok

  • Volume sampah: ± 395 juta ton per tahun

Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia dan pusat manufaktur global, Tiongkok menghasilkan volume sampah luar biasa tinggi. Sampah rumah tangga, industri, hingga elektronik menjadi penyumbang utama. Meski begitu, Tiongkok kini mulai menerapkan kebijakan ketat, termasuk larangan impor sampah asing sejak 2018, untuk menekan dampak lingkungan.

2. Amerika Serikat

  • Volume sampah: ± 265 juta ton per tahun

Dengan tingkat konsumsi per kapita yang sangat tinggi, AS menyumbang sampah dalam berbagai bentuk — mulai dari makanan, plastik sekali pakai, hingga limbah elektronik. Budaya konsumtif dan gaya hidup “praktis” membuat produksi sampah tetap tinggi meskipun program daur ulang sudah cukup luas diimplementasikan.

3. India

  • Volume sampah: ± 189 juta ton per tahun

India menghadapi tantangan ganda: pertumbuhan populasi yang sangat cepat dan minimnya infrastruktur pengelolaan sampah, terutama di daerah pedesaan. Sampah makanan dan plastik menjadi perhatian utama. Banyak sampah yang akhirnya dibuang sembarangan atau dibakar, yang menyebabkan pencemaran udara dan air.

4. Brasil

  • Volume sampah: ± 79 juta ton per tahun

Negara terbesar di Amerika Selatan ini menghasilkan sampah dalam jumlah besar, khususnya di wilayah perkotaan. Kurangnya fasilitas daur ulang dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi kendala besar. Sampah makanan dan kemasan menjadi dominan, terutama di kota-kota besar seperti São Paulo dan Rio de Janeiro.

5. Indonesia

  • Volume sampah: ± 65,2 juta ton per tahun

Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan konsumsi plastik yang tinggi, Indonesia menghasilkan jutaan ton sampah setiap tahunnya. Menurut riset Jambeck (2015), Indonesia juga termasuk penyumbang sampah plastik laut terbesar di dunia. Tantangan utama adalah sistem pengelolaan sampah yang belum merata dan rendahnya angka daur ulang.

6. Rusia

  • Volume sampah: ± 64 juta ton per tahun

Rusia memiliki wilayah luas dengan banyak kota industri yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Namun, sistem pengumpulan dan daur ulangnya masih terbatas. Banyak limbah yang ditumpuk di tempat pembuangan terbuka, bahkan di dekat pemukiman warga, sehingga menimbulkan dampak kesehatan.

7. Meksiko

  • Volume sampah: ± 55 juta ton per tahun

Meksiko menghadapi tantangan besar dalam hal pengelolaan limbah di daerah pinggiran kota dan kawasan miskin. Sampah makanan, kemasan, dan plastik sekali pakai mendominasi. Infrastruktur daur ulang masih belum menyeluruh dan banyak sampah yang dibakar atau dibuang ke sungai.

8. Jerman

  • Volume sampah: ± 52 juta ton per tahun

Meski dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem daur ulang terbaik di dunia, Jerman tetap menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Tingkat konsumsi yang tinggi dan kemasan berlapis (multilayer) membuat sampah tetap menjadi tantangan. Namun, lebih dari 60% sampahnya berhasil didaur ulang.

9. Jepang

  • Volume sampah: ± 50 juta ton per tahun

Jepang terkenal dengan sistem pengelolaan sampah yang ketat dan budaya memilah sampah yang kuat. Namun, gaya hidup modern dan konsumsi tinggi tetap menyebabkan volume sampah yang signifikan, terutama dari kemasan makanan dan minuman. Jepang juga banyak menggunakan insinerator untuk mengurangi volume sampah.

10. Prancis

  • Volume sampah: ± 40 juta ton per tahun

Sebagai negara maju, Prancis menghasilkan banyak sampah dari sektor industri, konsumsi rumah tangga, dan layanan publik. Meskipun program daur ulangnya semakin berkembang, sebagian besar sampah masih berakhir di tempat pembuangan akhir, dan sebagian diekspor ke negara-negara berkembang.

Mengapa Indonesia Harus Waspada?

Sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi berkaitan dengan isu kesehatan masyarakat, pencemaran lingkungan, hingga kerusakan ekosistem laut. Di Indonesia, sekitar 17% sampah adalah plastik, dan sebagian besar belum dikelola dengan baik. Ini berdampak langsung pada kualitas air, tanah, dan laut.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Beberapa langkah penting yang bisa diambil:

  • Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai

  • Pemilahan sampah dari sumbernya

  • Peningkatan infrastruktur daur ulang

  • Keterlibatan aktif sektor swasta dan masyarakat

  • Konsultasi dan audit lingkungan oleh pihak profesional

Masuknya Indonesia ke dalam 10 besar negara penghasil sampah terbanyak adalah panggilan darurat, bukan sekadar statistik. Butuh kerja sama semua pihak — dari individu hingga korporasi — untuk menekan laju produksi sampah dan memperbaiki cara kita mengelolanya.

Sumber data:

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas