Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

10 Istilah Tambang yang Sering Digunakan dalam Industri Pertambangan

Environesia Global Saraya

11 March 2026

Industri pertambangan memiliki banyak istilah teknis yang digunakan dalam kegiatan eksplorasi, produksi, hingga pengelolaan lingkungan tambang. Bagi masyarakat umum, istilah-istilah tersebut sering kali terdengar asing karena sebagian besar digunakan dalam kegiatan operasional di lapangan maupun dalam laporan teknis pertambangan.

Memahami istilah tambang penting tidak hanya bagi pekerja di sektor pertambangan, tetapi juga bagi pihak yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan, perencanaan proyek, hingga pengawasan kegiatan pertambangan. Artikel ini membahas beberapa istilah tambang yang paling sering digunakan dalam industri pertambangan beserta penjelasannya.

1. Overburden (OB)

Overburden adalah lapisan tanah atau batuan yang menutupi lapisan mineral atau batubara yang menjadi target penambangan. Dalam kegiatan tambang terbuka, lapisan ini harus dipindahkan terlebih dahulu sebelum proses pengambilan mineral dapat dilakukan. Proses pemindahan overburden biasanya menggunakan alat berat seperti excavator dan dump truck.

Pengelolaan overburden juga perlu diperhatikan karena volume material yang dipindahkan biasanya sangat besar dan dapat mempengaruhi bentuk lahan serta sistem drainase di sekitar area tambang.

2. Stripping Ratio (SR)

Stripping ratio adalah perbandingan antara jumlah material penutup (overburden) yang harus dipindahkan dengan jumlah mineral atau batubara yang dapat diambil. Rasio ini biasanya digunakan untuk menilai kelayakan ekonomi suatu kegiatan tambang. Semakin tinggi nilai stripping ratio, semakin besar volume tanah penutup yang harus dipindahkan untuk memperoleh sumber daya mineral. Perhitungan stripping ratio menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan tambang dan estimasi biaya produksi.

3. Pit

Pit adalah area galian utama dalam tambang terbuka tempat kegiatan penambangan dilakukan. Pada tambang terbuka seperti tambang batubara atau tambang logam, pit memiliki bentuk seperti cekungan besar dengan beberapa tingkat atau teras yang dibuat untuk mendukung aktivitas penambangan. Desain pit biasanya mempertimbangkan aspek keselamatan kerja, stabilitas lereng, serta efisiensi operasional.

4. Bench

Bench adalah teras atau jenjang yang dibuat pada dinding pit dalam tambang terbuka. Fungsi utama bench adalah menjaga kestabilan lereng tambang dan menyediakan area kerja bagi alat berat. Selain itu, bench juga berfungsi sebagai pengaman untuk mencegah runtuhan batuan jatuh langsung ke area kerja di bawahnya. Desain bench biasanya mempertimbangkan tinggi jenjang, lebar jenjang, dan kemiringan lereng.

5. Hauling

Hauling adalah proses pengangkutan material tambang dari lokasi penambangan menuju lokasi lain seperti tempat penimbunan atau fasilitas pengolahan. Material yang diangkut dapat berupa:

  • overburden

  • batuan hasil peledakan

  • mineral atau batubara

Proses hauling biasanya menggunakan dump truck berkapasitas besar yang dirancang khusus untuk kegiatan pertambangan.

6. Run of Mine (ROM)

Run of Mine atau ROM adalah material tambang yang langsung diambil dari area penambangan tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Material ROM biasanya masih bercampur dengan batuan lain, tanah, atau material pengotor sehingga sering kali perlu melalui proses pemisahan atau pengolahan lanjutan untuk meningkatkan kualitasnya.

7. Stockpile

Stockpile adalah tempat penumpukan sementara material tambang sebelum dikirim ke fasilitas pengolahan atau ke konsumen. Stockpile berfungsi untuk menjaga stabilitas pasokan material tambang serta memudahkan pengaturan kualitas material. Pada beberapa operasi tambang, material dari berbagai sumber dapat dicampur di stockpile untuk mendapatkan kualitas yang diinginkan.

8. Blasting

Blasting adalah proses peledakan batuan menggunakan bahan peledak untuk memecah batuan keras agar lebih mudah digali oleh alat berat. Metode ini umum digunakan pada tambang batuan keras dan tambang logam. Proses blasting dilakukan dengan perencanaan yang ketat untuk memastikan efisiensi pemecahan batuan serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

9. Tailings

Tailings adalah limbah sisa dari proses pengolahan mineral setelah mineral berharga dipisahkan dari bijihnya. Material tailings biasanya berbentuk lumpur halus yang mengandung sisa mineral, bahan kimia proses, serta partikel batuan yang sangat kecil. Oleh karena itu, pengelolaan tailings harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah pencemaran tanah dan air.

10. Reklamasi Tambang

Reklamasi tambang adalah kegiatan pemulihan lahan bekas tambang agar dapat kembali berfungsi secara ekologis maupun dimanfaatkan untuk kegiatan lain. Kegiatan reklamasi biasanya meliputi:

  • penataan kembali bentuk lahan

  • pengelolaan tanah penutup

  • penanaman kembali vegetasi

Reklamasi merupakan bagian penting dari pengelolaan lingkungan dalam industri pertambangan dan diatur dalam berbagai regulasi pertambangan di Indonesia.

Industri pertambangan memiliki berbagai istilah teknis yang digunakan untuk menggambarkan proses operasional maupun pengelolaan sumber daya mineral. Istilah seperti overburden, stripping ratio, pit, hingga tailings merupakan bagian penting dalam kegiatan pertambangan modern.

Memahami istilah-istilah tersebut dapat membantu masyarakat maupun pihak terkait untuk lebih memahami bagaimana kegiatan pertambangan berlangsung serta bagaimana aspek teknis dan lingkungan dikelola dalam proses tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai istilah tambang, informasi terkait kegiatan pertambangan dapat dipahami secara lebih jelas dan objektif.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas