Pelatihan Penyusunan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Yogyakarta, Environesia News (9/10) – Bertempat di Ruang Rapat Kaliurang Kantor PT. PLN (Persero) Area Yogyakarta, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, diadakan Pelatihan In House Training (IHT) Penyusunan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 9 Oktober 2017 s/d 11 Oktober 2017 yang diikuti oleh 17 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh unit PT. PLN (Persero) Se-Jateng.

Pelaksanaan Training Penyusunan DPLH sebagai komitmen ketaatan PT. PLN (persero) Unit Distribusi Jawa Tengah DIY terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, khususnya Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hiudp dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan yang izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan Usaha dan/atau Kegiatan yang wajib Amdal atau UKL-UPL dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat memperoleh izin Usaha dan/atau Kegiatan. Namun demikian, mengingat bahwa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) maupun dokumen Upaya Pengelolaan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) merupakan dokumen yang disusun pada tahap perencanaan suatu usaha dan/atau kegiatan, bukan pada tahap operasional suatu usaha dan/atau kegiatan, maka dalam rangka memenuhi peraturan perundangan-undangan yang berlaku atas kegiatan eksistingnya yang telah beroperasi, maka pihak pemrakarsa tetap dapat mengurus Izin Lingkungan dengan menyusun Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) untuk kegiatan dengan dampak lingkungan setara UKL-UPL dan Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) untuk kegiatan setara dengan Amdal. Adapun penyusunan dokumen tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.102 tahun 2016, tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup Bagi Usaha dan/atau Kegiatan yang Telah Memiliki Izin Usaha dan/atau Kegiatan Tetapi Belum Memiliki Dokumen Lingkungan Hidup.

PT. Environesia Global Saraya selain memiliki divisi Environesia Academy juga memiliki Divisi Environesia Consulting dalam business unitnya. Hal ini memperkuat posisi PT. Environesia dalam men-deliver materi yang lebih ‘nyata’ kepada para peserta training mengingat PT. Environesia sendiri melalui divisi consultingnya telah terbiasa mengerjakan berbagai jenis dokumen lingkungan hidup, termasuk Amdal,, UKL-UPL, DPLH dan DELH.

Kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup ini secara resmi dibuka oleh Saprian,ST.,M.Scselaku Direktur PT Environesia Global Saraya. Adapun sambutan sebelum diresmikannya kegiatan oleh Supervisor PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta serta dari Manager PT. PLN (Persero) Area Yogyakarta. Dari Manager PT. PLN (Persero) Area Yogyakarta berpesan untuk dapat memanfaatkan ilmu baru yang akan didapatkan oleh para peserta dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Pelatihan Penyusunan DPLH yang diselenggarakan oleh pihak PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan improvisasi dalam hal menangani permasalahan lingkungan hidup dalam lingkungan perusahaan. Sebab tidak menutup kemungkinan didalam lingkungan kerja sering terjadi aktifitas yang dapat menimbulkan masalah terhadap lingkungan hidup. Contoh kecil dalam kegiatan sehari-hari mereka telah membuang sampah dalam skala kecil, akan tetapi sampah yang mereka hasilkan tidak hanya sampah domestik yang dapat langsung dibuang dan didaur ulang. Sampah mereka yang termasuk berbahaya adalah kabel, lampu dan limbah cair seperti oli yang merupakan oli sisa dari sebuah travo. Maka dengan adanya sampah yang tergolong berbahaya inilah mereka diwajibkan dalam hal perizinan lingkungan hidup yang harus dilaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Dalam pelatihan ini kami mengundang pemateri dari praktisi yang telah berpengalaman dalam hal persampahan hingga penyusunan dokumen perizinan lingkungan hidup. Pada penyampaian materi pertama kali adalah mengenai kebijakan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), sistematika dan teknik penyusunan DPLH, hingga proses identifikasi dampak lingkungan yang ditimbulkan atas usaha/kegiatan. Tidak hanya materi yang diberikan pada para peserta, dihari ketiga (terakhir) para peserta diminta untuk dapat membuat laporan penyusunan DPLH yang nantinya akan ke  Dinas Lingkungan Hidup dalam rangka pengurusan Izin Lingkungan dari Menteri/Gubernur/ Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya.

Environesia Academy berharap dengan adanya pelatihan ini pihak pemrakarsa dapat memenfaatkan ilmu yang didapatkan untuk menunjang kinerja perusahaan dalam hal pengelolaan lingkungan hidup. Kemudian harapannya dengan diadakan pelatihan ini yang telah dipercayakan kepada PT Environesia Global Saraya, tidak akan memutuskan silahturahmi dan akan selalu menjadi mitra yang akan membantu untuk perusahaan menjadi maju. “Ingin In House Training?Ingat Environesia!”. 

Share this post