LAPORAN PELAKSANAAN IZIN LINGKUNGAN

Setiap usaha dan/atau kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup yang perlu dianalisis, dievaluasi, dan dilaporkan kepada instansi terkait sehingga dapat dilakukan mitigasi terhadap dampak yang muncul serta ditentukan langkah pengendalian terhadap dampak negative dan pengembangan dampak positif dari kegiatan dapat dipersiapkan sedini mungkin.

Pelaporan atas pelaksanaan RKL dan RPL (Amdal) atau UKL-UPL merupakan salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan untuk memverifikasi pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan apakah sudah sesuai dengan yang tertulis dalam dokumen RKL dan RPL atau UKL-UPL. Selain itu juga sebagai alat untuk memitigasi dampak sedini mungkin dan mengevaluasi efektifitas metode pengelolaan dampak yang tertuang dalam dokumen RKL-RPL atau UKL-UPL, mengetahui bagaimana trend dari dampak yang ditimbulkan, mengetahui tingkat-tingkat kritis suatu dampak lingkungan akibat kegiatan serta untuk mengavaluasi tingkat ketaatan perusahaan terhadap kewajiban yang tertuang dalam kesepatan sebagai pemegang izin lingkungan.

Hal tersebut di atas dipertegas dalam pasal 71 (ayat 1) Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2012 tentang Iziz Lingkungan yang menyatakan bahwa Pemegang Izin Lingkungan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dikenakan sanksi administratif yang meliputi teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan Izin Lingkungan atau pencabutan Izin Lingkungan.